CATATAN MUDIK 1 : Ayo Mudik !!!!

Mudik itu ritual yang hanya bisa di jumpai di negeri ini yaitu Indonesia ketika menjelang lebaran idul fitri ini kata beberapa stasiun televisi lho.. termasuk saya lebaran tahun ini juga mudik ke Pekalongan… siip..siip mudik euy….

Jauh-jauh hari tanggal kepulangan udah di lingkeri, ya emang nich tanggal keramat karena sejuta rindu kepada ortu di kampung udah meluap-luap di dada. Pengen menghabiskan beberapa hari ramadhan di kampung. Berbuka dan bersaur dengan masakan ibu. Ramadhan tahun ini saya ada peningkatan dikit loh (cieee), kalo ramadhan sebelum2nya saya selalu catering atau beli lauk jadi (sudah masak), ramadhan tahun ini belajar masak sendiri euy.. saur dan buka puasa masak sendiri hehe…. Gaya pisan ya… enak gak enak masakannya dinikmati sendiri, bersama satu korban lagi yaitu adek saya yang kebagian jadi korban mal praktek masak memasak saya hihihi…. Sorry ya dek.. bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda… jadi sabar ya sampai mbak jago masak heheh… J

Persiapan udah di rencanakan, dari baju2 sekedarnya, oleh2 buat ibu dan bapak, VCD yang akan kita tonton bersama dirumah (saya sering bawa VCD keislaman kalo pulang) karena acara TV waktu lebaran suka kacau kalo gak lawak yang jayus, film2 kacangan yang diputer berulang-ulang bertema percintaan, kekerasaan atau perselingkuhan ih serem, belum lagi film Warkop yang pasti menghiasi layar kaca pemirsa…. Ihh… tontonan gak sehat kaya’ gini bisa bikin kita jadi lemah pemahaman, masak kita diajari untuk tertawa diatas penderitaan orang lain. Lihat saja kita diajari untuk menertawai si Dono yang kejedut pintu waktu indro buka pintu, atau kita ngetawain kasino yang celana digigit ma anjing yang gedenya segede sapi. Wah payah dech… tertawa di atas penderitaan orang lain, luar biasa buruknya pemahaman yang ingin di tanamkan. Tanpa kita sadari ini juga berbuntut pada kita dan anak2 kecil. Pernah saya melihat sekumpulan anak kecil spontan menertawakan temannya yang terjatuh, dan itu dianggap lucu… kenapa bisa spontan karena kita terbiasa menertawakan orang yang terkena musibah. Ini catatan tuk para ibu, calon ibu, bapak, calon bapak, para pendidik… ajari anak2 kita dengan pemahaman yang baik (pemahaman islam), melihat saudara/i kita yang terluka/terkena musibah seharusnya kita menolongnya… ajari anak2 kita bila ada kawan yang jatuh maka kita berlari mendekati dan menolongnya, dan semangati dia yang terjatuh bahwa ini luka kecil biasa yang pasti akan sembuh karena kamu adalah anak yang hebat… tenang dech hati kita punya anak yang sholeh/ah begini. J

Akhirnya berangkat juga mudik ke Pekalongan, karena naik mobil sendiri (sendiri??? Nyewa kalee….) jadi agak nyantai berangkatnya gak usah buru-buru khawatir di tinggal pak supir. Tapi apalah daya segala sesuatu yang sudah dipersiapkan ada saja yang ketinggalan. Saya jadi berfikir, untuk perjalanan yang jaraknya cuma 300 km ajah saya punya persiapan yang begini rumit, tapi kenapa kita yang akan mempersiapkan perjalanan kita yang panjang ke akherat kelak, kadang kita lupa membawa persiapan dan bekalan yang cukup? Waktu saya mau pulang ke Pekalongan dan kebetulan ada barang yang ketinggalan, saya bisa balik lagi tuk ambil barang yang ketinggalan itu. Tapi kalo dalam perjalanan kehidupan dan udah sampai pada stasiun kematian eh masih ada amalan ketinggalan, kira2 bisa balik lagi gak ya??? Keliatannya enggak dech… so pesen saya untuk saya dan kita semua adalah ”persiapakan mudik kita sebaik-baiknya untuk kampung akhirat kita kelak” bukannya karena saya sudah punya persiapan yang baik, saya juga lagi bebenah beberapa bekal yang akan saya bawa ke kampung akherat kelak dan oleh-oleh (amalan sholih) untuk dipersembahkan semoga saja amalan ini diterima oleh Pemilikku. So sama-sama persiapan ya…. Met Mudik…. titi dije….

By : Mei Allif

25 Sept 08

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s