CATATAN MUDIK 4 : ayahku Profesor…….

Pendidikan itu emang gak perlu harus dienyam melalui sebuah gedung yang disebut sekolahan atau universitas. Ayah lulusan S3 alias SD, SMP dan STM. Tapi ayahku hebat dia seperti profesor bagiku. Ayah pandai dalam mengajariku dalam berbagai macam ilmu yang selalu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Entah tentang hukum Newton, gaya gesek, pipa bernaouli, hukum pitagoras, bahkan sampai organisasi dan manajemen resiko. Ayah keren, semua pendapat ayah kalo di teliti akan bisa menjadikan sebuah penemuan baru hehe….. Kalo Ayah tidak cerdas mana mungkin anak2nya akan menjadi anak2 yang cerdas pula hihihi (narsis dikit ah sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada ayah 🙂 ) . Aamiin.

Ayah selalu bilang, aku masih sangat lemah dalam ilmu terapan. Hehe… sebenarnya aku kadang gak terima kalo di bilang kaya’gini. Jadi aku hanya bisa bilang “hmm…. Mungkin karena mbak masih sedikit pengalaman yah, jadi ya pastilah ilmu terapan (pengalamannya) masih sedikit, tapi mbak yakin suatu saat ilmu terapan mbak akan banyak.” Adekku yang ikut mendengarkan cuma komentar “ya pastilah”… tapi gak semua orang loh bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya sehari-hari. Ada orang yang melewati hari-harinya tanpa merenungkan setiap kejadian baik yang dia alami atau orang lain yang mengalami, setiap kejadian dianggap sebuah kebetulan, padahal setiap kejadian ada yang mengaturnya, ada yang merencanakannya, tugas kita tidak hanya sekedar menjalaninya seperti air yang mengalir, tapi adakalanya kita harus memilih pada sesuatu yang bisa kita pilih. Setiap pilihan ada yang baik dan buruk, yang baik tentulah yang benar menurut Pencipta kita (AlLoh SWT) yang buruk pastilah karena hawa nafsu kita yang tidak ingin diatur oleh aturanNya (SyariatNya). Misalnya kita haus nich, terus kita mau minum sekarang pilihan kita mau menghilangkan rasa haus kita dengan segelas air putih atau sebotol arak. Itu pilihan kita, nah dalam dihadapkan pada pilihan maka pemahaman mendasar (aqidah) kita yang akan menimbang baik dan buruknya. Gitu dech….

Oh iya, kenapa aku bilang ayahku profesor, karena ayah bisa saja menerangkan sesuatu yang sulit dengan bahasa yang mudah. Waktu aku ikut sebuah seminar, seorang pembicara (emang pembicaranya waktu itu hanya satu ding ) mengatakan orang yang cerdas adalah orang yang bisa menyampaikan sesuatu yang sulit dengan bahasa yang ringan dan mudah difahami. Aku juga teringat seorang ustadz di radio pernah mengatakan bahwa RosululLoh adalah orang yang paling baik komunikasinya, beliau bila berkata tidak pernah berat dan mudah di terima, sistematis tidak berputar-putar dan bertele-tele, dan beliau selalu mengulang pembicaraannya agar menjadi pemahaman yang kuat. SubhanalLoh… RosululLoh the best panutan dalam hidup ini di sepanjangan masa, pantas saja Michael Hart menaruh nama beliau di urutan pertama di 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.

 

Ayah bisa menerangkan kenapa jalanan ketika berbelok lebih miring tidak lurus, kemudian ayah juga menerangkan bagaimana dengan pengurangan gaya gesek beliau memberikan masukkan kepada karyawan yang akan memindahkan gulungan kabel telpon yang berat yang tidak bisa digeser ke kanan dan ke kiri, yang semula hanya bisa berjalan maju dan mundur, ayah juga suka bercerita tentang profesor rayap hehehe… jadi ceritanya beliau ini terkesima banget dengan ilmu si profesor rayap yang beliau ikuti dalam sebuah workshop tentang management warehouse, beliau selalu menceritakan tentang profesor rayap yang menurut si profesor ternyata dalam pergudangan kadang ada 1 hal yang luput dalam pengamatan kita yaitu si rayap, rayap cepat berkembang biak dan bila si rayap sudah memilih tempat beranak di dalam jaringan telpon, dalam perangkat2 keras telpon dll maka ini akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Hihihi…. aku yakin si profesor ini pasti sangat menguasai ilmu tentang rayap, suatu saat pengen juga bertemu beliau tuk belajar ilmu tentang rayap dan meminta beliau menjadi 1 dari 1000 pelatih dalam hidupku. Ayahku hanya berpesan ”seseorang itu semakin tinggi sekolahnya, sebenarnya ilmunya semakin menyempit tapi semakin mendalam, sehingga yang paling penting adalah harus semakin merendah (tawadu’).”…. La haula wala quwata ilabillah…

 

Pernah tidak terfikir bahwa kecerdasan yang AlLoh titipkan adalah anugrah sekaligus ujian. Kecerdasan bisa saja menjerumuskan seseorang pada kesombongan, merasa dirinya lebih hebat dari orang lain, penipuan bahkan pengingkaran yang jatuh pada kekufuran naudzubillahi mindzaliq. Tapi kecerdasan juga bisa menjadi anugrah bila orang tersebut selalu merasa dia bukanlah siapa-siapa dan semakin bertambah ilmunya semakin dia merasa kecil dihadapan Pemilik ilmu Yang Maha Luas, dan semakin merasakan Ke Maha Besaran AlLoh, sehingga bisa semakin dekat dengan Pemilik diri ini (AlLoh SWT).

 

Perbincangan kami ditutup dengan membaca biografi para tokoh2 terkenal, penemu-penemu dalam tulisan Michael Hart. Ayahku memang tidak pernah mengenal universitas, kampus atau istilah mahasiswa, tapi beliau menggali ilmu dimanapun berada melalui pengalaman, pengamatan sendiri, atau pendidikan2 diluar gedung yang bernama universitas.

 

 

By : Mei Allif

3 Oktober 2008

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s