senyum ibadah….

Ya Allah jangan kau letakkan dunia di hatiku, letakkan saja dunia di tanganku agar aku bisa mengendalikannya bukan dikendalikan olehnya…. hidup sekali untuk ibadah ^_^

subhanalloh.. beginilah foto janin di dalam rahim ibu..

Jutaan keajaiban sudah tercipta seiring dengan tumbuhnya embrio dalam rahim seorang wanita. Pernahkah kita membayangkan wajah mereka di dalam rahim?
fulan1-jpg
Hidayatullah.com–Ketika foto embrio manusia yang sedang berkembang karya Lennart Nilsson pertama kali ditampilkan di majalah Life pada tahun 1965, gambarnya menimbulkan kehebohan. Hanya dalam hitungan hari, sebanyak 8 juta segala hasil cetakan (koran/majalah) yang memuatnya terjual habis.
Embrio berusia 5 minggu. Diperkirakan panjangnya 9 mm. Tahap pembentukan wajah, dengan mulut yang terbuka, lubang hidung dan mata
Dalam Basic Human Embryology oleh Williams P, rujukan yang biasa dipakai dalam bidang embriologi, dikatakan, “”Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.”
fulan2-jpg
Berusia 8 minggu, embrio yang berkembang pesat dilindungi dengan baik oleh kantung amnion
Teknologi maju memungkinkan gambar embrio yang sedang berkembang diambil dengan hasil yang lebih jelas dan lebih besar. Gambar bisa diambil dengan menggunakan kamera konvensional yang dilengkapi lensa mikro. Atau bisa juga menggunakan alat endoskopi. Teknologi pemindaian mikroskop elektron memungkinkan Nilsson mengambil ratusan atau bahkan ribuan gambar embrio yang mengagumkan.
fulan3-jpg
Janin berusia 10 minggu. Kelopak matanya semi tertutup, yang akan tertutup total dalam beberapa hari kemudian
Gambar-gambar karya Nilsson dikumpulkan dalam sebuah buku yang diberi judul “A Child is Born”.
fulan4-jpg
Usia 16 minggu, janin akan menggunakan kedua tangannya untuk mengenali seluruh tubuh dan lingkungan sekitarnya
Bagi umat Islam, kabar mengenai perkembangan janin yang sangat menakjubkan bukan hal yang sangat mengejutkan, karena Al-Qur’an sudah memberitahukannya sejak belasan abad lalu.
fulan5-jpg
Janin sekarang bisa menggenggam, meraih, dan menarik tali pusar yang panjang. Tulangnya masih lentur. Jaringan pembuluh darah yang sudah terbentuk bisa dilihat melalui kulit tipis yang masih tembus pandang
“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az Zumar:6)
fulan6-jpg
Usia 18 minggu. Si Fulan sekarang panjangnya kira-kira 14 cm dan sudah bisa mendengar suara-suara di luar “dunia gelap”nya
Bahkan Allah juga sudah mewanti-wanti agar tidak membunuh anak-anak yang dikaruniakan kepada manusia. “Sesungguhnya RabbMu yang membentangkan rezeki bagi siapa yang Ia kehendaki dan takdirkan. Sesungguhnya Ia Maha mengetahui hamba hambaNya lagi Maha Melihat. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut lapar, Kami-lah yang memberi rezeki mereka dan kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah kesalahan yang besar.” (QS.Al-Isra’:30-31)
fulan7-jpg
Usia 20 minggu. Si Fulan panjangnya 20 cm. Rambut yang dikenal dengan istilah lanugo, mulai tumbuh memenuhi seluruh kepalanya
Awal tahun 2006 di Inggris marak perdebatan masalah aborsi. Sebagian besar wanita Inggris menginginkan Undang-Undang Aborsi diperketat agar para wanita semakin sulit atau bahkan tidak mungkin melakukan aborsi.
Survei yang dilakukan oleh MORI ketika itu menunjukkan bahwa 47 persen wanita yakin bahwa batas waktu maksimal bisa dilakukan aborsi, yaitu janin 24 minggu, harus dikurangi. Sebanyak 10% wanita bahkan menginginkan agar praktik aborsi dilarang sama sekali.
42% dari total responden (laki-laki dan perempuan) menginginkan agar usia janin yang boleh diaborsi dikurangi.
Kiranya apa gerangan yang membuat mereka ingin aborsi diperketat atau bahkan dilarang. Bukankah mereka adalah masyarakat yang permisif dengan hubungan di luar nikah dan seks bebas?
Jawabannya, karena ketika masalah pembahasan Undang-Undang Aborsi mulai memanas, beredar gambar janin si Fulan yang sedang tersenyum manis dan meringis di dalam rahim ibunya.
janin-tersenyum-jpg
Usia 23 minggu janin bisa tersenyum manis
Gambar janin berusia 23 minggu hasil pemotretan dengan alat ultrasonografi itu telah menyadarkan masyarakat akan realita aborsi dan keberadaan janin-janin tak berdosa di tengah-tengah mereka.
Namun sayangnya, mesin-mesin perang Amerika Serikat dan sekutunya tanpa ampun merenggut keindahan janin-janin tak berdosa, bahkan jauh sebelum mereka berbentuk. Akibat depleted uranium dan fosfor yang digunakan dalam perang di Iraq, Afganistan, Palestina, Kosovo dan lainnya, banyak bayi yang mati dan dilahirkan dalam keadaan cacat yang mengerikan. [di/tg/gd/hidayatullah/www.syahidah.web.id]

2 Comments »

Muslimah CEMERLANG bernilai 10

tengok tulisanSiapa yang menyesal terlahir sebagai seorang wanita ayo ngaku? Di zaman seperti ini masih menyesal menjadi wanita kemudian bergaya tomboy biar keliatan sangar dan tangguh, aduh jangan dech mungkin kamu belum tahu aja betapa luar biasanya menjadi seorang wanita. Kalo zaman jahiliyah dulu punya anak perempuan emang malu2in, seperti menanggung aib yang luar biasa karena anak perempuan dianggap pembawa kesialan, kaum lemah dan tidak menguntungkan, sehingga pilihannya ketika itu hanya dua, membiarkan anak perempuannya hidup dan si bapak harus menanggung aib (malu) atau mengubur anak perempuan mereka hidup2 ketika masih kecil, astaghfirullohaladzim.

“Dan apabila seorang diantara mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajah mereka pun menghitam dan ia sangatlah marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan padanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburnya hidup-hidup ke dalam tanah? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl:58-59)

Kemudian islam datang mengubah tradisi kelam itu, dalam pandangan Islam semua manusia itu sama saja, baik laki2 maupun perempuan, keduanya adalah makhluk ciptaan Allah yang tiada berbeda kecuali tingkat keimanannya. Siapa yang lebih mencintai Allah dan RosulNya, maka dialah yang lebih dekat kedudukannya di sisi Allah SWT. Islam telah mengangkat derajat perempuan dengan mensejajarkannya dengan laki-laki di hadapan Allah SWT sama sebagai hamba, kemudian Islam membingkai para wanita agar semakin mulia dengan seperangkat syariat yang semakin membuat mereka terjaga dan tidak di lecehkan atau di kembalikan pada kehinaan.

Tetapi anehnya, pada saat ini banyak para perempuan yang kembali menjatuhkan dirinya kedalam kehinaan, baik itu mereka sadari atau tidak misalnya pada saat ini banyak perempuan yang tidak merasa risih ketika banyak mata menatapnya, puluhan mata itu tidak hanya menatap wajahnya, tetapi juga menatap rambutnya, tubuhnya, dan memperhatikan gerak lenggak lenggok dia berjalan, yang di perhatikan malah merasa senang, padahal dia tidak tau apa yang sedang difikirkan para mata yang menatap tadi, para perempuan itu tidak peduli menurutnya itu bukan urusan mereka. Ajang-ajang ratu kecantikan juga membuat para perempuan terhipnotis bahwa cantik adalah tinggi, ramping, berkulit putih, hidung mancung, dan standar-standar fisik lainnya. Sehingga tidak sedikit yang merogoh kocek lebih dalam untuk memoles dirinya agar terlihat cantik akhirnya bisnis kecantikanpun laris manis, dari salon kecantikan yang menawarkan spa, atau perawatan rambut dan tubuh, makanan atau minuman yang bisa membuat badan menjadi ideal, crem kulit yang bisa menyulap warna hitam menjadi putih, sampai tawaran operasi untuk memancungkan, menarik atau merubah bagian-bagian tubuh yang dirasa masih belum memuaskan. masyaAllah, padahal Allah SWT sudah menciptakan kita dengan sempurna dan yang terbaik untuk kita. Pandangan “wanita cantik” seperti tadi tidak lain bersumber dari masyarakat kapitalis Barat, sehingga kepribadian perempuan yang sempurna lebih banyak diukur dari sisi penampilan dan cara berbusana semau gue.

Rosululloh SAW pernah berpesan “dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholihah (HR.Muslim). Kita pasti tau dunia ini penuh dengan perhiasan, ada air sungai yang jernih, gunung yang menjulang tinggi, pepohonan yang sejuk, udara yang segar, dan kenikmatan-kenaikmatan fisik juga seperti makanan2 yang lezat, batu-batu permata yang berkilauan dan masih banyak lagi, tetapi itu semua kalah indahnya dengan seorang wanita sholihah yang ada di dunia. Nah, kita semua inginkan jadi wanita sholihah itu, wanita sholihah yang cemerlang bahkan bernilai sepuluh :). Trus gimana donk agar kita bisa menjadi wanita sholihah bernilai 10 ?

1.       Memiliki aqidah yang bersih dan kuat

Seorang muslimah cemerlang harus memiliki aqidah yang kuat dan bersih. Aqidah yang dia dapatkan dengan proses berfikir yang mendalam sehingga ia betul-betul yakin bahwa Allah SWT adalah satu2nya Tuhan dan tidak ada Tuhan selain Allah yang sebagai pencipta (al khaliq) dan juga sebagai pengatur (al mudabir). Kalo kita udah sampai yakin dan iman kepada Allah dan tidak menduakanNya, maka kita akan bisa menerima fitrah kita sebagai wanita, dan juga aturan-aturan (Syariat) Allah SWT yang mengatur kita para wanita, karena so pasti yang menciptakan lebih tahu yang terbaik untuk makhluk ciptaanNya.

2.       Mengikatkan perbuatannya dengan hukum2 Allah

Beriman dan yakin aja gak cukup sahabatku kalo dalam keseharian kita masih terserah gue. Kalo kita mengaku sebagai muslim/muslimah maka kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk menselaraskan aktivitas kita dengan perintah dan larangan Allah SWT. Sebelum bertindak kita akan mencari tahu dulu apakah perbuatan kita ini di ridhoi Allah atau malah di murkaiNya. Memang banyak sich godaannya, apalagi di zaman yang sekuler ini (memisahkan agama dari kehidupan), kalo ada seorang muslimah yang gak mau pacaran aja dikatakan gak gaul, mau nutup aurat di bilang sok alim, but  don’t worry, keep fighting !!

3.       Tidak melalaikan PERINTAH ALLAH

Kebayangkan waktu kita sedang di jalan raya lampu pengatur lalu lintas mati, aduh jadi sembrawut dan berantakan semuanya semua pengendara masing-masing berebut jalan, semua ingin cepat sampai tujuan. Traffic light di pasang perempatan jalan tidak lain untuk mengatur para pengguna ajalan agar rapi dan selamat. Begitu juga aturan Allah yang mengatur hambaNya bukanlah untuk mempersulit bin menyusahkan kita, tetapi agar kita selamat hidup di dunia dan di akherat. Jadi jangan sampai dech kita pilih-pilih dalam menjalankan perintah-perintah Allah, semuanya harus kita laksanakan seperti sholat lima waktu, puasa ramadhan, berkata jujur, menutup aurat dan yang lainnya.

4.       Lemah lembut dan juga TEGAS

Seorang wanita nantinya akan dipersiapkan sebagai seorang ibu dan istri, maka dia haruslah memelihara sifat lemah lembut terhadap sesama. Janganlah seorang wanita berperangai kasar, dan mulutnya suka menyakiti saudaranya. Di balik kelemah lembutannya seorang wanita haruslah juga tegas, memegang teguh keyakinannya, berani mengatakan tidak terhadap godaan-godaan dunia berupa kemaksiatan.

5.       Menjaga pergaulan dan Kehormatan

Sebagai muslimah harus pandai menjaga pergaulan. Muslimah cemerlang tidak berduaan di tempat sepi dengan laki-laki asing (bukan mahram). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah seorang perempuan bersepi-sepi dengan seorang laki-laki kecuali setan menjadi yang ketiganya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim). Dia juga pandai menjaga kehormatan dengan menutup aurotnya dengan kerudung dan jilbab yang anggun. Dia hiasi dirinya dengan akhlak mulia.

6.       Gemar Menuntut ILmu

Menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Jangan sampai kita sebagai muslimah berfikir menuntut ilmu bagi muslimah tidak penting tinggi-tinggi. Ups … itu salah girls. Ilmu itu penting karena ia bagaikan lentera yang akan menerangi kita di tempat yang gelap. Apalagi ilmu agama, ini mah hokumnya wajib bin kudu bin harus di pelajari oleh setiap muslim dan muslimah karena besok kita di mintai pertangung jawaban Allah SWT masing-masing sobat..

7.       Up date dengan Kondisi terkini

Bukan Fashion dan status FB aja yang di up date, berita-berita terkini kita juga harus up date. Di mulai dari kondisi sekitar kita, kondisi Indonesia, bahkan kondisi Internasional yang jauh dari mata kita.  Jangan sampai kita bengong waktu ngisi BBM karena kita gak tau semalem BBM naik. So.. biar up date rajin-rajinlah menonton berita, membaca Koran, berdiskusi keislaman atau rutin ikut kajian yang senantiasa membahas persoalan umat Islam.

8.       Peduli tidak Egois

Masih inget istilah EGP (Emang Gue Pikirin). Jangan sampai dech EGP ini ada pada diri kita. Kehidupan individualis membentuk kita memiliki sifat-sifat egois dan cuek. Muslimah Cemerlang gak boleh cuek dengan kondisi sekitar. Misalnya jangan merasa nyaman dengan BBM yang naik lantaran kita anak orang mampu. Jadi saat ini katakanlah Emang, gue pikirin (alias kita peduli)… bukan “Emang Gue Pikirin!!!”

9.       Menjadi Ibu&istri HEBAT bagi keluarga

Muslimah cemerlang senantiasa mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengajarkan pada mereka aqidah yang benar, menanamkan pada hati mereka kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan pada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta menjauhkan mereka dari kemaksiatan dan akhlaq yang tercela. Muslimah cemerlang senantiasa bersemangat untuk menjalankan ketaatan pada suaminya, bersikap lemah lembut terhadapnya, menyayanginya, dan mendorongnya kepada kebaikan, memberi nasehat kepadanya dan menjadikan sang suami bisa beristirahat. Dia tidak meninggikan suara terhadapnya dan tidak menyakiti dalam kata-kata. Menjadi kan rumah sebagai surga sementara di dunia, walaupun tidak rumah kita tidak besar tetapi menjamin segala ketenangan dan ketentraman di dalamnya. Menjadi tempat membina anak-anak, menjadi tempat bersenda gurau, menjadi tempat charger yang siap memompa semangat seisi rumah untuk bergerak dan berjuang kembali di luar rumah. Karena muslimah cemerlang tidak pernah lupa akan tugas utamanya sebagai ”ummu wa robatulbait” yaitu sebagai ibu dan manajer rumah tangga :).

10. Sebagai seorang da’iyah

Waah… jangan sampai salah faham wanita hanya di dalam rumah saja. Wanita juga boleh keluar rumah untuk melakukan aktivitas2 yang memang di perintahkan oleh Allah SWT salah satunya adalah berdakwah, menyampaikan islam di tengah-tengah umat. Karena perintah dakwah adalah untuk laki-laki dan juga perempuan. Lihatlah potret para shahabiyah yang tidak mau ketinggalan pahala dengan turut serta berdakwah demi kemuliaan Islam.

Saudariku, itu tadi 10 langkah agar kita bisa menjadi muslimah cemerlang yang bernilai 10. Semuanya bisa kita lakukan asalkan kita mau berusaha, dan surga menanti wanita2 cemerlang ini :).

[mei]

Leave a comment »

MUHASABAH

Saudariku

Setiap yang hidup pasti akan mati

Dan kita tidak akan tahu kapan kematian itu akan menjemput kita

Padahal kematian itu begitu dekat, sedekat dan semudah kita menghirup nafas

 

Saudariku

kelak akan tiba waktunya, ketika nafas berhenti di tenggorakkan

Jantungpun berhenti berdetak

Tubuh kita akan menjadi kaku

lalu ketika itu kitapun akan di letakkan di liang kubur, Hanya sendiri

Ketika itu tidak ada lagi yang dapat menolong kita

Kecuali amal sholeh

 

Saudariku

karena itu kita patut selalu pilu, mengenang nasib sendiri

Kematian yang akan kita jelang

Apakah kita dalam kondisi iman atau justru sebaliknya

 

Saudariku

Surga Allah SWT, yang Maha menghidupkan dan Maha Mematikan

Memberikan hidayah kepada kita, agar setiap sisa nafas menjadi amal ibadah

setiap tindak tanduk kita tidak justru semakin menjauhkan kita padaNya

Agar kita bisa berkumpul di surgaNya bersama orang2 yang di beri Rahmat

 

Saudariku

Diri ini seharusnya takut… takut bila amal ini tidak cukup

Untuk bisa memasuki surgaNya

Diri ini takut bila amal yang telah di lakukan ternyata terbang seperti debu-debu karena dengki dan iri dalam diri

Diri ini seharusnya takut bila ternyata amal yang kita lakukan tidak bernilai di hadapan Allah karena kurang IKHLAS dalam melakukannya…

 

Astaghfirulloh….

Astaghfirulloh…

Astaghfirulloh…

 

Ya Allah izinkan kami bisa berada di surgaMu

Izinkan kami meneguk segarnya air telaga salsabila

Izinkan kami bertemu kekasihmu… RosululLoh Muhammad SAAW

Karena kami sudah sangat rindu…. kami sangat rindu

Melihat manusia mulia pilihanMu..

Atau sekedar menatap wajahnya….

 

Ya Allah, kami tahu

Kalopun kami memasuki surgaMU, semata-mata karena kasih sayangMu

Semata-mata karena ke Maha RahimMu..

Sayangi kami ya Allah..

Rahmati kami ya Allah

 Ya Robbal ‘alamin

by : mei

Leave a comment »

CATATAN MUDIK 1432 H

Ramadhan sebentar lagi berlalu, bulan penuh barokah ini akan segera meninggalkan kita. Rindu.. rindu sekali bertemu dengan ramadhan tahun depan, masih bisakah? Hmm… tak ada yg mampu menjawabnya. Semoga Allah masih perkenankan aku, keluargaku, ayah dan ibuku (termasuk ayah dan ibu mertuaku :)… krn sejak menikah aku punya 2 ayah dan ibu :) ), dan juga adik dan kakakku (termasuk adik dan kakak iparku :)  ) masih izinkan kami untuk menikmati ibadah dan perjuangan di bulan Ramadhan tahun depan. Allahuma amin…

Satu yang paling sangat di sayangkan, aura ramadhan seperti orang2 yang pada rajin ke masjid, tadarus al qur’an sangat riuh, orang2 menge”REM” diri untuk tidak mendekati maksiat atau bahkan meninggalkan maksiat, yang tidak kalah lucunya, tempat2 hiburan malam atau lokalisasi juga tutup di saat bulan selama Ramadhan, bahkan ada himbauan dari pemerintah “membuka tepat maksiat di bulan Ramadhan adalah tidak terpuji “… tapi setelah Ramadhan, Aura itu hilang…. Kemaksiatan berangsur angsur pelan tapi pasti kembali merebak di negri ini…. Astaghfirulloh… lalu apa makna dari puasa qita, bukankah Allah berjanji predikat orang2 yang “LULUS” dengan puasanya akan menjadi orang2 yang bertaqwa… ku buka lagi al qur’an, ku baca surat al baqoroh ayat 183 “ ya ayyuhaladzina’amnu kutiba’alaykumushiam kama kutiba’alaladzina minqoblikum la’alakum tattaqun… wahai orang2 yang beriman telah Ku wajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah di wajibkan atas orang2 sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (TQS al Baqoroh 183)…. Kemana puasa2 kita?? Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Naudzubillahi min dzaliq…

Lebaran tahun ini giliran kami mudik ke Padang, hmm… ini akan jadi pengalaman pertama bagi suamiku, untuk berlebaran di kampung halaman istrinya :)… sebelum perjalanan jauh itu akan kami lalui bersama, aku persiapkan dulu fisik dan psikisnya agar siap melakukan long long jurney ke Pulau Sumatra. Maklum kami sekeluarga akan menaiki mobil untuk kesana dan itu membutuhkan waktu sekitar  3 hari, lumayan kan…. mas, nanti kita pulang kampungnya naik mobil lho, kita akan pulang dengan keluarga adek yg lainnya, jadi di dalam mobil akan di optimalkan kursinya alias penuh hehehe…. Sabar  ya, insyaAllah nikmat, karena kita akan bersilaturahmi… atau coba memberikan gambaran bagaimana kondisi keluargaku nanti di kampung, agar suamiku tidak terkaget kaget :D. Tapi lebaran tahun ini kurang semarak kurasakan karena adikku tercinta tidak bisa ikut berlebaran di kampung halaman kami di padang karena dia tahun ini berlebaran di rumah suaminya yaitu di Brebes…

Lebaran tahun ini cukup unik, karena sebelum ke Padang kami harus singgah dulu ke beberapa tempat. Yang pertama adalah rumah mertuaku di magelang, kami bermalam sehari di sana. Senang sekali, inilah ni’mat Allah dari sebuah pernikahan kita menjadi bertambah saudara. Setelah berpuasa bersama keluarga mertua saya dan suami pamit dan melanjutkan perjalanan ke Pekalongan, di sana ayah dan ibukupun sdh menunggu kedatangan  kami. Asyiik puasa di rumah lagi, 2 hari kami di Pekalongan semua waktu kami maksimalkan untuk beribadah bersama keluarga, kita saling diskusi keislaman, tadarus, sholat berjama’ah dan juga jalan2 melengkapi persiapan mudik ke Padang kami. Akhirnya tiba waktunya mudik ke Padang, bismillahirrohmanirrohim…. La haula wala quwata ila billah.. lindungi kami ya Allah.

Alhamdulillah, kulihat suamiku tidak mengeluh sedikitpun selama perjalanan skalipun mobil kami penuh muatan baik orang maupun barang2 hehehe…. Dia sangat menikmati perjalan panjang mudik tahun ini. Skali-kali ku lihat dia mengamati daerah2 di Sumatera yang memang berbeda dengan pulau Jawa yang sudah sangat padatnya. Syukur Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala rahmat kasih sayangMu.

Ku lihat ayah dan ibuku dengan senang hati membantu suamiku menerangkan nama setiap daerah yang kami lewati. Melihat mereka aku kembali bersyukur…. Hihihi… Alhamdulillah ayah dan ibu sekarang punya anak cowok hehe… bukan satu tapi dua lagi … :D. karena Alhamdulillah tahun ini adikku juga baru saja menikah. Sampai di kampung tidak kalah menariknya pengalaman kami, yang pasti suamiku beradaptasi dengan bahasa padang, Alhamdulillah walaupun masih harus di dampingi aku sebagai penterjemah beberapa kata tapi aku sangat menghargai semangatnya dan dia tidak pernah menghindar kalo di ajak berkumpul atau ngobrol meskipun tidak mengetahui yang di bicarakan apa, waktu kutanya “mas, faham gak?”… di jawab “faham dikit-dikit”… ku balas dengan senyuman :). Di kampung enggak ada Mall, klo mau ke mall harus ke kota Padang dulu yang artinya kita harus melalui bukit-bukit dan menempuh perjalanan 2 jam, lagi pula untuk apa mencari mall. Di kampungku adanya Pasar jadi ya kita perginya ke pasar hehehe…. Klo lebaran PASAR jadi rame banget jadi pusat keraimanan. Kita juga ikut2an jalan2 di pasar, Minum jus alpukat dan bakso di pasar hihihi jadul banget ya… pegalaman asyik selanjutnya ketika suamiku ku ajak jalan2 ke belakang rumah yang kebetulan ada sungai besar dulu tempat orang cuci baju sampai cuci sapi dan kerbau, untuk mandi dan minum juga hehehe…. Tapi sekarang orang2 sudah punya sumur jadi tidak ke sungai lagi. Satu lagi yang tidak kalah menarik yaitu ketika kita mau ke rumah nenek (ortu dari bapak) rumahnya ,jauuuuuh di dalam bukit, mobil gak bisa masuk jadi kita jalan…. Setiap langkah ke rumah nenek sangat  menyenangkan karena masih merupakan hutan yang teduh, kambing dan sapi berkeliaran dan langkah harus hati2 kalo tidak, hmmm siap2 aja kita nginjak eek kambing atau sapi hhehe….

Alhamdulillah, mudik tahun ini sangat berkesan, semoga tahun depan atau dua tahun lagi kami bisa mudik bersama lagi dan yang pasti tambah  dengan adikku dan adik iparku. Amin :). Semoga juga sudah ada buah hati kami. Amin :)

Yogya, 30 September 2011

By : mei (Annisa mutaqarabahulloh)

Leave a comment »

MEMASAK ITU………

Menjalani rutinitas baru pasca menikah, yaitu memasak. Hal yang sepertinya susah-susah gampang, gampang-gampang susah buangeeeet. Tidak ingin bercerita tentang bagaimana hebatnya (eh maksudnya HEBOHnya) ketika memasak tapi mencoba berbagi pengalaman untuk siapa saja yang sedang mempersiapkan pernikahannya, atau untuk cewek-cewek yang sampai saat ini belum mau meluangkan waktu untuk hal kecil yang penting yaitu belajar memasak . Pernah dulu baca sebuah tulisan di koran resep masakan yang rutin aku beli, disana tertulis ”seberapa banyakpun resep yang di baca dan di kumpulkan tidak akan membuat kita pandai memasak sampai kita mencoba resep2 tersebut”.

Benar juga, aku termasuk kolektor buku resep masakan yg paling getol, dari Koran, majalah, resep2 kecil ampe website2 memasak semua aku koleksi. Sampai2 akupun berlangganan Koran masak memasak. Tapi aku juga tak kunjung jadi chef seperti farah queen hehehe…. Ternyata karena selama ini aku Cuma ngeliatin gambar2 masakan dan membayangkan enaknya masakan tersebut. Ketika giliran muncul “rasa ingin memasak” langsung dech muncul penyakit “malas”, “ribet”, “khawatir gak jadi” dan lain-lain….

Dan jreng jreng,,, 1/2 tahun mendekati akan menikah mulai dech aku sibuk latihan memasak. Walaupun aku gak gaptek2 amat sama bumbu2 tapi aku belum punya “sense of cooking”…. Semua2 masih harus lihat resep dan HARUS persis baik takarannnya, HARUS persis bumbunya dan HARUS persis cara memasaknya…. Kalo lihat ibu2 lagi masak mereka tinggal masuk2in ajah bumbunya pake feeling jawabnya kalo di tanya…

Waktu menjelang menikah, aku sudah menyampaikan pd calon suamiku bahwa untuk memasak aku bisa tapi tidak pandai, karena kategori pandai menurutku adalah bisa memasak dengan rasa “pas” dan variasi yg banyak. Dan itu belumlah aku bangeeeet hehehehe….. Alhamdulillahnya bisa di maklumi katanya insyaAllah kalo dah jadi istri pasti lama kelamaan akan pandai (dan Alhamdulillah, stlh menikah aku bisa juga memasak)

Setelah menikah sayur pertama yg aku masakan untuk suamiku adalah tumis kangkung hehehe…. Secara ini sayur yg paling gampang banget…. Dan ternyata klo di lidah kita pas belum tentu di lidah orang lain juga pas… jadi waktu ku tanya gimana rasanya ? di jawab dengan senyum “rasa kangkung ^_^”

Jadilah setiap hari aku selalu belajar memasak, mirip seperti penelitian yg kusukai itu. Setiap perkembangan memasak ku catat dalam buku laporan pribadi memasak, ku beri nama “catatan penelitian memasak prof.mei”. setiap kesalahan di catat, setiap penemuan dlm memasak di catat, setiap masukan dari temen2 dan orang2 tua di catat, semua di catat….

Biar lambat asal selamat…. Eh salah… tidak ada kata terlambat dink… tapi untuk sahabat2 yg belum terlambat saya berpesan, belajarlah memasak sedini mungkin. Jangan sepele khan hal ini. Walaupun memang warung nasi banyak banget (apalagi di jogja), masakan cepat saji juga praktis, tapi pasti dech masakan kita lebih di sukai oleh keluarga kita.

Cobalah sahabat luangkan waktu minimal 2 hr dalam seminggu untuk belajar memasak. Hingga nanti kalo sudah tiba waktunya menjadi koki hebat di surga kecil kita (rumah) maka akan sangat memudahkan peran kita.

Oh ya satu lagi, ternyata memasak itu bukan sekedar memasak apa yg ingin kita makan atau apa yg kita suka, tapi lebih ke apa yg mereka (orang2 yg kita cintai) ingin makan dan apa yg mereka suka, dan kadang kita dengan ikhlas merelakan selera kita hanya untuk membuat mereka terseyum dan lahap memakan masakan kesukaan mereka dari tangan kita. ^_^

Selamat memasak bunda, sajikan terus makanan halal dan thoyib untuk keluarga…
1 lagi (dari tadi satu lagi terus hehehe…) ada yg membuat aku selalu yakin dalam memasak walaupun aku belum jago masak, bahwa masakan yg kita buat dengan penuh cinta dan di iringi doa dan dzikir ketika memasak punya citra rasa tersendiri…. Klo yang ini pasti keajaiban ALLAH SWT yg menjadikannya ^_^

ANYONE CAN COOK ^_^

By : mei (Annisa mutaqarabahulloh)

2 Comments »

THE NANNY

Awalnya aku selalu kagum dengan sosok the nanny dalam serial reality show tentang problematika pengasuhan anak di salah satu stasiun televisi swasta. Apalagi serial barunya dengan judul “SUPER NANNY” yang artinya dia pengasuh yang lebih luar biasa lagi, karena bisa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berat dalam pengasuhan anak. Luar biasa menurutku pada waktu itu…

Sambil terus menikmati acara tersebut, fikiranku mulai melayang-layang. Yang awalnya perhatianku hanya ficus pada sosok the nanny yang sabar dan tegas, perhatianku kemudian berpaling pada, bagaimana karakter keluarga dan anak-anak yang bermasalah tersebut.

AstaghfirulLoh, ternyata kenakalan anak-anak tersebut di luar kewajaran. Dalam tanyangan tersebut yang paling sering aku jumpai adalah, anak-anak yang selalu mengumpat kepada orang tuanya, anak-anak yang tidak bisa menghargai orang tua mereka, sesama saudara saling menyakiti seperti seorang kakak menarik kursi adeknya yg sedang duduk di meja makan, atau berteriak-teriak dengan kata-kata kasar dan kotor. Belum lagi saling memukul satu dengan yang lainnya, tidak mau mengalah, menumpahkan makanan di meja makan, meludah kepada orang tua. masyaAlLoh, sungguh luar biasa dan di luar kewajaran kenakalan-kenakalan mereka. saya juga sering menemui kenakalan pada anak-anak di sini, seperti menangis bila meminta sesuatu, berebut mainan, tidak bisa merapikan mainan. Tapi untuk sikap tidak hormat pada orang tua dan mengupat pada orang tua tidak (belum – semoga saja tidak) saya temui. Paling tidak kata-kata yang keluar sungguh sangat kasar sekali. Hmmm…. saya jadi berfikir, wajar sekali hal tersebut akan terjadi. Dalam bingkai pendidikan anak keluarga mereka, mereka tidak memiliki gambaran akan di jadikan atau di bentuk menjadi apakah anak-anak mereka kelak.

Anak adalah ibarat kertas putih, ingin di torehkan warna apa orang tualah yang memiliki peranan yang sangat besar. Dalam keluarga barat, orang tua tidak berperan terlalu besar terhadap anak-anak, malahan lebih terkesan mereka hanya sebagai yang melahirkan saja, sedangkan untuk urusan selanjutnya tentang dia akan hidup seperti apa, akan beragama apa, akan di serahkan sebesar-besarnya kepada anak dengan dalih KEBEBASAN (Liberalisme). Jadi tidka jarang kita akan melihat dalam potret keluarga barat, ada juga keluarga islam yg mengambil gaya hidup barat dalam 1 keluarga bisa beraneka ragam agama ada disana dan dianggap merupakan hal yang biasa-biasa saja.

Dalam pandangan islam, anak adalah amanah yang ALLAH berikan kepada orang tua, yang namanya amanah pasti akan ada pertanggung jawaban disana. Bahkan di dalam islam salah satu investasi abadi (dunia-akherat) adalah anak itu sendiri, dan tentunya bukan anak yg mejadi dokter, anak yang menjadi insinyur atau menjadi artis yg jadi investasi kita di dunia dan akherat tapi anak-anak yg kita didik dan menjadi anak-anak yang sholih/ah. Amin…

Anak yang Allah amanahkan pada kita bukanlah robot. Yang bisa kita dengan semau kita menyuruh ini dan itu tanpa memperhatikan perasaan mereka. Anak juga bukan hewan ternak atau hewan pekerja yang harus kita pukul terlebih dahulu baru mereka menurut, atau harus kita marahi terlebih dahulu baru mereka mau mengerjakan sesuatu. Bukan bunda, anak kita adalah makhluk ciptaan Allah yang Allah memberikan potensi akal, naluri (gharizah) dan juga kebutuhan jasmani (hajatul udawiyah), sehingga anak-anak kita adalah manusia-manusia yang bisa kita ajak berbicara/berkomunikasi, bisa kita ajak ikut merasakan, dan bisa kita ajak berfikir.

Tapi mendidik anak memang bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu Allah memberik ganjaran pahala yang tiada terkira. Dan ingat, peran dalam mendidik anak adalah ada pada kedua orang tuanya, bukan pada televisi, bukan pada kaset VCD, bukan pada baby sitter, bukan juga pada ibu/bapak kita (nenek anak2 kita), bukan pula pada institusi pendidikan. Orang tualah yang bertanggung jawab untuk mendidik mereka, dan ibu yang memilki peran yang lebih besar.

Maka jadilah madrasah pertama bagi anak-anak kita, berikan tauladan terindah kita untuk mereka. Didiklah mereka sedari dalam kandungan, bahkan mungkin sedari mereka belum di titipkan di rahim kita dengan cara banyak-banyak bertaqqorub (mendekatkan diri) kepada Allah, melalui sholat, ibadah sunah, tadarus al qur’an, membaca buku-buku yang bermanfaat terkait pendidikan anak dan tumbuh kembang anak, melengkapi dengan ilmu-ilmu agama. InsyaAllah, anak sholih/ah akan terlahir dari ibu-ibu yang sholihah juga. Amin. insyaAllah. Wallahu’alam bi showab

By : mei ( annisa mutaqarabahallah)

2 Comments »

Suatu Sore

 

Setiap hari waktu berjalan, tidak pernah berhenti apalagi mundur kebelakang. Hmmm… membicarakan waktu seolah membicarakan Sesuatu yang misterius, hingga syaidina Ali juga berpesan bahwa waktu itu ibarat pedang bermata dua, bila pandai memanfaatkannya maka engkau akan selamat bila tidak maka engkau akan terlindas oleh waktu…

Cepat sekali waktu berlalu, hingga termasuk hari ini seiringi waktu semuanya juga sudah berubah. Aktivitasku sekarang ada beberpa yang berubah, ada juga yang bertambah hmmm… semua seiring berubahnya waktu (dan tentunya bertambahnya peran ^_^).

Langkah-langkah baru mulai di susun kembali, mungkin langkah yang tak akan sama ketika dulu masih sendiri. Karena saat ini ada langkah lain yang akan mengiringi langkah ini, ada langkah lain yang senantiasa menjaga dan bertanggung jawab terhadap langkah ini.

Tidak salah bila Allah memberikah naluri pada manusia, Allah berikan salah satunya adalah naluri mempertahankan diri (ghorizatul baqa’), tapi yang akan jadi pertanggung jawaban adalah bagaimana kita memenuhi naluri tersebut, sesuaikah dengan aturannya ataukah tidak.

Dulu aku punya mimpi… sekarangpun aku masih mempunyai mimpi.. terkadang masih rindu dengan mimpi yang di bangun dulu, tapi kembali menyadarkan diri bahwa mimpiku sekarang jauh lebih luar biasa…. ku yakini mimpiku tidak sedang di ambil/di hilangkan, tapi di tukar dengan mimpi yang lebih indah :)

Suatu sore di sebuah taman di tempat yang suasananya akan selalu aku rindukan di sebuah universitas tempat gudangnya ilmu… bismillah semoga langkah ini semakin kuat dan lurus. Amin

Merpati rela menukar sayapnya dengan sayap bidadari………. Semoga bisa untuk melesat sampai ke jannahNYA. Amin….

By : mei

1 Comment »

3 BIG QUESTIONS

Berapa jumlah satelit planet Jupiter ?
Bagaimana dengan tumbukkan besar itu bisa membentuk alam semesta ini ?
Dalam satu kali bertelur seekor semut bisa menelurkan berapa telur?
Jika gas amoniak di uraikan menjadi senyawa2 kecil dan di campur dengan belerang kira2 zat apa yg akan terbentuk ?
Siapakah penemu bakteri pertama kali?

Hmmm…. gimana bisa gak njawab pertanyaan2 di atas?
Apakah itu pertanyaan2 yang sulit?
Atau masih terlalu mudah untuk sahabat semua :)

Pertanyaan-pertanyaan di atas emang sulit-sulit sich apalagi untuk yang jarang baca buku hehehe (just kidding, untuk motivasi sahabat biar rajin baca buku), tapi semua pertanyaan tidak cukup sulit karena kita bisa ajah mencari “buku pintar” atau buka-buka buku ensklopedia atau cukup search di mesin pencari di internet, tinggal enter, keluar dech jawabannya.

Tapi ada pertanyaan yang besar yang bisa kita sebut dengan simpul semua pertanyaan-pertanyaan yang lainnya, yang pertanyaan ini kudu kita jawab dengan jawaban yang bener dan proses berfikir yg benar pula. Karena bener atau salahnya jawaban kita akan mempengaruhi pandangan kita terhadap hidup ini (waduw kok bisa ya?) Penasaran??? Oke kita masuki ke 3 Big Questions itu yukkk….

Sahabat semua orang kudu memikirkan 3 pertanyaan besar ini, karena ini menyangkut dirinya, yaitu :

  1. dari mana kita berasal ?
  2. untuk apa kita di dunia ?
  3. mau kemana kita setelah di dunia ini ?

dan yang lebih penting lagi adakah kaitannya antara ke 3 pertanyaan tadi? (nah loh…. )

hmmm….. banyak jawaban tuk pertanyaan di atas.

Mungkin ada yg menjawab kita berasal dari bapak dan ibu kita, ada juga yang menjawab kita berasal dari Tuhan, atau ada yg menjawab kita berasal dari materi yg bernama ovum dan sprema hingga jadilah manusia. Semua jawaban terlihat benar semua tapi mana jawaban yg benar sejati (mau nulis benar2 benar khawatir malah bingung he he … ). Bila kita berasal dari materi maka apakah mampu materi tersebut akan berjalan sendiri dengan keinginanya, hingga akhirnya membentuk segumpal darah, segumpal daging, terbentuk sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem pendengaran, sistem pengelihatan, semuanya dengan sendirinya, ya dengan sendirinya. Mungkinkah??? Akal yg sehat akan mengatakan tidak mungkin, bila sesempurna ini. Pasti ada permulaan, pasti ada penciptaan, pasti ada pengaturan dan sel-sel yang tunduk di bawah pengaturan. Maka pasti ada yang sangat Agung yang mengatur ini semua, maka pasti ada yang sangat Sempurna yang menyeru ini semua, sesuatu ini tak mungkin sama dengan yang dibuatnya, sesuatu ini pasti berbeda, yang tidak memerlukan bantuan, yang kekal dan tidak terbatas. Ya itulah Tuhan, dan tiada Tuhan selain AlLoh yang berhak disembah. Jadi kita semua berasal dari AlLoh, kita adalah makhluk ciptaanNya. Oooohhh…… ternyata asal kita merupakan Penciptaan dan Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, yaitu tiada Tuhan selain AlLoh SWT.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa (QS al Baqoroh : 21)

Oke satu pertanyaan besar terjawab sudah. Next Big Question, untuk apa kita ada di dunia?… Untuk senang2, untuk cari uang sebanyak-banyaknya, untuk memuaskan keinginan2 kita atau untuk apa?… mungkin sebagian dari sahabat menjawab seperti jawaban di atas. Baiklah, hidup ini memang indah, maka harus kita nikmati dengan sebaik-baiknya. Ada yg pernah makan kue tart tidak? Atau black forest..??? hhmmm yummy… enak ya kue-kue itu. Bentuknya juga sangat menarik, tapi apa yg terjadi kalo kita makan sebanyak2nya tanpa kontrol, padahal “kebutuhan” perut kita dah kenyang tapi “keinginan” kita masih ingin saja melahap habis satu loyang black forest. Yup, yup… bisa jadi kita muntah (sorry… agak jorok)… intinya kita ini tidak tahu apa yg terbaik tuk kita, kalo tidak ada yang memberi tahu. Kalo Cuma lihat bentuknya/penampilannya saja kita lebih sering salah. Di Al Qur’an AlLoh sudah mengingatkan kita.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS al Hujurat : 12).

ya kita manusia, tidak tahu apa yang terbaik buat kita. Oleh karena itu kita serahkan saja pada yang paling mengerti tentang kita, yaitu pencipta kita (AlLah SWT), sehingga untuk menjawab pertanyaan ”untuk apa kita ada di dunia” maka Islam sudah mempunyai jawaban (keren yak islam :) )… manusia hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya, yaitu untuk mentaati AlLah SWT dan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dalam segala aspek kehidupan.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku. (QS ad Dzariyat : 56)

Arti ibadah secara khusus adalah ketaatan kepada hukum syara’ yang mengatur hubungan manusia dengan Rabbnya, seperti sholat, zakat, haji, puasa dan doa dan lain sebagainya.

Mengaktualisasikan ibadah arti umum inilah yang secara konkret merupakan misi hidup manusia di dunia menurut Islam. Aktualisasi ibadah terwujud ketika seorang muslim mengikatkan dirinya dengan aturan-aturan Islam dalam segala aktivitasnya, baik ketika berhubungan dengan AlLah SWT, berhubungan dengan orang lain, maupun dengan dirinya sendiri. Begitu….. dalam segala aktivitas dah semua harus senantiasa terikat dengan aturan Islam, kalo ada aktivitas kita yg tidak terikat dengan hukum, weee kudu segera putar arah 180 derajat tuch alias kembali pada aktivitas yg terikat aturan Islam.

Nah the last BIG QUESTION adalah mau kemana kita setelah hidup di dunia… ibarat sebuah perjalanan kita harus mempunyai tujuan. Alangkah sedihnya kalo kita misalnya mau jalan-jalan tapi gak tau tujuan kita mau kemana? Hanya berputar-putar saja, hmmm sepertinya jalan-jalan kita menjadi kurang menarik dan kurang mengesankan. Beda dengan ketika kita sudah tahu apa yg kita tuju. Misalnya, kita mau pergi menikmati segarnya udara pegunungan, pastinya meskipun sepanjang perjalanan kita mendapati udara yg panas atau perjalanan yg melelahkan tapi bayangan akan segarnya udara pegunungan atau indahnya pemandangan hutan pinus dan gemericik air sungai bening membuat kita tetap bersemangat menjalani perjalanan ini. Begitu juga dengan kehidupan, mau kemana tujuan kita setelah hiduppun harus mendapatkan jawaban… benar, setelah kehidupan kita akan kembali pada Pencipta kita yaitu Allah SWT. Memilih 1 dari 2 tempat akhir kehidupan manusia akankah terbakar di NERAKA-NYA karena segala kemaksiatan dan keangkuhan kita selama di dunia, atau menikmati sejuknya SURGA-NYA karean ketundukkan dan kesabaran kita menjalani kehidupan dunia dengan selalui patuh dan tunduk akan perintah dan laranganNya. Hmmm…. ya, qt yg memilihnya… pilihan kita di mulai dari bagaimana qt menjalani kehidupan qt.

3 BIG QUESTIONS udah terjawab dengan sempurna, masih ada waktu, belum terlambat ^_^..

By : mei

2 Comments »

Ayah..Tidak Hanya Bunda kan???

Setiap anak yang lahir ibarat gelas kosong dan bening yang harus di isi dengan air oleh orangtuanya. Air inilah yang akan membentuk karakter, kepribadian, pola fikir. Dan pola sikap anak dalam mengarungi kehidupannya. ..

“Bun.., kok nilai Zaffa pas-pas san begini sih?, makanya lain waktu Bunda harus lebih intens lagi dunk dampingin belajarnya…!!”

“ Bunda…kok tadi Zaffa begitu sih?, kan ga’ sopan, ayah kan malu dengan tamu kita tadi…, emang di sekolahnya ga’ diajarin yah? Bunda juga ga’ pernah ngajarinnya?”

“ Bunda…!!, nih si ade minta bacain buku cerita, tugas kantor ayah numpuk nih, Bunda aja deh yang bacain, lagian kan biasanya memang dengan bunda.”

Demikianlah ayah Zaffa sehari-hari. Selalu saja menyerahkan semua urusan Zaffa kepada istrinya : bunda Zaffa. Ia merasa bahwa tugas utamanya sebagai seorang ayah adalah menafkahi istri dan anak-anaknya, sementara segala urusan rumah tangga dan urusan anak adalah tugas istrinya.

Ayah Zaffa tentu tak sendiri, ada banyak ayah di masyarakat kita yang juga berfikiran sama sepertinya. Mereka melakukan pembagian wilayah tugas, tugas ayah adalah mencari nafkah dan karena itu sebagian besar waktunya ia habiskan di luar rumah, sementara ibu bertugas mengurusi dan mendidik anak karena punya banyak waktu di dalam rumah.

Pada dasarnya dalam Islam tidak ada pembedaan di antara ayah dan ibu dalam tugasnya mendidik anak-anak mereka. Mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.

Ayah dan ibu harus saling bekerjasama dalam pendidikan anak. Peran keduanya tidak bisa dilepaskan begitu saja. Sekalipun sang ayah sudah memenuhi kewajibannya mencari nafkah, hal itu tidak serta merta menggugurkan kewajibannya dalam mendidik anak, sehingga harus menyerahkan semua pendidikan anak hanya kepada seorang ibu. Orangtua juga tidak boleh sepenuhnya menyerahkan urusan pendidikan anak-anaknya ke sekolah. Kewajiban utama mendidik anak tetap ada di orangtuanya. Keberadaan sekolah hanya bersifat sekedar membantu.

Bagaimana dengan orang tua yang mengabaikan hak pendidikan anaknya??Ahzami merinci beberapa ancaman yang akan diterima orangtua tersebut.

Pertama, bisa berupa ancaman dunia. Jika orangtua tidak bisa mendidik anak dengan benar, maka anak yang tadinya nikmat dan anugrah Allah swt, bisa berubah menjadi fitnah atau ujian.

Kedua, Orangtua akan ditanya oleh Allah terkait anak. Karena anak adalah titipanNya. Jadi bila anak berbuat maksiat, orangtua terancam tidak masuk syurga. Ketika anak disia-siakan atau tidak dididik dengan baik maka orang yang paling bertanggung jawab adalah orang yang paling menyia-nyiakan anaknya itu, yang tidak peduli pada anaknya.

Nah jadi, ayah bunda yang budiman, baik ayah maupun bunda sama-sama memikul tanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita, agar mereka menjadi hamba yang Rabbani yang mampu memenuhi segala tuntutan hidup yang datang pada dirinya. Semoga setiap kita akan sukses mendidik anak-anak kita…Amiin. .^_^

Kaliurang, 2 Juli 09.

(www.asyifa85. blogspot. com)

(www.sit-alkarima. com)

5 Comments »

BUNDAKU

Bahagiakanku dengan tulusmu…
Bahagiakanku dengan senyummu..
Tentramkan daku dengan dzikirmu
Teduhkanlahku dengan restumu…
Doakanlahku ibundaku…

Terimakasihku pada ibunda….
Atas segala restu ikhlasmu….
Terimakasihku pada ibunda…
Atas limpahan kasih sayangmu….

Hormat takzimku selalu…

Ku bersyukur padaMu Robbi…
Bundaku sehat selalu….
Dan berharap akan ridhoMu….
Dengan ridho Ibundaku…
Dengan restu Ibundaku….
Dengan doa Ibundaku…

By : Seismic

2 Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.