1 dari 1000 pelatih

Dalam hidup selalu saja orang yang datang dan pergi. Kemarin senin tgl 22 September 2008 salah satu pelatih dalam kehidupanku dipanggil oleh Pemiliknya. Pelatih2 ini adalah pelatih dalam aku mengenal apa arti sebuah kehidupan, memaknai setiap kejadian, dan menggali ilmu dari siapapun juga meminta nasehat ataupun pengalaman hidup agar hidupku lebih berwarna. Hmm… Kegiatan ini sangatlah menyenangkan J

 

Sedih iya, ketika kehilangannya… tapi tetap harus menjaga keikhlasan karena semata-mata kita bukanlah milik siapa2 kecuali milik Pemilik kita sesungguhnya yaitu AlLoh SWT.

 

Teringat semua hari-hari yang menyenangkan bersama beliau. ”Bu, boleh gak suatu saat saya ikut kelasnya ibu? ”boleh” jawabnya diiringi senyum dan rasa penasaran. ”kamu, mau tahu tentang ilmu apa mei?” tanya beliau lagi untuk mengurangi rasa penasarannya hehe…(mungkin loh) ”hmm… enggak bu, saya hanya ingin melihat cara ibu mengajar, saya ingin belajar cara mengajar di depan kelas, karena saya suka masih grogi dan bingung untuk menguasai kelas hehe ” jawab saya. ”oh boleh, silahkan… tapi, saya kalo mengajar biasa saja loh” jawabnya dengan merendah…”ah ibu, saya tahu kok ibu orangnya bersemangat kalo mengajar, dan saya ingin punya semangat yang sama J ” jawab saya tanpa melebih-lebihkan karena sebelumnya saya sudah pernah berbicang-bincang dengan beliau, dan beliau adalah orang yang bersemangat dan penuh dengan motivasi… saya masih ingat ketika kita duduk bersebelahan di sebuah seminar, beliau pernah mengatakan pada saya ”Mei, di dunia ini tidak ada orang bodoh, yang ada adalah orang malas, dan akhirnya jadi bodoh” terus kita ketawa dech berdua, mesra ya hahaha (lebay banget dech mei…. )

 

Inget juga waktu kita ngobrolin tentang Islam, banyak orang-orang mengira beliau ini tidak suka dengan islam, tapi menurut saya pendapat orang-orang ini salah besar. Beliau hanya saja tidak mau menerima segala sesuatunya dengan taklid (mengikut) saja tapi beliau mau itu berawal dari kesadaran dan melalui proses berfikir. Untuk yang satu ini pendapat beliau tidak semuanya saya benarkan, karena bila itu memang sebuah perintah AlLoh maka kita tidak perlu berfikir panjang untuk melakukannya atau tidak, apalagi bila itu perintah yang sifatnya wajib atau haram, maka kita harus dengan bersegera melakukan dan juga besegera meninggalkannya. Proses berfikirnya adalah ketika kita menemukan hakekat kita sebagai hamba dan pencarian keberadaan Tuhan itu ada, maka ketika kita sudah yakin dan menjadi sebuah pondasi yang kuat (aqidah) maka segala perintah AlLoh tidaklah perlu kita pikirkan lagi, apalagi pikirkan untung dan ruginya, so pasti akal kita gak nyampe karena kita hakekatnya hanya hamba yang serba lemah. Tapi kesadaran itu adalah awal yang sangat baik, bukan keterpaksaan, … tapi manusia itu emang kadang kudu di paksa kok hehehe…..

 

Dari semua pengajar di tempat aku mengajar, beliaulah orang yang paling nyaman diajak bicara keislaman, beliau up date tentang kondisi-kondisi kaum muslimin kekinian, dan tugas saya adalah membagi solusi islam tentang semua permasalahan ini. Hingga kita berdua berkesimpulan, ”kapan ya, Islam yang mengatur kita semua?” ohh… indahnya ketika kita sudah sama-sama rindu dengan islam, sudah sama-sama rindu dengan syariatNya. Ya AlLah… penuhilah kerinduan kami… dan mudahkan langkah2 orang-orang yang berjuang tak henti2nya menerapkan kembali syariat Islam di bumiMu ini. Hingga Islam sebagai ”rahmatan lil ’alamin” tidak hanya menjadi slogan tapi sebuah amal nyata.

 

Ibunda, teriring doa untuk ibunda dari ananda yang sangat mencintai ibunda dari lubuk hati ananda yang paling mendalam. Semoga Alloh menerima amal sholeh ibunda, amal jariyah ibunda melalui ilmu yang bermanfaat, mengampuni dosa-dosa ibunda, dan menempatkan ibunda di sisiNya di tempat yang paling ”indah” seperti nama ibunda, dan bila AlLoh perkenankan ananda bersaksi di sana nanti ananda katakan, ”ya Allah wanita ini pernah mengajari saya ilmu, dan wanita ini mencintai syariatMu, maka terimalah amalnya ya Alloh” amin…

 

Ibunda, walaupun ananda belum sempat menghantarkan ibunda dalam jalan dakwah ini, ananda masih punya cita-cita untuk mengajak ibunda berhalaqoh bersama mengkaji Islam, semoga kita masih bisa berhalaqoh di surgaNya. Amin… karena katanya orang-orang yang saling mencintai akan berkumpul di surgaNya. Amin…

 

By : Ananda Mei tuk ibunda IM …. ananda masih selalu merasakan ibunda ada…

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s