Archive for February, 2012

h1

CATATAN MUDIK 1432 H

February 24, 2012

Ramadhan sebentar lagi berlalu, bulan penuh barokah ini akan segera meninggalkan kita. Rindu.. rindu sekali bertemu dengan ramadhan tahun depan, masih bisakah? Hmm… tak ada yg mampu menjawabnya. Semoga Allah masih perkenankan aku, keluargaku, ayah dan ibuku (termasuk ayah dan ibu mertuaku :) … krn sejak menikah aku punya 2 ayah dan ibu :) ), dan juga adik dan kakakku (termasuk adik dan kakak iparku :)   ) masih izinkan kami untuk menikmati ibadah dan perjuangan di bulan Ramadhan tahun depan. Allahuma amin…

Satu yang paling sangat di sayangkan, aura ramadhan seperti orang2 yang pada rajin ke masjid, tadarus al qur’an sangat riuh, orang2 menge”REM” diri untuk tidak mendekati maksiat atau bahkan meninggalkan maksiat, yang tidak kalah lucunya, tempat2 hiburan malam atau lokalisasi juga tutup di saat bulan selama Ramadhan, bahkan ada himbauan dari pemerintah “membuka tepat maksiat di bulan Ramadhan adalah tidak terpuji “… tapi setelah Ramadhan, Aura itu hilang…. Kemaksiatan berangsur angsur pelan tapi pasti kembali merebak di negri ini…. Astaghfirulloh… lalu apa makna dari puasa qita, bukankah Allah berjanji predikat orang2 yang “LULUS” dengan puasanya akan menjadi orang2 yang bertaqwa… ku buka lagi al qur’an, ku baca surat al baqoroh ayat 183 “ ya ayyuhaladzina’amnu kutiba’alaykumushiam kama kutiba’alaladzina minqoblikum la’alakum tattaqun… wahai orang2 yang beriman telah Ku wajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah di wajibkan atas orang2 sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (TQS al Baqoroh 183)…. Kemana puasa2 kita?? Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Naudzubillahi min dzaliq…

Lebaran tahun ini giliran kami mudik ke Padang, hmm… ini akan jadi pengalaman pertama bagi suamiku, untuk berlebaran di kampung halaman istrinya :) … sebelum perjalanan jauh itu akan kami lalui bersama, aku persiapkan dulu fisik dan psikisnya agar siap melakukan long long jurney ke Pulau Sumatra. Maklum kami sekeluarga akan menaiki mobil untuk kesana dan itu membutuhkan waktu sekitar  3 hari, lumayan kan…. mas, nanti kita pulang kampungnya naik mobil lho, kita akan pulang dengan keluarga adek yg lainnya, jadi di dalam mobil akan di optimalkan kursinya alias penuh hehehe…. Sabar  ya, insyaAllah nikmat, karena kita akan bersilaturahmi… atau coba memberikan gambaran bagaimana kondisi keluargaku nanti di kampung, agar suamiku tidak terkaget kaget :D . Tapi lebaran tahun ini kurang semarak kurasakan karena adikku tercinta tidak bisa ikut berlebaran di kampung halaman kami di padang karena dia tahun ini berlebaran di rumah suaminya yaitu di Brebes…

Lebaran tahun ini cukup unik, karena sebelum ke Padang kami harus singgah dulu ke beberapa tempat. Yang pertama adalah rumah mertuaku di magelang, kami bermalam sehari di sana. Senang sekali, inilah ni’mat Allah dari sebuah pernikahan kita menjadi bertambah saudara. Setelah berpuasa bersama keluarga mertua saya dan suami pamit dan melanjutkan perjalanan ke Pekalongan, di sana ayah dan ibukupun sdh menunggu kedatangan  kami. Asyiik puasa di rumah lagi, 2 hari kami di Pekalongan semua waktu kami maksimalkan untuk beribadah bersama keluarga, kita saling diskusi keislaman, tadarus, sholat berjama’ah dan juga jalan2 melengkapi persiapan mudik ke Padang kami. Akhirnya tiba waktunya mudik ke Padang, bismillahirrohmanirrohim…. La haula wala quwata ila billah.. lindungi kami ya Allah.

Alhamdulillah, kulihat suamiku tidak mengeluh sedikitpun selama perjalanan skalipun mobil kami penuh muatan baik orang maupun barang2 hehehe…. Dia sangat menikmati perjalan panjang mudik tahun ini. Skali-kali ku lihat dia mengamati daerah2 di Sumatera yang memang berbeda dengan pulau Jawa yang sudah sangat padatnya. Syukur Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala rahmat kasih sayangMu.

Ku lihat ayah dan ibuku dengan senang hati membantu suamiku menerangkan nama setiap daerah yang kami lewati. Melihat mereka aku kembali bersyukur…. Hihihi… Alhamdulillah ayah dan ibu sekarang punya anak cowok hehe… bukan satu tapi dua lagi … :D . karena Alhamdulillah tahun ini adikku juga baru saja menikah. Sampai di kampung tidak kalah menariknya pengalaman kami, yang pasti suamiku beradaptasi dengan bahasa padang, Alhamdulillah walaupun masih harus di dampingi aku sebagai penterjemah beberapa kata tapi aku sangat menghargai semangatnya dan dia tidak pernah menghindar kalo di ajak berkumpul atau ngobrol meskipun tidak mengetahui yang di bicarakan apa, waktu kutanya “mas, faham gak?”… di jawab “faham dikit-dikit”… ku balas dengan senyuman :) . Di kampung enggak ada Mall, klo mau ke mall harus ke kota Padang dulu yang artinya kita harus melalui bukit-bukit dan menempuh perjalanan 2 jam, lagi pula untuk apa mencari mall. Di kampungku adanya Pasar jadi ya kita perginya ke pasar hehehe…. Klo lebaran PASAR jadi rame banget jadi pusat keraimanan. Kita juga ikut2an jalan2 di pasar, Minum jus alpukat dan bakso di pasar hihihi jadul banget ya… pegalaman asyik selanjutnya ketika suamiku ku ajak jalan2 ke belakang rumah yang kebetulan ada sungai besar dulu tempat orang cuci baju sampai cuci sapi dan kerbau, untuk mandi dan minum juga hehehe…. Tapi sekarang orang2 sudah punya sumur jadi tidak ke sungai lagi. Satu lagi yang tidak kalah menarik yaitu ketika kita mau ke rumah nenek (ortu dari bapak) rumahnya ,jauuuuuh di dalam bukit, mobil gak bisa masuk jadi kita jalan…. Setiap langkah ke rumah nenek sangat  menyenangkan karena masih merupakan hutan yang teduh, kambing dan sapi berkeliaran dan langkah harus hati2 kalo tidak, hmmm siap2 aja kita nginjak eek kambing atau sapi hhehe….

Alhamdulillah, mudik tahun ini sangat berkesan, semoga tahun depan atau dua tahun lagi kami bisa mudik bersama lagi dan yang pasti tambah  dengan adikku dan adik iparku. Amin :) . Semoga juga sudah ada buah hati kami. Amin :)

Yogya, 30 September 2011

By : mei (Annisa mutaqarabahulloh)

h1

MEMASAK ITU………

February 24, 2012

Menjalani rutinitas baru pasca menikah, yaitu memasak. Hal yang sepertinya susah-susah gampang, gampang-gampang susah buangeeeet. Tidak ingin bercerita tentang bagaimana hebatnya (eh maksudnya HEBOHnya) ketika memasak tapi mencoba berbagi pengalaman untuk siapa saja yang sedang mempersiapkan pernikahannya, atau untuk cewek-cewek yang sampai saat ini belum mau meluangkan waktu untuk hal kecil yang penting yaitu belajar memasak . Pernah dulu baca sebuah tulisan di koran resep masakan yang rutin aku beli, disana tertulis ”seberapa banyakpun resep yang di baca dan di kumpulkan tidak akan membuat kita pandai memasak sampai kita mencoba resep2 tersebut”.

Benar juga, aku termasuk kolektor buku resep masakan yg paling getol, dari Koran, majalah, resep2 kecil ampe website2 memasak semua aku koleksi. Sampai2 akupun berlangganan Koran masak memasak. Tapi aku juga tak kunjung jadi chef seperti farah queen hehehe…. Ternyata karena selama ini aku Cuma ngeliatin gambar2 masakan dan membayangkan enaknya masakan tersebut. Ketika giliran muncul “rasa ingin memasak” langsung dech muncul penyakit “malas”, “ribet”, “khawatir gak jadi” dan lain-lain….

Dan jreng jreng,,, 1/2 tahun mendekati akan menikah mulai dech aku sibuk latihan memasak. Walaupun aku gak gaptek2 amat sama bumbu2 tapi aku belum punya “sense of cooking”…. Semua2 masih harus lihat resep dan HARUS persis baik takarannnya, HARUS persis bumbunya dan HARUS persis cara memasaknya…. Kalo lihat ibu2 lagi masak mereka tinggal masuk2in ajah bumbunya pake feeling jawabnya kalo di tanya…

Waktu menjelang menikah, aku sudah menyampaikan pd calon suamiku bahwa untuk memasak aku bisa tapi tidak pandai, karena kategori pandai menurutku adalah bisa memasak dengan rasa “pas” dan variasi yg banyak. Dan itu belumlah aku bangeeeet hehehehe….. Alhamdulillahnya bisa di maklumi katanya insyaAllah kalo dah jadi istri pasti lama kelamaan akan pandai (dan Alhamdulillah, stlh menikah aku bisa juga memasak)

Setelah menikah sayur pertama yg aku masakan untuk suamiku adalah tumis kangkung hehehe…. Secara ini sayur yg paling gampang banget…. Dan ternyata klo di lidah kita pas belum tentu di lidah orang lain juga pas… jadi waktu ku tanya gimana rasanya ? di jawab dengan senyum “rasa kangkung ^_^”

Jadilah setiap hari aku selalu belajar memasak, mirip seperti penelitian yg kusukai itu. Setiap perkembangan memasak ku catat dalam buku laporan pribadi memasak, ku beri nama “catatan penelitian memasak prof.mei”. setiap kesalahan di catat, setiap penemuan dlm memasak di catat, setiap masukan dari temen2 dan orang2 tua di catat, semua di catat….

Biar lambat asal selamat…. Eh salah… tidak ada kata terlambat dink… tapi untuk sahabat2 yg belum terlambat saya berpesan, belajarlah memasak sedini mungkin. Jangan sepele khan hal ini. Walaupun memang warung nasi banyak banget (apalagi di jogja), masakan cepat saji juga praktis, tapi pasti dech masakan kita lebih di sukai oleh keluarga kita.

Cobalah sahabat luangkan waktu minimal 2 hr dalam seminggu untuk belajar memasak. Hingga nanti kalo sudah tiba waktunya menjadi koki hebat di surga kecil kita (rumah) maka akan sangat memudahkan peran kita.

Oh ya satu lagi, ternyata memasak itu bukan sekedar memasak apa yg ingin kita makan atau apa yg kita suka, tapi lebih ke apa yg mereka (orang2 yg kita cintai) ingin makan dan apa yg mereka suka, dan kadang kita dengan ikhlas merelakan selera kita hanya untuk membuat mereka terseyum dan lahap memakan masakan kesukaan mereka dari tangan kita. ^_^

Selamat memasak bunda, sajikan terus makanan halal dan thoyib untuk keluarga…
1 lagi (dari tadi satu lagi terus hehehe…) ada yg membuat aku selalu yakin dalam memasak walaupun aku belum jago masak, bahwa masakan yg kita buat dengan penuh cinta dan di iringi doa dan dzikir ketika memasak punya citra rasa tersendiri…. Klo yang ini pasti keajaiban ALLAH SWT yg menjadikannya ^_^

ANYONE CAN COOK ^_^

By : mei (Annisa mutaqarabahulloh)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.