CATATAN MUDIK 2 : Rumahku Surgaku ….

3 hari dirumah… hmmm menyenangkan… walaupun udah 18 tahun aku berada di rumah ini dan 8 tahun kemudian aku sudah mulai belajar mandiri di kota Gudeg tapi aku gak pernah bosen di rumah. Selalu saja kangeeeeennn…… walaupun tempat tidurku tidak berubah, kursi tamuku juga tidak berubah letaknya walaupun sudah berganti-ganti bentuk, kamar ibu&bapak juga tetap disitu, dan ya memang beberapa lay out jelas berubah tapi semua itu seperti kenangan-kenangan yang selalu mengisi memory2 dalam ingatan.

Kadang waktu bersih-bersih rumah, menemukan benda-benda masa kecilku, atau benda yang sudah lamaaa banget ada dirumah ini tapi tidak kunjung di buang2. apalagi ibu tipe kolektor hehehe…. Sampai-sampai pernah aku temukan satu kerdus kartu undangan walimahan yang entah dari tahun berapa? Waktu aku tanya, bu ini untuk apa? Di buang saja ya… jawab ibu “jangan, eman2 (sayang) kalo dibuang, siapa tahu suatu saat nanti bermanfaat, dan bentuknya kan bagus2 eman2 kalo di buang, mereka buatnya pasti mahal”…. Hmm… iya sich bagus2 tapi kalo dieman2 terus jadi numpuk begini khan repot, jadi berantakkan, lagian kalo yang dimaksud “suatu saat bermanfaat” itu bisa di jadikan contoh undangan walimahan anak2nya (ini yang sangat luar biasa dari seorang ibu, beliau sudah jaaauuuuh2 hari memikirkan hal2 tertentu untuk anak2nya) khan di tempat percetakkan undangan nanti pasti juga punya contoh yang sangat banyak mungkin melebihi koleksi ibu. Tapi agar tidak menyakiti hati ibu dan agar tetap rapi… diaturlah strategi “pengurangan jumlah” yang lebih halus…”bu, beberapa model yang udah gak up to date kita buang saja ya, besok2 pasti akan ada model yang lebih lucu2 lagi okey..” dan ibupun setuju. Alhamdulillah…

Kadang sambil membakar beberapa kartu undangan walimahan aku berfikir kok bisa ya orang membuang2 uang dengan berlebih-lebihan untuk sebuah kartu yang akhirnya akan masuk kedalam pembakaran/tong sampah ini. Kadang karena gengsi, prestise, atau sekedar bermegah2an…. Padahal mungkin harga 1 kartu undangan ini ada yang bisa untuk makan 2 orang yang sedang kelaparan. Jadi teringat surat cintaNya :

Nä39ygø9r& ãèO%s3­G9$# ÇÊÈ 4Ó®Lym ãLänö‘ã— tÎ/$s)yJø9$# ÇËÈ žxx. š’ôqy™ tbqßJn=÷ès? ÇÌÈ §NèO žxx. t$ôqy™ tbqßJn=÷ès? ÇÍÈ žxx. öqs9 tbqßJn=÷ès? zNù=Ïæ ÈûüÉ)u‹ø9$# ÇÎÈ žcãruŽtIs9 zOŠÅspgø:$# ÇÏÈ ¢OèO $pk¨XãruŽtIs9 šú÷ütã ÈûüÉ)u‹ø9$# ÇÐÈ ¢OèO £`è=t«ó¡çFs9 >‹Í³tBöqtƒ Ç`tã ÉOŠÏè¨Z9$# ÇÑÈ

  1. Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu[1598],
  2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
  3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
  4. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui.
  5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
  6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
  7. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin[1599].
  8. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

[1598] Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan.

[1599] ‘Ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

Ya AlLoh, lindungi kami dari sifat suka bermegah-megahan. Amin

Bicara tentang rumah, rumah itu bukan sekedar sebuah bangunan dari semen dicampur pasir dan batu bata, jangan jadikan rumah hanya sekedar sebagai sebuah bangunan, tapi jadikanlah rumah sebagai madrasah kita, jadikan rumah sebagai tempat berlindung kita, jadikan rumah sebagai tempat mencurahkan semua perasaan senang dan sedih kita, jadikan rumah sebagai tempat yang kita rindu untuk melepas segala lelah kita di dunia, jadikan rumah juga sebagai masjid kita dimana disana semua anggotanya senang sekali bersujud untuk menghambakan diri kepada AlLoh swt. Jadikan rumahku surgaku di dunia… jangan jadikan rumah kita hanya bangunan megah tanpa makna apa-apa. 🙂

By : Mei Allif

28 September 2008

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s