AL QUR’AN YANG TERABAIKAN

Allah SWT berfirman :
Berkata Rosululloh : Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al Qur’an ini sesuatu yang di acuhkan (Al Furqon : 30)

Ukhti tercinta, hari ini banyak kudengar dan kusaksikan dari para wanita yang telah mengabaikan terhadap kitabulloh Al Qur’an, baik membaca atau menelaahnya dengan alasan terlalu sibuk baik kuliah, atau mengurus suami dan anak, serta sibuk mengurus rumah tangga dan lain sebagainya.

Ukhti, memang suami memiliki hak padamu, tetapi hak Allah lebih besar daripada hak suami dan keluargamu. Ironisnya banyak waktu yang terbuang percuma, seperti belanja dan ngobrol lewat telpon, atau ngobrol di kamar sebelah kamar kosmu.

Bagi ukhti yang telah bersuami, adakah hal-hal tadi menjaga hak suami? Atau hak suami dijadikan alas an bila mulai diingatkan tentang hak Allah? Meskipun yang kau lakukan itu benar, tetapi di katakana hak suami jika bukan sejalan dengan hak dan syari’at Allah.

Untuk ukhti yang sibukkan oleh pekerjaan kuliah dan belajar. Adakah hal-hal tadi menjaga hak dirimu untuk bersenang-senang atau berbakti pada kedua orang tua? Atau memanjakan dirimu dan birrul walidayin (berbakti pada orang tua) engkau jadikan alas an ketika mulai diingatkan tentang hak Allah?

Sejarah memperlihatkan profil ‘Aisyah dan Ummu Salamah, wanita yang berhasil dalam karya, dari melayani suaminya, Rosululloh, juga selalu berpegang teguh kepada Kitabulloh Al Qur’an. Mereka penuh kesibukan, tetapi tidak mengabaikan hak-hak Allah bagi dirinya. Ingatlah bahwa setiap huruf al Quran terdapat kebaikan dan pada ayat-ayatnya terdapat hikmah yang tak terbilang banyak.

Problematika wanita dewasa ini adalah mereka melalaikan dan tidak menghayati firman Allah. Perintah-perintah Allah melalui Alquran banyak yang terlewatkan. Jangankan untuk mengamalkannya, untuk membacanya saja kaum muslimin mulai terlalaikan. Lalu masih kah di pertanyakan mengapa bencana ada dimana-mana???

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s