NO TITLE…

Pekikan takbir menggema..
Membahana di sepanjang jalanan

Orang-orang hanya terdiam memandang..
Ada pula yang tersenyum sinis melihatnya..
Beberapa tampak kebingungan menonton
Yang lainnya mengerutu …
Sebagian menaruh harapan memperhatikan…

Tak peduli dengan bagaimana ekspresi mereka
Tapi seruan kebenaran ini harus di sampaikan…
Harus ada yang berani mengatakan
Bahwa kita hidup dalam aturan tanpa RidhoNya
Kita sedang menduakan Dia..
Kita sedang congkak dengan menandingi Dia..

AstaghfirulLoh… Ampuni kami ya AlLoh
AstaghfirulLoh… Ampuni kami ya AlLoh
AstaghfirulLoh… Ampuni kami ya AlLoh

Kami tak peduli sebagian akan menganggap remeh seruan ini
Kami tak peduli sebagian yang lain menganggap kami terlalu banyak bicara tanpa aksi nyata
Kami tak peduli sebagian yang lain mengatakan ini hanya sia-sia saja

Tugas kami hanya menyeru…
Tugas kami hanya menyampaikan..
Mengikuti bagaimana Rosul tercinta berdakwah..
Membuka pemikiran masyarakat yang sudah terselimuti pemahaman sesat kapitalis
Menyadarkan masyarakat bahaya hidup berasaskan Sekulerisme
Menyingkirkan belenggu-belenggu umat ini, yang membuat umat terlena dan jauh dari ilLahi..
Mengajak masyarakat akan kehidupan yang INDAH dalam naungan ISLAM

Jalanan akan terus menjadi saksi perjuangan kami..
Terik mentari juga akan bersaksi kelak di hadapan IlLahi..
Biar wajah ini menghitam tertempa panas, asalkan di surga nanti bercahaya.
Biarlah kaki ini membengkak, asalkan ringan langkah ini ketika melewati jembatan sidrotul muntaha

Ya Robbi, kami sudah menjual diri ini padaMu
Kami yakin bertransaksi denganMu tidak akan pernah rugi

Ah, tidak perlu kita terkenal di antara penduduk bumi..
Cukuplah kita di kenal penduduk langit…

Ya Rosul, yang kami rasakan belum seperti apa yang kau rasakan
Syafa’atkan kami….

Jogja, 7-11-2009

Ba’da masyiroh (AKSI damai) “bersihkan Indonesia dari para koruptor dengan syariah dan Khilafah”

By : syahidah alifkecil (al nisa tuqorrabbuhalLah)

ANDAIKAN SEIRING WAKTU AKAN BERUBAH…..

hujan1

Persahabatan bagai kepompong…

Merubah ulat menjadi kupu-kupu…

(Kepompong – Sindentosca)

Waktu telpon genggamku berbunyi siang itu betapa senangnya, karena ternyata sahabat yang sudah lama tidak bertemu mengkabarkan akan datang ke kotaku (jogja)  sore ini, walaupun tujuannya bukan spesial untuk menjengukku, tapi tak apalah…. Sudah menyenangkan….

Layaknya orang yang sudah lama tidak bertemu, pasti rasa rindu sudah sangat menggunung. Sambil menunggu kedatangannya, di-isi dengan menyelesaiakan beberapa pekerjaan (amanah) yang belum selesai.

alhamdulilLah akhirnya yang di tunggu datang juga…

Salam doa selamat dan rahmat langsung mengalir dari kami. Kebiasaan yang menyenangkan sesama muslim bila bertemu, yaitu saling mendoakan.

Senyumanku masih mengembang, sambil terus memandangi wajah temanku yang sudah lama tidak bertemu ini (padahal baru 1 tahun tdk bertemu he he….), lamat-lamat ku perhatikan wajahnya sepertinya ada sesuatu di benaknya. Agar tidak begitu tegang, ku ajak duduk2 dulu dan ngobrol ringan. Tapi masih kudapati wajah yang sedih dan tidak konsentrasi ketika di ajak berbicara.

Hmm… mungkin dia masih capek baru saja melakukan perjalan yang cukup jauh, akhirnya kutanya tentang pengalamannya hidup di Jakarta beberapa bulan ini. Tapi jawabanya datar dan biasa saja tak ada semangat. dalam hati berfikir mungkin menceritakan kehidupannya di Jakarta kurang menyenangkan. Kemudian ku ganti topik dengan menanyakan apakah masih sering ikut pengajian? Pertanyaan kali ini malah di jawab dengan wajah makin sedih. Ku tangkap lagi mungkin dia tidak sempat lagi berburu ilmu agama yang wajib untuk di cari ini, atau dia memang sedang bingung… bingung yang sangat…. Jurus terakhir, ku tawarkan air minum saja, semoga dia sedang tidak berpuasa hari ini. Tapi juga di tolak dengan halus… baiklah tidak mengapa :)

Setelah duduk2 lesehan sebentar di ruangan, walaupun terjadi obrolan tapi wajah sahabatku masih saja kosong. Ayo donk…. Cerita…. Gumamku dalam hati.

Akhirnya kuputuskan untuk mengajak jalan2 saja mengelilingi kampus, siapa tahu oksigen bisa mengisi otak kita berdua dan menekan sistem syaraf menjadi lebih relax, sambil menyelesaikan beberapa urusannya di kampus ini. syukurlah, suasana juga mendukung, suasana setelah hujan, dengan udara yg masih segar karena partikel debu baru saja di redam oleh air hujan, dan awan yang berwarna abu-abu sisa awan hujan yang lebih gelap. Sambil terus berjalan sambil aku bercerita, sahabatku masih mendengarkan tapi tidak konsentrasi, setiap ku lirik tetap saja pandangannya kosong.

Ya AlLoh, masihkah seperti ini, belum berubah. Padahal waktu tak pernah sedetikpun berhenti. sahabatku, aku ingin sekali membantumu, semampuku…..

“Hey… kamu sibuk gak hari ini”? tanyanya kepadaku tiba-tiba. “enggak” jawabku. “kita duduk-duduk dulu yuk” ajaknya ketika melewati kursi yang di persiapkan kampus untuk duduk mahasiswa yang sedang menunggu antrian giliran pelayanan. “baiklah” jawabku, sambil berdoa, semoga dia mau membagi bebannya kepadaku, sehingga minimalnya ada secarik senyum di wajahnya setelah pertemuan ini…

Dia memulai menceritakan kisahnya, segala keluh kesahnya. Dan tugasku hanyalah mendengarkan, dan sedikit berkomentar bila diperlukan atau ditanya. Dia mulai menceritakan pengalamannya di jakarta, tidak begitu banyak mengenal orang, dan juga menceritakan permasalahan pokok yang membebaninya.

Sambil terus mendengarkan, pelan-pelan kutarik nafas agar ada juga oksigen yang mengisi sel2 otakku agar aku juga bisa relax menghadapinya. Otak yang sehat sangat penting ketika kita akan memberikan solusi kepada orang lain. Semua informasi yang pernah aku dapatkan dalam forum2 majelis tafkir islam mulai saling mengait untuk memberikan solusi yang islami untuk sahabatku ini. Aku [insyaAlLoh] sudah lama meninggalkan solusi yang berdasarkan pada manfaat, keuntungan semu, keuntungan materiil, standar ganda berperilaku, atau salusi saling menjatuhkan dan mementingakn diri sendiri. Setelah kusadari semuanya bukan solusi yang menyelematkanku di dunia dan di akherat. Saat ini aku hanya pakai 1 solusi untuk menyelesaiakan segala permasalahanku, semua masalahku, dia sangat luar biasa, dia adalah ISLAM. Aku hanya menjadikan ISLAM sebagai pemecah setiap permasalahan. Aku yakin Islam mampu lebih dari itu, islam tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan individuku, ISLAM mampu menyelesaiakan permasalahan berskala sistem, berskala negara. subahanalLoh…

Dua Tahun yang lalu, aku juga pernah mendengar masalah yang sama, yang di ceritakan juga oleh sahabatku…. ya AlLoh, mengapa masih saja sama……

Orang bilang, waktu bisa merubah segalanya, orang bilang seiring waktu pasti berubah. Benarkah? Ada juga yg lebih puitis mengatakan ”biar waktu yang akan menjawab segalanya” (ah ada2 saja). Kenapa semua di serahkan pada sang waktu? Bukankah waktu hanyalah sebuah garis lurus yg ada akhirnya, dia bukan garis tanpa batas. Waktu hanya dimensi yang tidak memberikan perubahan apa-apa2, karena berjalannya waktu bukan kita yg mengendalikan, kita hanya titik yang berada di atas garis waktu.

Salah bila menyerahkan perubahan pada sang waktu. Perubahan di awali di pemahaman kita, di cara pandang kita tentang kehidupan, di pemikiran yang mengisi diri kita. Yach, cara pandang sahabatku tentang masalahnya masih sama, sehingga masalah tersebut terus menjadi beban dirinya… walaupun waktu terus berubah, tapi waktu tidak memberikan perubahan… perubahan ada di sini, ada pada pemahaman kita.

Semoga, AlLoh memberikan waktu untuk kami lebih banyak bertemu, hingga aku bisa memberikan sedikit pemahaman agar sahabatku tidak bingung lagi menghadapi segala sesuatunya, dan agar sahabatku lebih mandiri dalam pemikiran…

Semoga AlLoh memberikan kekuatan kepada sahabatku dalam menghadapi ujiannya, semoga ia meraih gelar hamba yg bertaqwa di hadapan AlLoh SWT. Amin

Syukurlah, ada sedikit senyuman di akhir pertemuan sore itu.

Sahabatku, aku hanya bisa menemanimu di dunia, aku hanya bisa cerewet di dunia ini, karena di akherat nanti kita akan berjalan sendiri-sendiri.

Untuk semua orang yang memiliki sahabat,…. sayangi sahabat kita dengan keimanan, dan kecintaan kita kepada AlLoh SWT, . . .

By : mei

RUMAH TAQWAKU

By : Seismic

Rumah taqwaku..
Menjadilah surgaku
Bagi seluruh keluargaku
Dengan rahmat Tuhanku

Rumah taqwaku
Benderanglah selalu
Menghangatkan hatiku
Dengan cahaya ilLahi Robbi

AlLoh terangilah selalu rumah taqwaku
Dengan cahaya kasih dan sayangMu
Berilah kesejukkan pada rumah taqwaku
Dengan percik ridho dan karuniaMu

Ya AlLoh berkahi selalu..
Rumah taqwaku…

Rumah taqwaku
Tempatku mencurahkan
Ilmu dan sayangku
Dengan ridho Tuhanku

Rumah taqwaku
Menyejuklah selalu
Menentramkan hatiku
Dengan naungan kalam illahi

nasehat luqman al hakim untuk anak2nya

Sepenggal kisah perjuangan di KONGRES MAHASISWA ISLAM INDONESIA

di luar ruangan Tulisan ini adalah tulisan dari seseorang yang menjadi saksi perjalanan perjuangan kongres mahasiswa muslim indonesia 18 oktober 2009 kemarin. Tulisan yang bagus, dan bersemangat, walaupun aku sudah tidak mahasiswa lagi, tapi semangat ini masih sama, insyaAlLoh selamanya :) . Teriring doa untuk sahabat2, adek2, dan semua pejuang kebenaran,.. Perjalanan ini ujungnya sangat indah, walau jalan yang kita lalui berliku dan terjal, genggam terus bara-nya, jangan pernah lepaskan, bahkan untuk berfikir melepaskannyapun jangan, mendekatlah terus pada pemilik Kekuatan, pemilik Semesta, dan Pengatur Kemenangan, Dzat yang paling Kuasa atas segalanya. AlLahu akbar….!!!

Inilah kisahnya :

17 Oktober 2009

Menjelang zuhur, telah ramai berkumpul di Masjid Kampus UGM, mahasiswa gabungan dari beberapa universitas di DIY. Dengan mengenakan jas almamaternya masing-masing, silau terpantul warna-warni oleh sinar mentari. Saya dan empat orang teman sedikit malu dengan kedatangan di tempat ini. Belum sempat terbungkus oleh almamater berwarna biru tua, pakaian khas perguruan tinggi tertua, yang menyandang nama Universitas Islam Indonesia. Malu karena tidak cukup bangga memamerkan jumlah teman seperjuangan yang seharusnya turut bermandi keringat dalam perjalanan kelak. UII, wakil dari utara hanya dengan lima orang saja.
Cukuplah dengan perkenalan singkat, kemudian sholat berjamaah. Tak lupa seremonial pelepasan kontingen DIY di timur masjid, 30 menit menahan panas, layaknya telapak kaki di atas penggorengan. Bus-bus pariwisata menanti di pinggiran jalan. Getaran mesin sebagai pertanda kesiapan menghantar 200 mahasiswa dari Jogja menuju Jakarta.
Akhirnya, pukul 14.30 iring-iringan 5 bus melaju perlahan sebagai awalan. Disertai bacaan basmalah kami semua berdoa, mengharapkan selamat perjalanan dan kesuksesan tujuan. Kongres Mahasiswa Islam Indonesia, itu nama acara yang akan kami hadiri. Diselenggarakan esok hari setelah keberangkatan kami. Konon acara besar ini dihadiri 5000 peserta yang seluruhnya mahasiswa dari berbagai propinsi di Indonesia. Tentu saja dengan segala kekurangannya tidak akan semulus dan menjanjikan seperti yang tertera di undangan dan lembar iklan, perkiraan saya dalam benak.

18 Oktober 2009

Jam di pergelangan tangan menunjukkan waktu pukul 3.35. Waktu yang tepat untuk tiba di Masjid Istiqlal. Melepaskan penat, membasuh tubuh dengan air, kemudian sholat subuh dengan nyaman. Seperti yang sudah-sudah. Masjid besar ini menjadi persinggahan bagi berbagai rombongan, baik yang satu tujuan dengan kami maupun ratusan orang yang berniat plesiran. Baru menjejakkan kaki di depan pintu masuk, jelas terlihat keramaian orang-orang yang akan menjadi lawan antrean di wilayah peturasan nanti. Sempat terlintas kenangan buruk dua tahun yang lalu, kala agenda akbar KKI 2007 digelar di Jakarta. Saat itu Masjid Istiqlal seolah bukan tempat yang nyaman bagi kami umat Islam. Dengan segala keburukan pengelolanya dan apapun yang terjadi di balik itu semua, saya berpikir ulang untuk meluapkannya dalam bentuk sepenggal cerita, takut ingatan itu berbalik menjadi sebuah dendam.
Alhamdulillah, ketakutan saya tidak terwujudkan. Pengelola begitu ramah, mulai dari penitipan sendal hingga pelayanan airnya yang lancar. Atau mungkin karena tidak terlihatnya ar-rayah berkibar oleh mata mereka? (ups..)

Pukul 5.30 kontingen dari DIY sudah terlihat rapi, bersolek dengan ketiadaan kosmetik yang mereka miliki. Sudah bisa terlihat pula oleh masing-masing mata, ramainya teman-teman satu tujuan yang akan bergerak ke senayan. Bus-bus dengan pelat selain AB terparkir diam di sekitar kami. Wajah-wajah mereka masih asing bagi kami, namun mimik wajahnya tak berbeda dengan semua yang ada di pelataran parkir ini. Sama-sama bermimik menahan lapar.

Tak sampai sejam kemudian sarapan pertama kami tiba. Nasi goreng plus kerupuk merah yang tidak tahan panas menjadi pembeda menu sarapan saya dengan teman-teman yang lain. Bismillah, kita santap bersama. Waktu belum menunjukkan pukul tujuh pagi dan bus kontingen DIY sudah melaju meninggalkan Istiqlal. Menuju senayan di dalam bus muncul berbagai guyonan. Guyonan khas Jogja dan syabab tentunya. Manakala melewati gedung-gedung pemerintahan mereka berandai-andai kelak akan menjadi kantor pemerintahan jaman Khilafah tegak. Gedung BI contohnya, akan menjadi Baitul Maal, kelakar seorang teman. Istana presiden pun tak luput dari cita menjadikannya rumah kerja sang khalifah. Amien.
Sekitar pukul 7.30 iringan bus kami tiba di parkiran senayan, arah mana tepatnya saya tidak paham. Baris-berbaris kami lakukan sekitar sepuluh menit sembari mendengarkan komando dari koordinator rombongan. Teman-teman dari STEI Hamfara terlihat mencolok dengan semangat mereka menyanyikan yel-yel dan tentu saja jumlahnya yang mencapai kurang lebih 75 mahasiswa. Sudah puas merenggangkan kedua kaki masing-masing, komando melangkah menuju gedung hall basket -tempat dimana rencananya akan dipakai sebagai tempat kongres- diteriakkan.

Kiranya ada 1,5 km kami berjalan. Di jalanan kami berpapasan dengan ramainya pengguna kawasan senayan ini. Jogging jelas pemandangan yang biasa, pria-wanita dengan pakaian lengkap maupun seadanya. Ternyata sedang ada lomba lari marathon 5 km yang lumayan ramai dan menyita perhatian pengunjung, dan ternyata jalan yang kami lalui turut mengganggu beberapa peserta lomba tersebut. Wah, maaf, kita bersaing sehat. Tibalah kami semua di depan gerbang tempat kongres akan dilaksanakan setelah 15 menit berjalan. Belum terlalu ramai oleh peserta, namun selalu terlihat lalu-lalang panitia dengan kesibukannya. Sebenarnya dalam perjalanan di dalam bus kami sempat diberitakan info bahwa kongres tidak jadi diadakan indoor. Sebabnya karena pihak kepolisian tidak kunjung mengeluarkan izin. Lalu ada berita yang menyusul bahwa ijin kongres diadakan dalam gedung berhasil turun namun dengan syarat acara hanya boleh berlangsung hingga pukul 13.00 saja. Tetap saja kerugian bagi pelaksanaan acara. Peserta dari berbagai daerah yang tiba di lokasi dipersilahkan berbaris seadanya karena acara belum juga dimulai. Kami semua semakin ragu bahwa kongres diadakan indoor, masalahnya ada 3 buah gedung olahraga kumuh yang tidak terlihat pintunya terbuka.

Benar saja, 45 menit kami menunggu di luar gedung hall basket hingga pekikan speaker berukuran jumbo membuat ribuan peserta tiba-tiba menjadi fokus pada asal suara tersebut. Dua orang MC laki-laki, dengan jas almamater kuning dan merah, berdiri di atas mobil pick-up yang ternyata telah disulap menjadi panggung dadakan. Mereka berdua menyambut kami semua dengan panggilan untuk mendekat dan ucapan salam. Lalu, terucaplah permohonan maaf dari segenap panitia kongres dan penjelasan mereka yang sekiranya tidaklah membuat kami kaget ataupun heran. Polisi yang jauh hari sebelum acara digelar dengan proses yang lambat mengulur waktu memberi keputusan ijin, hingga akhirnya 3 buah gedung yang ada di hadapan kami benar-benar terkunci rapat tidak terpakai. Jelas hari ini akan menjadi Kongres Jalanan terbesar.

Kami semua maklum, malah sebagian dari kami merasa hambar bila acara yang akbar ini tidak disertai hambatan yang berarti. Kepala kami kemudian dipenuhi prasangka-prasangka, ada apa gerangan pihak kepolisian tidak mengeluarkan ijin untuk sekedar kami menggelar kongres di dalam gedung yang nyata-nyata bisa lebih terkontrol. Jikalau polisi was-was dengan kedatangan ribuan mahasiswa yang bersemangat dan dipenuhi emosi yang menggebu-gebu, bukankah dengan memaksa kami menggelar kongres jalanan di bawah terik mentari semakin meningkatkan potensi semangat dan emosi di luar kendali? Beruntunglah pihak keamanan, kami semua mahasiswa Islam, yang memutuskan berjuang secara intelek tanpa kekerasan. Semangat yang makin meluap karena panas matahari di ubun-ubun menjadikan takbir kami begitu menggelegar hingga bergetar kendaraan yang terparkir di luar sana. Emosi yang terbakar di dalam jiwa karena panggilan bersatunya mahasiswa Islam Indonesia ditambah kezaliman kepolisian saat itu menjadikan seruan kami terhadap perjuangan tegaknya syariah dan khilafah semakin padu, kebencian terhadap demokrasi kami ledakkan melalu caci maki bahwa “Demokrasi..demokrasi..demokrasi pasti mati!!”.

Kedua MC di hadapan kami lantas berteriak, mengharapkan kami semua mengikuti perkataannya terhadap segelintir polisi di luar gerbang. “Pak polisi! Jumlah kami saat ini… Ada lebih dari 5000 orang!!” Teriakkan yang begitu riuh meledak setelah semua peserta tahu bahwa teman-teman seperjuangan mereka yang hadir melebihi batas undangan. Kami seolah ingin berterima kasih kepada polisi yang ‘menyediakan’ tempat memadai bagi mahasiswa yang berjumlah sebanyak ini. Dan seperti tidak ada jeda bagi MC untuk membiarkan kami terdiam barang sejenak. Panggilan takbir, tahlil dan makian terhadap demokrasi selalu membasahi kerongkongan kami. Kemudian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lebih dari lima menit namun begitu merdu pelafalannya hingga seluruh dari kami merasa tersejukkan. Itulah Al-Qur’an, landasan perjuangan 5000 lebih mahasiswa yang hadir di tempat ini. Total ada enam pembicara dalam Kongres Jalanan Mahasiswa Islam Indonesia yang berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 12 siang, empat diantaranya berasal dari kalangan non-mahasiswa, sisanya perwakilan mahasiswa dari Kalimantan dan Sulawesi.

Suasana kembali meriah saat teks sumpah mahasiswa yang terbungkus rapi oleh figura keemasan diletakkan di atas panggung. Pembacaan sumpah yang menjadi puncak acara. Jari telunjuk kami semua teracung menghadap langit, melafalkan kata demi kata serempak, membahana! Teriakkan “Khilafah..Khilafah..Khilafah” seringkali terdengar saat jeda. Ditegaskan kepada kami semua bahwa yang kami bacakan adalah sumpah antara mahasiswa Islam yang hadir dengan Allah SWT secara langsung! Tidak ada lagi perjuangan pragmatis, yang wajib diperjuangkan adalah syariah Islam dan tegaknya Khilafah yang dijalankan berdasar metode rasulullah Muhammad saw, matahari dan teriknya menjadi saksi, lalu berkumandanglah takbir, Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar!! Kemudian kami melompat bersama, menghentakkan kaki, mengepalkan jari-jemari, meneriakkan yel-yel favorit pada saat itu, yel-yel yang berjudul “Demokrasi vs Khilafah”! “Demokrasi..demokrasi..demokrasi pasti mati! Demokrasi..demokrasi..demokrasi biang keladi! Khilafah..Khilafah..Pasti tegak kembali! Khilafah..Khilafah..janji Allah yang pasti!!” Allahu Akbar!!
Kami semua benar-benar merasa satu, satu aqidah Islam, satu jalur perjuangan, satu sistem yang kami ikhlas dipimpinnya kelak! Beruntung bagi saya, keringat yang mengalir dari dahi mengaburkan aliran air mata beberapa kali. Inilah tonggak awal perjuangan mahasiswa Islam di seluruh Indonesia!

~Berikut adalah nukilan perkataan dari beberapa pembicara dalam kongres yang mampu menggetarkan jasad dan hati 5000an lebih peserta kongres~

1. Dwi Condro Triono/ Ahli Ekonomi

“Indonesia miskin bukan karena korupsi, tapi karena tidak rakyatnya tidak beriman dan bertakwa kepada Allah.” … “Serahkanlah kepengurusan sumber daya alam kepada Allah saja.” … “Sistem sosialisme telah berlangsung semasa orde lama dan hasilnya Gatot Kaca alias gagal total keakehan cangkem.”

2. Felix Siauw – Mualaf/ Islamic Inspirator

“Banyak yang mengatakan saya aneh, saya gila, manakala saya langsung memperjuangkan Islam padahal baru menyandang sebagai seorang mualaf. Seolah-olah ilmu yang saya miliki sudah melebihi mereka yang lebih dahulu memeluk Islam. Padahal yang saya perjuangkan adalah janji Allah yang pasti.”

3. Perwakilan Mahasiswa Kalimantan

“Perjuangan mahasiswa harus menuju ke arah perjuangan sistem bukan lagi rezim. Sistem sosialisme dan kapitalisme telah diberi kesempatan untuk berkuasa kemudian gagal. Saatnya sistem Islam yang diberi kesempatan.”

4. Perwakilan Mahasiswa Sulawesi

“Kalau Bush bisa menawarkan dua pilihan kepada dunia yaitu bersama Amerika atau bersama teroris, maka kita sebagai mahasiswa Islam juga bisa menawarkan pilihan kepada seluruh mahasiswa, ingin memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah bersama kami atau kami akan menggilas pemikiran-pemikiran keliru mereka!”

~Yogyakarta 19/Oktober/2009~

To Pandu, syukran ijin share catatan di facebooknya… semoga menjadi amal sholih untuk pandu. Amin..

BILA MATAHARI DI TANGAN KANANKU

soldier of AlLoh

Bila matahari di tangan kananku
Takkan mampu mengubah yakinku
Tertatih dan takkan terbeli dalam lubuk hati
Bilakah rembulan di tangan kiriku
Takkkan sanggup mengganti imanku
Jiwa dan raga ini apapun adanya
Andaikan seribu siksaan
Terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
Seujung rambut pun aku takkan bimbang jalan ini yang ku tempuh
Bilakah ajalkan menjelang
Jemput rindu2  syahid yang penuh kenikmatan
Cintaku hanya untukMu
Tetaplah muslimku selalu…

 

lupa lirik nasyidnya siapa… tapi sangat menyemangati :)

EMAIL TUK CHIEKO (MISYKAH) dan saudari2ku yg baru masuk ISLAM dan belajar berpuasa ^_^

sakura2

 

 

 

 

Assalamu’alaykum….

Chieko Kobayashi (Misykah) apa kabar??

Misykah jadikan ke Indonesia? Mei pasti akan senang sekali.

Misykah sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Kita sebagai orang Islam sangatlah senang menyambut bulan itu. Karena kita akan berpuasa 1 bulan penuh. Oia mei akan cerita kenapa kita sebagai orang islam senang akan datangnya bulan ramadhan karena dalam bulan ramadhan semua pintu neraka di tutup, syaithan di borgol tangan dan kakinya, dan pintu syurga akan di buka seluas-luasnya. Para malaikat sangat banyak di bumi, tugas para malaikat adalah meng’aminkan doa-doa orang islam. Sehingga doa pada waktu ramadhan insyaAlLoh akan terkabul :)

Itulah mengapa ramadhan akan selalu kita rindukan. Dan ini adalah ramadhan pertama untuk misykah. Misykah pasti akan sangat senang sekali. Di dalam bulan ramadhan ada satu malam sangat luar biasa, nilai pahala di malam itu sama seperti kita beribadah 1000 bulan. Bayangkan misykah 1000 bulan x 30 hari = 30.000 hari. Jadi 1 malam itu nilainya sama seperti 30.000 hari. Kalo kita mendapatkan malam lailatul Qodr. Tentang lailatul qodar insyaAlLoh akan mei ceritakan pada email selanjutnya. Oke

Mei akan ajari misykah cara berpuasa ya…..

Miskah, kita berpuasa itu memenuhi perintah AlLoh SWT di al quran surat al Baqoroh ayat 183 yang artinya

”wahai orang-orang yang beriman telah di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu, suapaya kamu bertaqwa”

Jadi para nabi dan rosul juga orang-orang sholeh terdahulu juga berpuasa. Dan semua orang Islam di seluruh dunia juga berpuasa pada bulan ramadhan

Nah untuk memulai berpuasa ini langkah-langkahnya

1. Membaca niat berpuasa

Niat puasa :

BismilLahirrohmanirrohim. Nawaitu sauma qodin an a’dai fardhi syahri romadhona hadihist sanati lillahi ta’ala

Artinya : Aku Niat berpuasa fardhu di bulan Ramadhan hanya karena AlLah ta’ala.

Nah niat ini di baca di malam hari. Jangan sampai lupa membaca niat ya, karena setiap hari sebelum puasa kita harus membaca niat ini di malam harinya. Misal misykah akan berpuasa hari Senin, maka niat puasanya di baca minggu malam. Dan niat berpuasa harus (wajib) dibaca setiap malam sebelum berpuasa. Oke … kalo misykah tidak faham nanti tanya mei ya…

2. Sahur

Sahur adalah makan di waktu sebelum fajar (sebelum sholat subuh) kira2 jarak waktunya 1,5 jam sebelum sholat subuh. Kalo misalnya subuh itu jam 4.30 maka sahur kita lakukan jam 3 pagi

Kita boleh makan dan minum pada waktu ini untuk persiapan kita berpuasa pagi harinya. Sebaiknya jangan makan terlalu kenyang ya… yang cukup saja, kalo kekenyangan nanti malah sakit perut hehehe…..

3.  Setalah adzan subuh kita sudah tidak boleh lagi makan dan minum

Nah kalo Misykah denger Adzan subuh maka misykah sudah harus STOP untuk makan dan minum dan juga nyemil hehe. Saat inilah kita mulai berpuasa… :) .

Berpuasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus tetapi juga menjaga ucapan kita untuk tidak marah-marah atau membicarakan orang lain, juga menjaga fikiran kita.

4. Berbuka Puasa dan jangan lupa membaca doa berbuka puasa.

Nah.. kalo adzan maghrib sudah berkumandang maka kita boleh untuk berbuka puasa. Kita minum yang maniz dulu. Kalo di Jepang ada kurma, sangat baik kalo Misykah berbuka dengan kurma, kalo tidak ada kurma dengan apapun boleh tapi lebih utama yang manis agar kondisi tubuh kita segera pulih kembali.

Oia jangan lupa baca doa berbuka puasa :

Doa berbuka puasa :

BismilLahirrohmanirrohim. Allahuma lakasumtu wabika amantu wa ’ala rizqika afthortu birahmatika ya arhaman rohimin

Artinya : dengan menyebut nama AlLoh. Ya AlLoh karenaMu aku berpuasa dan denganMu aku beriman, karena rezki dariMu kami berbuka dengan RahmatMu wahai yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

5. Nah, ada sholat sunah yang hanya dilakukan di bulan ramadhan, namanya sholat tarawih. Nanti insyaAlLoh tentang sholat tarawih mei emailkan terpisah ya…. sholat tarawih dilakukan setelah sholat isya Miskah.

Dan puasa itu untuk 1 bulan :D

Puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib, dan bila tidak di kerjakan maka akan mendapat Dosa. Tidak ada yang mendapat kelonggaran kecuali anak yang masih kecil. Orang yang sudah sangat tua juga wajib berpuasa tapi untuk yang sudah sangat tua dan tidak mampu berpuasa mereka AlLoh memberi keringanan boleh tidak berpuasa tapi membayar fidyah yaitu memberikan makan 1 orang fakir miskin sebanyak hari yang di tinggalkannya. Misal ada orang yg sudah tua yang tidak sanggup berpuasa selama 10 hari maka dia wajib memberi makan orang miskin selama 10 hari.

Dan kalo miskah sedang dapat HAID maka misykah tidak boleh berpuasa. Tapi misykah harus catat berapa hari dapat HAID nya kemudian setelah bulan ramadhan kita harus membayar dengan puasa. Banyaknya puasanya tergantung berapa hari kita tidak berpuasa selama haid.

Di bulan ramadhan juga sebaiknya di perbanyak membaca al Qur’an. Karena pahala membaca al Qur’an di bulan ramadhan itu 10x lipat :)   subhanalLoh….

Oia, ini mei kirimkan juga software waktu sholat untuk membantu misykah mengingatkan waktu sholat 5 waktu. Nanti misykah instal ya di laptop. Dan waktunya miskah pilih yang tokyo/kyoto. Oke :D

Sekian dulu ya surat dari mei

Mei kangeeeeeen sama misykah

InsyaAlLoh kita bertemu di Indonesia…

Wassalamu’alaikum warrohmatulLohi wabarokatuh

-Mei Allif-

sakura1 sakura3

 

 

 

 

TUHAN, Aku Jatuh Cinta lagi…

1_664575588l

Tuhan, tadi malam aku jatuh cinta lagi
Perasaan yang syahdu
Ada haru bercampur bahagia
Ada senyum diantara air mata

Tuhan, tadi malam aku jatuh cinta lagi
Jatuh cinta untuk yang kesekian kali
Ketika ku temukan surat cintaku padaMu
Walaupun untuk kesekian kali juga aku lupa bila pernah jatuh cinta padaMu

Tuhan, tadi malam aku jatuh cinta lagi
Ketika ku dapati kawanku mencontek surat cintaku padaMu
Cemburu rasanya…
Tapi tak mengapa…
Karena kami hamba-hambaMu sedang bersaing meraih cintaMu

Tuhan,…
Kenapa Kau tak pernah tolak cintaku
Padahal aku kadang lupa padaMu
Berkali-kali aku kirim surat cinta untukMu
Dan beribu-ribu kali Kau balas cintaku

Tuhan,…
Berkali-kali kukatakan cinta PadaMu
Berkali-kali pula kadang aku lupa padaMu
Ketika kumeminta keinginan-keinginanku hanya PadaMu
Kau berikan yang kuperlukan bukan yang kuinginkan

Tuhan, ketika rasa cintaku padaMu meliputiku
aku tesenyum melihat rencanaMu, baik dan buruknya
begitu indah Kau menghiburku
Tapi, ketika khilafku menyelimuti
Aku menangisi sesuatu yang tak jelas maknanya bagiku

Tuhan, tadi malam aku jatuh cinta lagi
Aku akan berusaha menjaga cintaku padaMu
Dan…
Jaga cintaku ya Tuhan, akan tetap bersih hanya untukMu…

By : si_alifkecil

SEJUTA KESEDIHAN HANYA PERLU 1 TETES AIR MATA

air mata

 

 

 

 

Hidup tidak selalunya Indah…
Langit tak selalu cerah…
Suram malam tak berbintang..
Itulah lukisan alam….

(Hijazz : Lukisan alam)

Benar, hidup tidaklah selalu indah, ada saja ujian yang datang menghampiri setiap manusia. Disanalah manusia akan di tempa, ibarat manusia itu hanya sepotong besi, maka ujian akan menjadikan dia menjadi sebilah pedang, pedang yang tajam yang di bawa seorang kesatria pemberani. Bukankah besi harus di pukul, di bakar, di pukul lagi, di bakar lagi, di pukul lagi dan di bakar lagi hingga dia menjadi pedang sejati. Besi tidak akan menjadi pedang hanya dengan di elus-elus saja.

Ujian menjadikan kita semakin merasa lemah, merasa sangat tidak berdaya, dan ingin menyerahkan dan menggantungkan semua permasalahan kita pada Yang Maha Kuat, mecurhatkan berlembar-lembar kesedihan kita padaNya, di tengah ke heningan malam.

Di Kala malam sunyi sepi..
Bani insan tenggelam dalam mimpi..
Musafir yang malang ini..
Pergi membasuh diri untuk menghadapMu oh Tuhan
Lemah lututku berdiri
Di hadapanMu tangisanku keharuan
Hamba yang lemah serta hina
Engkau terima jua mendekati
Dibawah duli KebesaranMu
Tuhan, hamba belum pasti
Bagaimana penerimaanMu dikala mendengarkan pengaduanku
Ku yakin Kau tak mungkiri dalam wahyu yang Kau nuzulkan
Kau berjanji menerima pengaduanku
Dan,…
Kau berjanji sudi mengampunkanku dari segala dosa yang kulakukan
AmpunanMu Tuhan lebih besar dari kesalahan insan
Hamba yakin dengan keampunanMu Tuhan
Bukan tidak ridho, cuma hendak mengadu padaMU
Tempat hamba kembali nanti disana

(Hijazz : Munajat seorang hamba)

SubhanalLoh…. sungguh indah penciptaan AlLoh… sebuah air bening pelepas segala kegundahan dan kesedihan… tidaklah AlLoh ciptakan semuanya adalah sia-sia. Kadang kita meremehkan air mata ini. Kita anggap ”cengeng” bila menangis, kita anggap gagah kalo bersikap tegar tanpa air mata. Bukankah kita terlahir dengan tangisan, dengan air mata? Air yang menjadi penguat setiap kita merasa lemah… bukankah setelah menangis kita merasa lega, bukankah setelah menangis kita merasa lebih ringan, bahkan air mata ini bisa membentengi kita dari panasnya api neraka ketika kita mengeluarkannya dalam rangka menyadari dan menginsafi segala dosa dan kesalahan kita?

Menangislah, kadang manusia terlalu sombong tuk menangis
Lalu untuk apa air matatlah  tercipta
Bukan hanya bahagia yang tercipta di dunia….

( haris isa (shafix) : menangislah di bahuku)

Sahabat, menagislah bila permasalahan sudah tidak sanggup kau fikirkan, menangislah bila permasalahan sudah sangat menyesakkan dadamu, menangislah bila kau sudah mulai kehilangan senyum ceriamu, menangislah seperti bayi-bayi di malam hari, tapi kuatlah seperti singa-singa di siang hari…

Karena air mata itu sangat hebat, lihatlah dia kecil tapi sanggup menaggung sejuta kesedihan kita…. setelah selesai menagis… tersenyumlah sebentar, tersenyumlah yang lebar, tersenyumlah yang tulus… dan siaplah menjadi Pedang yang tajam…. pedang yang lebih kuat, dan pedang yang lebih hebat.

Jadilah rumput yang lemah lembut
Tak luruh di pukul ribut
Bagai karang di dasar lautan
Tak terusik di landa badai

(Hijjaz : lukisan alam)

Suburkanlah sifat sabar di dalam jiwa kita… :)

By : Mei Allif

MANOHARA….. OH…. MANOHARA

2778992856_901f46fc64_mKalo rajin ngikutin siaran televisi pasti gak asing dech dengan nama manohara. Hehe,,, untuk yang jarang nonton TV saya kasih sekilas info.. manohara adalah nama seorang wanita (Indonesia) yang menikah dengan pangeran dari kerajaan kelantan (malaysia). Terus kenapa kalo nikah?? Menurut berita yag di edarkan di televisi, manohara mengalami penganiayaan oleh suaminya, dan tidak diperbolehkan bertemu dgn ibunya, sehingga sekarang ini ceritanya Manohara berhasil bertemu dengan Ibunya setelah berhasil bebas (melarikan diri) dari Singapura menuju Indonesia. Dan mulailah beritanya mewarnai layar kaca. Tapi saya gak mau bercerita banyak ttg Manohara karena menurut saya masih banyak Manohara yang lainnya (TKW Indonesia) yang mengalami nasib yang sama (mengalami penganiyaan) tapi kurang mendapatkan perhatian…

Waktu mendengarkan beritanya di televisi agak menggelitik juga kata2 yang di gunakan untuk memancing dan menarik perhatian. ”Manohara di aniaya Keluarga Kerajaan Malaysia”… hehe… Kalo membaca dengan sekilas tidak ada masalah… tapi lucu juga, pilihan katanya bisa menyebabkan perpecahan, karena yang di libatkan adalah kata ”Keluarga Malaysia”… kalo hanya menggunakan ”Manohara dianiaya suaminya” sepertinya tidak salah juga…. tapi kurang seru karena ini hanya akan jadi permasalah keluarga. Tapi yang lebih di kritisi adalah kenapa Isu ini begitu di blow up.. padahal isu kekerasan dalam rumah tangga sudah sering terjadi, tapi akhir2 ini isu2 yang terkait kekerasaan rumah tangga akan di respon dengan agresif oleh orang2. (terutama orang2 yang berkepentingan untuk memanfaatkan isu ini)…

Ya keluarga adalah bangunan paling kecil dalam sebuah negara. Banyak sekali hukum-hukum Islam yang mengatur tentang kehidupan berkeluarga. Dari Pernikahan, perwarisan, pengasuhan anak, poligami hingga perceraian… masih inget kasusnya Syaikh Puji yang nikah dengan anak di bawah umur (padahal udah baligh)?? Banyak orang2 yang berkepentingan untuk memblow up isu2 ini. Kenapa Ulfa di katakan masih di bawah umur? karena UU perkawinan di Indonesia mengatur bahwa usia minimal untuk seorang wanita menikah adalah 16 tahun dan Pria adalah 19 tahun (UU Perkawinan No 1 / 1974 Pasal 7 BAB syarat2 Perkawinan butir 1). Kemudian dibuatlah sejumlah alasan bahwa menikah di bawah usia 16tahun bisa membahayakan kesehatan reproduksinya, meningkatkan angka perceraian, merenggut masa kanak2, dll. Yang sebenarnya alasan (akibat2) tadi bisa jadi muncul bukan HANYA karena pernikahan DINI. Kacaunya Kesehatan Reproduksi lebih banyak di timbulkan oleh kehidupan bebas (Free sex) yang dianut muda-mudi (bahkan orang tua, naudzubilLAhimindzalik) pada saat ini, dan pendidikan dalam keluarga menyiapkan proses kedewasaan ketika anak2 sudah baligh sangatlah minim, hingga seorang manusia berusia 16tahun dan 19 tahun masih di kategorikan anak2 (sungguh mengenaskan… )

Sungguh membentengi keluarga kita, dan keluarga semua saudara kita sangatlah penting. Maka janganlah mencukupkan diri dengan ”yang penting keluarga saya sakinah, tenang dan terjaga”…  sungguh tidaklah cukup….

Bentengi seluruh keluarga muslim dengan pemahaman Islam yang benar, Pemahaman yang datang dari Pencipta kita, bukan pemahaman liberal berbalut hawa nafsu manusia…. dan sebaik-baiknya pelaksana sebuah kemaslahatan komulatif adalah sebuah Negara. Sebuah Negara yang melaksanakan hukum-hukum dari Tuhannya Manusia.

Bergeraklah… !!!!

By : Mei Allif

AIR MATA AYAH….

my-dad 1 tahun yang lalu aku selalu ketakutan kalo mendengar hp flexiku berdering. Selalu ku perhatikan siapa yang menelepon. Kalo di sana tertulis “abi-ku sayang” atau “umi-ku sayang” langsung dada ini berdetak kecang dan panik bagaimana caranya menolak telepon itu atau mendiamkan deringnya. Kadang temen2 sampai heran, dan menanyakan kepadaku “kenapa gak diangkat telponnya?”… dengan wajah sedih dan sangat bersalah aku akan menjawab ”aku, gak tahu harus ngomong apa sama bapak/ibu, dari pada aku mengangkat telpon dan mereka akan kecewa dengan berita yang akan aku sampaikan tidak sesuai dengan keingin mereka maka aku akan lebih sedih lagi” jawabku dengan nada yang sangat merasa bersalah. Pak, bu… maafkan yach….

Jadi inget waktu pertama kali kuliah di kota pelajar ini dan waktu belum punya HP. Aku rajin sekali menelpon bapak dan ibu lewat wartel bahkan aku sering ngumpulin uang untuk nelpon mereka agar bisa ngobrol berjam-jam. Belum lagi harus bangun pagi-pagi biar bisa nelpon dengan potongan harga. Tapi kenapa sekarang ketika AlLoh kasih kemudahan mempunyai telpon seluler aku jadi khawatir sekali mengangkat telpon dari ortuku. Bukan dari dulu sich tapi hanya akhir-akhir ini ketika aku tidak kunjung selesai mengerjakan penelitian thesisku. Karena pertanyaan ayah/ibu selalulah hampir sama :”sudah sampai mana thesisnya”, ”sudah ketemu dosennya belum?”, atau ”kira-kira kapan selesainya”… ah kenapa ya pertanyaan-pertanyaan itu sangat susah sekali menjawabnya. Karean memang penelitianku berjalan sangat lambat, seperti jalannya keong…. La hala wala quwata ilabillah…. Ya AlLoh berilah kekuatan dan kemudahan padaku….

Benarlah besarnya cinta orang tua pada kita melebihi rasa letih mereka. Sungguh mereka tak mengharapkan apa-apa dari kita kecuali cinta kita juga tak pernah berkurang pada mereka, perhatian kita tidak berpaling dari mereka. Teringat perkataan ayah yg disampaikan ulang melalui saudari kecilku ..”bu, jangan menghubungi si mbak dulu, keliatannya dia lagi sibuk nanti kita malah menggangu” atau ”bu, kalo nanti telpon si mbak jangan singgung2 tentang penelitiannya ya”…. ya AlLoh lemas rasanya hati ini mendengar cerita dari adikku. Ayah, Ibu sedikitpun kalian tidak pernah menggangu aku…. hanya aku yang tidak pernah ingin mengecewakan kalian. Kalo sudah begini aku selalu mengingat2 masa kecil ku, dan masa2 mereka ada di dekatku… dan kalo udah begini aku paling gak tahan… bendungan di mataku rasanya mudah sekali jebol, dan airnya pun mengalir…..
”ku buka album biru…
”penuh debu dan usang…
”kupandangi foto diri…
”kecil bersih belum bernoda…

”kata mereka, diriku slalu dimanja,…
”kata mereka diriku selalu di timang…
(potret, judul : bunda)

Dan biasanya besok paginya aku akan konser tunggal di kos… (hehe… Giant banget dah…. :D )

”andai aku tlah dewasa…
”apa yg akan kukatakan….
”untukmu idolaku tersayang… ayah … ohh..

”andai usiaku berubaha,,,..
”kan kubalas cintamu bunda…
”pelitaku… penerang jiwaku dalam setiap waktu…

”oh kutahu kau berharap..
” dalam langkahku, kutahu kaupun ada..
”dalam senyumku, ku tahu kau kucinta..
”dalam doaku… Oh Tuhan Kau kupinta…
”Bahagiakan mereka sepertiku”

( Sherina, judul : Andai aku besar nanti)

Dan kemarin aku menyelesaikan masa studyku. Salah satu dari beberapa perjalanan yang dinanti orang tuaku. Ku tahu mereka lega dan bahagia, dan kebahagiaanku melebihi kebahagian mereka. Karena kebahagianku adalah melihat senyum di bibir orang2 yang aku cintai…

Dan ketika namaku di panggil menerima ijazah…. aku tahu orang tuaku menangis…. karena aku merasakannya…. aku tahu walaupun orang tuaku duduk berdesak2an dengan orang tua yang lain atau dengan suami atau istri wisudawan/wati yg lain hehehe…..  dan walaupun aku tak tahu di sudut mana orang tuaku duduk tapi aku tahu mereka merekam setiap langkahku menuju panggung dekan, dan mereka mendoakan setiap langkahku….

Ya AlLoh… aku adalah seorang anak dari kedua orang tuaku…
Persaksikanlah… aku sangat mencintai mereka…

Mereka telah mendidiku dengan sangat baik…
Mereka menyayangiku dengan sangat tulus…
Mereka mengenalkanku padaMu…
Mereka mengajariku mengenal RosulMu..
Mereka menjadikan aku Islam…
Mereka mengajariku tentang bagaimana bersedekah..
Mereka mengajariku tentang menjalin ukhuwah…
Mereka mengajariku bagaimana menahan lapar…
Dan Mereka mewarisiku bekal ilmu…
Ampunilah dosa mereka dan bahagiakanlah mereka. Amin

Hari itu di tutup dengan kucium kedua tangan orang tuaku. Dan kulihat wajah ayah memerah menahan sesuatu, dan kutahu ayah menahan bendungannya yg akan mengalir… dan tanpa malu-malu… ayah menangis bahagia di gedung itu…

DSC00149

By : Ananda…

« Older entries