CATATAN MUDIK 5 : Pasti Ada, biarpun hanya satu…..

Hal teraneh yang jadi tradisi di keluargaku adalah, membiarkan aku terus berkreasi membuat kue-kue lebaran walaupun rasanya gak karuan :). Jadi “ritual” membuat kue pasti menunggu aku pulang dulu ke rumah dari jogja. Jauh-jauh hari aku sudah mulai searching di internet atau buka2 koran masakan untuk merancang kue apa yang akan di buat lebaran tahun ini. Pokoknya persiapannya matang dech tapi entah kenapa prakteknya selalu ajah ada yang gagal :). Dan ini akan jadi cerita paling seru ketika saudara-saudara sudah pada datang. Karena kita akan saling berkomentar tentang kue-kue yang kubuat. Tante yang jago buat kue pasti akan memberikan banyak nasehat dan tips2 untuk membuat kue yang bisa empuk, bisa halus, bisa kuning cantik dll. Sedangkan sepupu2ku yang sedang ABG itu akan berkomentar ”mana kuenya kak imay?, tumben kak kali ini agak enak hehe…”. yang ngomentari gitu tapi sambil terus ajah ngunyah kue buatanku. Geli juga lihatnya. Dan Adekku adalah orang yang paling stress kalo aku sedang bikin kue. ”Udahlah mbak, lebaran tahun ini kita beli aja ya!!, pasti enaknya, pasti jadinya!!” komentar adekku. ”Dek, kalo kita beli terus kapan dong mbak bisa buka cateringnya, lagian gagalkan biasa kalo berhasil baru luar biasa” jawabku yang mungkin udah sering banget di denger ama adekku.

 

Lagian aku emang orang super nekat. Masak masakan gak begitu pinter, bikin kue juga biasa-biasa ajah, tapi keinginan bisa punya catering kuat banget walaupun sering diketawain sama adek dan sepupu2ku. Tapi aku tahu kok mereka sebenarnya mendukung keinginan ini karena kalo kita lagi ke Toko Roti pasti adek komentar gini ”Mbak, kapan neh bisa buat kue yang kaya’ gini?” sambil nunjuk kue yang keliatannya enak-enak dan lucu2 itu. Itu tandanya adek ngedukung aku banget (hehehe GR banget ya….).

 

Setiap buat kue pasti ada satu yang gagal. Dan lucunya yang gagal itu pasti kue yang aku andalakan jauh-jauh hari. Seperti lebaran tahun kemarin, aku bilang ke Ibu lewat telpon ”Bu, lebaran tahun ini mbak mau coba resep baru, pokoknya enak dech, mbak dah cari resepnya di internet!”. ”ya” jawab ibu singkat dan jelas. Akhirnya kue itu kita buat dan alhasil, itu kue keraaaaasssnya minta ampun. Udah warnanya coklat, dikasih coco cips tetep ajah gak cantik, dan makannya perlu pake palu kaleee atau untuk yang giginya bukan kualitas 1 mending jangan coba-coba dech. Ini bukan dilebih-lebihkan tapi emang kenyataan. Sampai2 aku diketawain abiz2an sama semua keluarga. Ini nich ”kue internet” kebanggaan mb imay kata mereka semua. Si Kue Internet jadi kue paling lama habis jadi sebagai bentuk pertanggung jawaban kue itu aku bawa ke Jogja. Tapi tanpa di duga tanpa di sangka, bukan sulap dan juga bukan sihir…. temenku ada yang suka banget sama kue itu. Aku gak percaya, dengan terus terang kuceritakan karakteristik kue tersebut, dan bagaimana pandangan orang2 terhadap kue itu (hiperbola banget sich, malah kaya mau ngelamar anak gadis ajah), tapi komentar temenku singkat ajah. ”Gak apa2 bundo (aku), kuenya enak kok, lumayan buat teman ngelembur GAK BIKIN NGANTUK”. alhamdulilLah akhirnya ada juga yang suka.

 

Kejadian seperti itu juga terulang untuk lebaran tahun ini. Kali ini kue yang ku bikin encernya gak karuan, jadilah itu kue tipis dan melebar. Ahhh… bentuknya jelek banget. Apalagi dengan rasa kopi, akhirnya biar agak padat kucampur ajah dengan kacang. Wah..wah… semakin gak karuan. Udah Hopeless banget apalagi harga2 sekarang sedang mahal2nya, kebayang sudah si telur, mentega, terigu, gula yang rasanya jadi sia2. belum lagi mulai muncul komentar ”tuch kan gagal lagi, kalo uangnya untuk beli kue jadi aja pasti sama ajah tapi kan gak usah repot dan jadi mubazir begini”. Walaupun sebenarnya hopeless juga tapi harus tetap terlihat optimis, InsyaAlLoh pasti bisa jadi kok. Tapi memang masih belum beruntung, beberapa kue malah jadi gosong. MasyaAlLoh….. jadilah itu kue masuk dalam waiting list toples yang akan tampil di hadapan para tamu. Sampai lebaran hari ke 4 si ”kue rekayasa” masih belum tampil. Tapi cerita tentang dia udah beredar di tengah keluarga2 yang datang ke rumah, dan jadi cerita lucu lagi diantara kita semua. Tapi surprise juga ketika di hari ke 5 syawal, si kue rekayasa ternyata tinggal 3 keping. ”Bu, siapa yang suka dengan kue rekayasa??” tanyaku penasaran.. kemudian ibu menjawab sambil senyum2. ”bapak, tadi makan kue itu banyak banget, katanya dari semua kue, kue ini yang paling enak”. WHATS!!…. gak salah denger nich?!!.. si adek Cuma komentar sambil ketawa ”ah, paling bapak kasian ajah sama mbak hehe….”.

 

Sebenarnya pasti ada saja orang yang suka dengan sesuatu yang mungkin tidak semua orang suka. Jadi saya berfikir, sejelek-jeleknya kita, seburuk-buruknya kita. Janganlah pernah khawatir pasti ada yang bisa menerima kita. Karena tugas kita hanyalah mensyukuri semua yang AlLoh berikan kepada kita dan bersabar atas kekurangan kita.

” Sungguh indah perkara orang beriman, bila mereka diberi kenikmatan maka mereka akan bersyukur, dan bila mereka diuji maka mereka akan bersabar, dan keduanya adalah baik bagi mereka.”

Posted in curhat | 6 Comments

CATATAN MUDIK 4 : ayahku Profesor…….

Pendidikan itu emang gak perlu harus dienyam melalui sebuah gedung yang disebut sekolahan atau universitas. Ayah lulusan S3 alias SD, SMP dan STM. Tapi ayahku hebat dia seperti profesor bagiku. Ayah pandai dalam mengajariku dalam berbagai macam ilmu yang selalu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Entah tentang hukum Newton, gaya gesek, pipa bernaouli, hukum pitagoras, bahkan sampai organisasi dan manajemen resiko. Ayah keren, semua pendapat ayah kalo di teliti akan bisa menjadikan sebuah penemuan baru hehe….. Kalo Ayah tidak cerdas mana mungkin anak2nya akan menjadi anak2 yang cerdas pula hihihi (narsis dikit ah sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada ayah :) ) . Aamiin.

Ayah selalu bilang, aku masih sangat lemah dalam ilmu terapan. Hehe… sebenarnya aku kadang gak terima kalo di bilang kaya’gini. Jadi aku hanya bisa bilang “hmm…. Mungkin karena mbak masih sedikit pengalaman yah, jadi ya pastilah ilmu terapan (pengalamannya) masih sedikit, tapi mbak yakin suatu saat ilmu terapan mbak akan banyak.” Adekku yang ikut mendengarkan cuma komentar “ya pastilah”… tapi gak semua orang loh bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya sehari-hari. Ada orang yang melewati hari-harinya tanpa merenungkan setiap kejadian baik yang dia alami atau orang lain yang mengalami, setiap kejadian dianggap sebuah kebetulan, padahal setiap kejadian ada yang mengaturnya, ada yang merencanakannya, tugas kita tidak hanya sekedar menjalaninya seperti air yang mengalir, tapi adakalanya kita harus memilih pada sesuatu yang bisa kita pilih. Setiap pilihan ada yang baik dan buruk, yang baik tentulah yang benar menurut Pencipta kita (AlLoh SWT) yang buruk pastilah karena hawa nafsu kita yang tidak ingin diatur oleh aturanNya (SyariatNya). Misalnya kita haus nich, terus kita mau minum sekarang pilihan kita mau menghilangkan rasa haus kita dengan segelas air putih atau sebotol arak. Itu pilihan kita, nah dalam dihadapkan pada pilihan maka pemahaman mendasar (aqidah) kita yang akan menimbang baik dan buruknya. Gitu dech….

Oh iya, kenapa aku bilang ayahku profesor, karena ayah bisa saja menerangkan sesuatu yang sulit dengan bahasa yang mudah. Waktu aku ikut sebuah seminar, seorang pembicara (emang pembicaranya waktu itu hanya satu ding ) mengatakan orang yang cerdas adalah orang yang bisa menyampaikan sesuatu yang sulit dengan bahasa yang ringan dan mudah difahami. Aku juga teringat seorang ustadz di radio pernah mengatakan bahwa RosululLoh adalah orang yang paling baik komunikasinya, beliau bila berkata tidak pernah berat dan mudah di terima, sistematis tidak berputar-putar dan bertele-tele, dan beliau selalu mengulang pembicaraannya agar menjadi pemahaman yang kuat. SubhanalLoh… RosululLoh the best panutan dalam hidup ini di sepanjangan masa, pantas saja Michael Hart menaruh nama beliau di urutan pertama di 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.

 

Ayah bisa menerangkan kenapa jalanan ketika berbelok lebih miring tidak lurus, kemudian ayah juga menerangkan bagaimana dengan pengurangan gaya gesek beliau memberikan masukkan kepada karyawan yang akan memindahkan gulungan kabel telpon yang berat yang tidak bisa digeser ke kanan dan ke kiri, yang semula hanya bisa berjalan maju dan mundur, ayah juga suka bercerita tentang profesor rayap hehehe… jadi ceritanya beliau ini terkesima banget dengan ilmu si profesor rayap yang beliau ikuti dalam sebuah workshop tentang management warehouse, beliau selalu menceritakan tentang profesor rayap yang menurut si profesor ternyata dalam pergudangan kadang ada 1 hal yang luput dalam pengamatan kita yaitu si rayap, rayap cepat berkembang biak dan bila si rayap sudah memilih tempat beranak di dalam jaringan telpon, dalam perangkat2 keras telpon dll maka ini akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Hihihi…. aku yakin si profesor ini pasti sangat menguasai ilmu tentang rayap, suatu saat pengen juga bertemu beliau tuk belajar ilmu tentang rayap dan meminta beliau menjadi 1 dari 1000 pelatih dalam hidupku. Ayahku hanya berpesan ”seseorang itu semakin tinggi sekolahnya, sebenarnya ilmunya semakin menyempit tapi semakin mendalam, sehingga yang paling penting adalah harus semakin merendah (tawadu’).”…. La haula wala quwata ilabillah…

 

Pernah tidak terfikir bahwa kecerdasan yang AlLoh titipkan adalah anugrah sekaligus ujian. Kecerdasan bisa saja menjerumuskan seseorang pada kesombongan, merasa dirinya lebih hebat dari orang lain, penipuan bahkan pengingkaran yang jatuh pada kekufuran naudzubillahi mindzaliq. Tapi kecerdasan juga bisa menjadi anugrah bila orang tersebut selalu merasa dia bukanlah siapa-siapa dan semakin bertambah ilmunya semakin dia merasa kecil dihadapan Pemilik ilmu Yang Maha Luas, dan semakin merasakan Ke Maha Besaran AlLoh, sehingga bisa semakin dekat dengan Pemilik diri ini (AlLoh SWT).

 

Perbincangan kami ditutup dengan membaca biografi para tokoh2 terkenal, penemu-penemu dalam tulisan Michael Hart. Ayahku memang tidak pernah mengenal universitas, kampus atau istilah mahasiswa, tapi beliau menggali ilmu dimanapun berada melalui pengalaman, pengamatan sendiri, atau pendidikan2 diluar gedung yang bernama universitas.

 

 

By : Mei Allif

3 Oktober 2008

Posted in curhat | Leave a comment

CATATAN MUDIK 3 : Sawahku hilang??

Minggu pagi adalah hari keluarga dan hari olah raga hehehe….. walaupun keluargaku bukan para atlet (peace), tapi kami selalu menyempatkan berolah raga setiap hari minggu. Jangan membayangkan kita akan angkat besi, fitness di fitness center, atau berkuda, main golf … halah itu olah raga yang cukup menguras otak karena apa?, karena kita akan berfikir keras tuk mengumpulkan uang untuk sekedar membeli baju olah raganya atau membeli peralatan pelengkapannya. Olah raga kita, olah raga murah meriah dengan kostum apapun (tapi tetap kudu menutup aurat lah), dengan biaya Rp. 0, yaitu jalan kaki… sesekali kalo mau agak berkeringat ya berlari-lari kecil tapi lari-lari jarang kami lakukan kecuali….. ada hal2 darurat hehehe… dan kebiasaan olah raga ini yang hilang waktu aku ada di jogja, tapi olahraga ini tergantikan kok selama aku di jogja dengan mencuci baju sama ajah kan olah raga tangan euy….

Waktu jalan2 aku paling seneng kalo ngelihatin sawah, selain karena warnanya ijo (ya iyalah masak sawah warnanya biru??) katanya kalo orang yang matanya minus rajin2 lihat sawah bisa bikin minusnya berkurang hahaha… agak gak ilmiah sich tapi aku mencobanya juga, dan emang mata menjadi berair mengeluarkan air mata dan mata jadi lebih enteng. Tapi gak tahu minusnya berkurang apa ndak? Tapi yang pasti minusku pernah berkurang dan jarang sekali nambah dalam waktu singkat. Dan kebetulan juga rumahku termasuk perumahan MEWAH alias MEpet saWAH. Lebaran tahun ini ada yang hilang dari pandangan mataku, yaitu sawah2 yang biasanya untuk olah raga mataku kok sudah ndak ada lagi. Berganti menjadi gundukkan tanah coklat kekuningan. ”Pak, sawah disini kemana?” tanyaku ke bapak. Terus beliau berkata ”disini mau di buat perumahan lagi”. Ups… jadilah perumahanku ini akan menjadi semakin padat dan kebayang sudah tanah2 yang akan ditutupi dengan aspal, dan bangunan berpondasikan beton yang pasti akan membuat si kecil ”molekul air” akan kesulitan mencari tempat penyerapannya, akhirnya mereka berkumpul dalam jumlah yang banyak dan jadilah banjir.

Ih sayang banget ya pak, jadi makin padet dong nanti dan kalo hujan gimana? Mana saluran2 juga pada gak bagus drainasenya. Tapi adekku yang kebetulan ”ngilmu” di jurusan teknik lingkungan angkat bicara. ”Tapi mbak, kalo menurutku tepat juga sich sawah2 disini di jadikan perumahan”… jawab adekku. Aih tak kusangka sarjana lingkungan berbicara begini. Tapi sabar dulu, karena dia anak lingkungan maka aku yang lebih dikit ilmu lingkungannya dengan sabar mendengarkan penjelasannya. ”lihat dech mbak, air yang mengaliri sawah2 itu, airnya sudah parah banget sudah tercemar oleh limbah batik hingga warnanya jadi item, kalo air itu yang diserap oleh tanaman padi maka kualitas padinya jadi jelek”. Terangnya pada kita semua. Hmm… betul juga sich kataku. ”Tapi penyerapannya nanti dimana? Kalo semua jadi perumahan kaya begini?”. Tanyaku lagi. ”Nah, itu harusnya tugas tata kota untuk mengatur kota ini”. Seandainya bukan Kapitalisme yang menguasai negeri ini, seandainya pikiran-pikiran bangsa ini sebagian besar tidak beraqidahkan kapitalis yang segala sesuatunya masih berdasarkan pada asas manfaat dan materi juga keuntungan yang sebesar-besarnya hingga semua orang menjadikan uang, kekayaan, ketenaran menjadi tujuan hidupnya. Dan menjadi orang-orang sekuler yang menjauhkan dunia ini dari agama.

By : Mei Allif

28 september 2008

Posted in curhat | 1 Comment

CATATAN MUDIK 2 : Rumahku Surgaku ….

3 hari dirumah… hmmm menyenangkan… walaupun udah 18 tahun aku berada di rumah ini dan 8 tahun kemudian aku sudah mulai belajar mandiri di kota Gudeg tapi aku gak pernah bosen di rumah. Selalu saja kangeeeeennn…… walaupun tempat tidurku tidak berubah, kursi tamuku juga tidak berubah letaknya walaupun sudah berganti-ganti bentuk, kamar ibu&bapak juga tetap disitu, dan ya memang beberapa lay out jelas berubah tapi semua itu seperti kenangan-kenangan yang selalu mengisi memory2 dalam ingatan.

Kadang waktu bersih-bersih rumah, menemukan benda-benda masa kecilku, atau benda yang sudah lamaaa banget ada dirumah ini tapi tidak kunjung di buang2. apalagi ibu tipe kolektor hehehe…. Sampai-sampai pernah aku temukan satu kerdus kartu undangan walimahan yang entah dari tahun berapa? Waktu aku tanya, bu ini untuk apa? Di buang saja ya… jawab ibu “jangan, eman2 (sayang) kalo dibuang, siapa tahu suatu saat nanti bermanfaat, dan bentuknya kan bagus2 eman2 kalo di buang, mereka buatnya pasti mahal”…. Hmm… iya sich bagus2 tapi kalo dieman2 terus jadi numpuk begini khan repot, jadi berantakkan, lagian kalo yang dimaksud “suatu saat bermanfaat” itu bisa di jadikan contoh undangan walimahan anak2nya (ini yang sangat luar biasa dari seorang ibu, beliau sudah jaaauuuuh2 hari memikirkan hal2 tertentu untuk anak2nya) khan di tempat percetakkan undangan nanti pasti juga punya contoh yang sangat banyak mungkin melebihi koleksi ibu. Tapi agar tidak menyakiti hati ibu dan agar tetap rapi… diaturlah strategi “pengurangan jumlah” yang lebih halus…”bu, beberapa model yang udah gak up to date kita buang saja ya, besok2 pasti akan ada model yang lebih lucu2 lagi okey..” dan ibupun setuju. Alhamdulillah…

Kadang sambil membakar beberapa kartu undangan walimahan aku berfikir kok bisa ya orang membuang2 uang dengan berlebih-lebihan untuk sebuah kartu yang akhirnya akan masuk kedalam pembakaran/tong sampah ini. Kadang karena gengsi, prestise, atau sekedar bermegah2an…. Padahal mungkin harga 1 kartu undangan ini ada yang bisa untuk makan 2 orang yang sedang kelaparan. Jadi teringat surat cintaNya :

Nä39ygø9r& ãèO%s3­G9$# ÇÊÈ 4Ó®Lym ãLänö‘ã— tÎ/$s)yJø9$# ÇËÈ žxx. š’ôqy™ tbqßJn=÷ès? ÇÌÈ §NèO žxx. t$ôqy™ tbqßJn=÷ès? ÇÍÈ žxx. öqs9 tbqßJn=÷ès? zNù=Ïæ ÈûüÉ)u‹ø9$# ÇÎÈ žcãruŽtIs9 zOŠÅspgø:$# ÇÏÈ ¢OèO $pk¨XãruŽtIs9 šú÷ütã ÈûüÉ)u‹ø9$# ÇÐÈ ¢OèO £`è=t«ó¡çFs9 >‹Í³tBöqtƒ Ç`tã ÉOŠÏè¨Z9$# ÇÑÈ

  1. Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu[1598],
  2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
  3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
  4. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui.
  5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
  6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
  7. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin[1599].
  8. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

[1598] Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan.

[1599] ‘Ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

Ya AlLoh, lindungi kami dari sifat suka bermegah-megahan. Amin

Bicara tentang rumah, rumah itu bukan sekedar sebuah bangunan dari semen dicampur pasir dan batu bata, jangan jadikan rumah hanya sekedar sebagai sebuah bangunan, tapi jadikanlah rumah sebagai madrasah kita, jadikan rumah sebagai tempat berlindung kita, jadikan rumah sebagai tempat mencurahkan semua perasaan senang dan sedih kita, jadikan rumah sebagai tempat yang kita rindu untuk melepas segala lelah kita di dunia, jadikan rumah juga sebagai masjid kita dimana disana semua anggotanya senang sekali bersujud untuk menghambakan diri kepada AlLoh swt. Jadikan rumahku surgaku di dunia… jangan jadikan rumah kita hanya bangunan megah tanpa makna apa-apa. :)

By : Mei Allif

28 September 2008

Posted in curhat | Leave a comment

CATATAN MUDIK 1 : Ayo Mudik !!!!

Mudik itu ritual yang hanya bisa di jumpai di negeri ini yaitu Indonesia ketika menjelang lebaran idul fitri ini kata beberapa stasiun televisi lho.. termasuk saya lebaran tahun ini juga mudik ke Pekalongan… siip..siip mudik euy….

Jauh-jauh hari tanggal kepulangan udah di lingkeri, ya emang nich tanggal keramat karena sejuta rindu kepada ortu di kampung udah meluap-luap di dada. Pengen menghabiskan beberapa hari ramadhan di kampung. Berbuka dan bersaur dengan masakan ibu. Ramadhan tahun ini saya ada peningkatan dikit loh (cieee), kalo ramadhan sebelum2nya saya selalu catering atau beli lauk jadi (sudah masak), ramadhan tahun ini belajar masak sendiri euy.. saur dan buka puasa masak sendiri hehe…. Gaya pisan ya… enak gak enak masakannya dinikmati sendiri, bersama satu korban lagi yaitu adek saya yang kebagian jadi korban mal praktek masak memasak saya hihihi…. Sorry ya dek.. bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda… jadi sabar ya sampai mbak jago masak heheh… J

Persiapan udah di rencanakan, dari baju2 sekedarnya, oleh2 buat ibu dan bapak, VCD yang akan kita tonton bersama dirumah (saya sering bawa VCD keislaman kalo pulang) karena acara TV waktu lebaran suka kacau kalo gak lawak yang jayus, film2 kacangan yang diputer berulang-ulang bertema percintaan, kekerasaan atau perselingkuhan ih serem, belum lagi film Warkop yang pasti menghiasi layar kaca pemirsa…. Ihh… tontonan gak sehat kaya’ gini bisa bikin kita jadi lemah pemahaman, masak kita diajari untuk tertawa diatas penderitaan orang lain. Lihat saja kita diajari untuk menertawai si Dono yang kejedut pintu waktu indro buka pintu, atau kita ngetawain kasino yang celana digigit ma anjing yang gedenya segede sapi. Wah payah dech… tertawa di atas penderitaan orang lain, luar biasa buruknya pemahaman yang ingin di tanamkan. Tanpa kita sadari ini juga berbuntut pada kita dan anak2 kecil. Pernah saya melihat sekumpulan anak kecil spontan menertawakan temannya yang terjatuh, dan itu dianggap lucu… kenapa bisa spontan karena kita terbiasa menertawakan orang yang terkena musibah. Ini catatan tuk para ibu, calon ibu, bapak, calon bapak, para pendidik… ajari anak2 kita dengan pemahaman yang baik (pemahaman islam), melihat saudara/i kita yang terluka/terkena musibah seharusnya kita menolongnya… ajari anak2 kita bila ada kawan yang jatuh maka kita berlari mendekati dan menolongnya, dan semangati dia yang terjatuh bahwa ini luka kecil biasa yang pasti akan sembuh karena kamu adalah anak yang hebat… tenang dech hati kita punya anak yang sholeh/ah begini. J

Akhirnya berangkat juga mudik ke Pekalongan, karena naik mobil sendiri (sendiri??? Nyewa kalee….) jadi agak nyantai berangkatnya gak usah buru-buru khawatir di tinggal pak supir. Tapi apalah daya segala sesuatu yang sudah dipersiapkan ada saja yang ketinggalan. Saya jadi berfikir, untuk perjalanan yang jaraknya cuma 300 km ajah saya punya persiapan yang begini rumit, tapi kenapa kita yang akan mempersiapkan perjalanan kita yang panjang ke akherat kelak, kadang kita lupa membawa persiapan dan bekalan yang cukup? Waktu saya mau pulang ke Pekalongan dan kebetulan ada barang yang ketinggalan, saya bisa balik lagi tuk ambil barang yang ketinggalan itu. Tapi kalo dalam perjalanan kehidupan dan udah sampai pada stasiun kematian eh masih ada amalan ketinggalan, kira2 bisa balik lagi gak ya??? Keliatannya enggak dech… so pesen saya untuk saya dan kita semua adalah ”persiapakan mudik kita sebaik-baiknya untuk kampung akhirat kita kelak” bukannya karena saya sudah punya persiapan yang baik, saya juga lagi bebenah beberapa bekal yang akan saya bawa ke kampung akherat kelak dan oleh-oleh (amalan sholih) untuk dipersembahkan semoga saja amalan ini diterima oleh Pemilikku. So sama-sama persiapan ya…. Met Mudik…. titi dije….

By : Mei Allif

25 Sept 08

Posted in curhat | Leave a comment

Mineral Silenium Memperbaiki “Mood”

Perpustakaan emang tempat yang paling asyik buat nongkrong. Selain tempatnya yang tenang juga dikelilingi buku-buku yang buanyak…. Wuuuiiihhh seneeeeeeng :D

Jelajah perpustakaan kali adalah ke Perpustakaannya anak-ana Kedokteran. Sambil nyari bahan tuk referensi thesis aku smepetin juga baca-baca buku yang lain, lumayan jadi tambah ilmu so bisa jadi tambah Gaul tul gak ???

Kalian sering ngerasa ”bete” (bad in the mood) gak? Nah itu tandanya kamu kurang gizi hehehe…. Maksudnya ada yang kurang dari asupan gizi makananmu sehari-hari, antara lain mineral selenium.

Mood dikendalikan oleh sistem kerja otak. Kemampuan kerja otak sangat dipengaruhi oleh masukkan zat gizi yang diperlukan. Aneka zat gizi itu harus dipasok secara seimbang dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Salah satu zat gizi yang mempengaruhi mood adalah mineral silenium (Se).

Mineral silenium termasuk dalam kelompok zat gizi-mikro. Aduh apaan nich? Tenang… aku tahu koq kegundahan hatimu hehe.. J . begini zat gizi-mikro yaitu jumlah yang diperlukan dalam kadar mokrogram, namun perannya sangat besar dalam sistem kerja biologis tubuh seperti meningkatkan daya tahan tubuh, proses reproduksi, menjaga kesehatan otak, dan sebagai antioksidan. Nah loh..

Tentang zat silenium ini juga dah ada reserchnya loh, yang dilakuin di Amerika sono. Sampel yang paling rendah kadar Sileniumnya meunjukkan perilaku paling ”bete” seperti depresi, uring2an, dan suka marah-marah. hehe… lebih bete lagi kalo liat si Goorge W Bush presiden Amrik kalo dah ngacak-ngacak umat islam kalo lagi berkampanye kebohongan ”perang melawan teroris” J

Research yang kedua diberikan kepada 2 kelompok, kelompok I diberi diet rendah silenium dan kelompok II diberi diet tinggi silenium. HASILNYA : kelompok I mengalami ”bete” berat. Mereka umumnya banyak yang bingung, depresi, uring-uringan, pikiran mentok, tidak pede, dan tidak bergairah. Sedangkan kelompok II mood mereka lebih baik, mereka lebih gembira (elated), pikiran lebih jernih (composed), lebih ”plong” (clearheaded), mudah menerima(agreeable), lebih pede (confident), dan lebih bersemangat (energited). Hmmm… keliatannya pemerintaha Indonesia gak perlu kasih BLT dech cukup penuhi gizi rakyat Indonesia maka dijamin gak bakal ada yang uring-uringan lagi. Tapi satu lagi… gak berhenti cuma gizi cukup ajah, kalo orang2 masih dalam kerangka kapitalisme maka mana pernah cukup, karena sumber kebahagian dalam pandangan kapialisme adalah memperoleh materi sebanyak-banyaknya. JADI… singkirkan saja kapitalisme, ganti sengan cara pandang ISLAM yang juga bisa the way of life.

Nyari Silenium dimana??

Makanan sumber silenium umumnya adalah makanan yang tinggi kadar proteinnya. Seperti ikan (tawar, laut), kerang2an, daging ternak, telur dan ayam merupakan makanan yang kaya akan Silenium. sedangkan panganan nabati mempunyai kadar silenium yang rendah kecuali bawang putih, tomat, dan makanan fermentasi seperti tempe, tahu, ragi dan yougurt.

Namun mineral Silenium bukan segala-galanya dalam mepengaruhi mood. Perlu keseimbangan dengan zat gizi yang lainnya..

Hmm… keliatannya ada penelitian yang menarik nich… dua penelitian tentang silenium tadi kalo di bandingkan dengan kondisi qona’ah, dan sabar gimana yach?? Heheh…. ya udah kalo penasaran diteliti ajah J

Posted in khasanah ilmu | 3 Comments

KEHIDUPAN SUAMI ISTRI ADALAH SEPERTI PERSAHABATAN

Pernah denger lirik lagu ini :

selama ini ku mencari-cari
teman yang sejati
untuk menemani, perjuangan suci

Continue reading

Posted in artikel islam