CATATAN MUDIK 5 : Pasti Ada, biarpun hanya satu…..

Hal teraneh yang jadi tradisi di keluargaku adalah, membiarkan aku terus berkreasi membuat kue-kue lebaran walaupun rasanya gak karuan 🙂. Jadi “ritual” membuat kue pasti menunggu aku pulang dulu ke rumah dari jogja. Jauh-jauh hari aku sudah mulai searching di internet atau buka2 koran masakan untuk merancang kue apa yang akan di buat lebaran tahun ini. Pokoknya persiapannya matang dech tapi entah kenapa prakteknya selalu ajah ada yang gagal 🙂. Dan ini akan jadi cerita paling seru ketika saudara-saudara sudah pada datang. Karena kita akan saling berkomentar tentang kue-kue yang kubuat. Tante yang jago buat kue pasti akan memberikan banyak nasehat dan tips2 untuk membuat kue yang bisa empuk, bisa halus, bisa kuning cantik dll. Sedangkan sepupu2ku yang sedang ABG itu akan berkomentar ”mana kuenya kak imay?, tumben kak kali ini agak enak hehe…”. yang ngomentari gitu tapi sambil terus ajah ngunyah kue buatanku. Geli juga lihatnya. Dan Adekku adalah orang yang paling stress kalo aku sedang bikin kue. ”Udahlah mbak, lebaran tahun ini kita beli aja ya!!, pasti enaknya, pasti jadinya!!” komentar adekku. ”Dek, kalo kita beli terus kapan dong mbak bisa buka cateringnya, lagian gagalkan biasa kalo berhasil baru luar biasa” jawabku yang mungkin udah sering banget di denger ama adekku.

 

Lagian aku emang orang super nekat. Masak masakan gak begitu pinter, bikin kue juga biasa-biasa ajah, tapi keinginan bisa punya catering kuat banget walaupun sering diketawain sama adek dan sepupu2ku. Tapi aku tahu kok mereka sebenarnya mendukung keinginan ini karena kalo kita lagi ke Toko Roti pasti adek komentar gini ”Mbak, kapan neh bisa buat kue yang kaya’ gini?” sambil nunjuk kue yang keliatannya enak-enak dan lucu2 itu. Itu tandanya adek ngedukung aku banget (hehehe GR banget ya….).

 

Setiap buat kue pasti ada satu yang gagal. Dan lucunya yang gagal itu pasti kue yang aku andalakan jauh-jauh hari. Seperti lebaran tahun kemarin, aku bilang ke Ibu lewat telpon ”Bu, lebaran tahun ini mbak mau coba resep baru, pokoknya enak dech, mbak dah cari resepnya di internet!”. ”ya” jawab ibu singkat dan jelas. Akhirnya kue itu kita buat dan alhasil, itu kue keraaaaasssnya minta ampun. Udah warnanya coklat, dikasih coco cips tetep ajah gak cantik, dan makannya perlu pake palu kaleee atau untuk yang giginya bukan kualitas 1 mending jangan coba-coba dech. Ini bukan dilebih-lebihkan tapi emang kenyataan. Sampai2 aku diketawain abiz2an sama semua keluarga. Ini nich ”kue internet” kebanggaan mb imay kata mereka semua. Si Kue Internet jadi kue paling lama habis jadi sebagai bentuk pertanggung jawaban kue itu aku bawa ke Jogja. Tapi tanpa di duga tanpa di sangka, bukan sulap dan juga bukan sihir…. temenku ada yang suka banget sama kue itu. Aku gak percaya, dengan terus terang kuceritakan karakteristik kue tersebut, dan bagaimana pandangan orang2 terhadap kue itu (hiperbola banget sich, malah kaya mau ngelamar anak gadis ajah), tapi komentar temenku singkat ajah. ”Gak apa2 bundo (aku), kuenya enak kok, lumayan buat teman ngelembur GAK BIKIN NGANTUK”. alhamdulilLah akhirnya ada juga yang suka.

 

Kejadian seperti itu juga terulang untuk lebaran tahun ini. Kali ini kue yang ku bikin encernya gak karuan, jadilah itu kue tipis dan melebar. Ahhh… bentuknya jelek banget. Apalagi dengan rasa kopi, akhirnya biar agak padat kucampur ajah dengan kacang. Wah..wah… semakin gak karuan. Udah Hopeless banget apalagi harga2 sekarang sedang mahal2nya, kebayang sudah si telur, mentega, terigu, gula yang rasanya jadi sia2. belum lagi mulai muncul komentar ”tuch kan gagal lagi, kalo uangnya untuk beli kue jadi aja pasti sama ajah tapi kan gak usah repot dan jadi mubazir begini”. Walaupun sebenarnya hopeless juga tapi harus tetap terlihat optimis, InsyaAlLoh pasti bisa jadi kok. Tapi memang masih belum beruntung, beberapa kue malah jadi gosong. MasyaAlLoh….. jadilah itu kue masuk dalam waiting list toples yang akan tampil di hadapan para tamu. Sampai lebaran hari ke 4 si ”kue rekayasa” masih belum tampil. Tapi cerita tentang dia udah beredar di tengah keluarga2 yang datang ke rumah, dan jadi cerita lucu lagi diantara kita semua. Tapi surprise juga ketika di hari ke 5 syawal, si kue rekayasa ternyata tinggal 3 keping. ”Bu, siapa yang suka dengan kue rekayasa??” tanyaku penasaran.. kemudian ibu menjawab sambil senyum2. ”bapak, tadi makan kue itu banyak banget, katanya dari semua kue, kue ini yang paling enak”. WHATS!!…. gak salah denger nich?!!.. si adek Cuma komentar sambil ketawa ”ah, paling bapak kasian ajah sama mbak hehe….”.

 

Sebenarnya pasti ada saja orang yang suka dengan sesuatu yang mungkin tidak semua orang suka. Jadi saya berfikir, sejelek-jeleknya kita, seburuk-buruknya kita. Janganlah pernah khawatir pasti ada yang bisa menerima kita. Karena tugas kita hanyalah mensyukuri semua yang AlLoh berikan kepada kita dan bersabar atas kekurangan kita.

” Sungguh indah perkara orang beriman, bila mereka diberi kenikmatan maka mereka akan bersyukur, dan bila mereka diuji maka mereka akan bersabar, dan keduanya adalah baik bagi mereka.”

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

6 Responses to CATATAN MUDIK 5 : Pasti Ada, biarpun hanya satu…..

  1. Beth says:

    Gimana kuenya… enak?

  2. mei allif says:

    kuenya enak.. kalo lagi lapeeeer berat😀

  3. fiqs says:

    CATATAN MUDIK 5 : Pasti Ada, biarpun hanya satu…..

    judulnya kok aneh? kyaknya pernah dengan dech 2 kata terakhir…….hanya satu

    fiq @
    http://www.simple-ware.blogspot.com
    http://www.fiqs.wordpress.com

  4. mei allif says:

    hmmm…. iya ya? kapan ya :p, oh iya ya waktu sumpah pemuda khan 28 Oktober 1928 hihihi…. inget khan sekarang…🙂

  5. Jihan says:

    iya intinya adalah dua paragraf yang akhir,….dan buat mb mei, jangan pernah menyerah pasti dapat……haa ha….hi hi ….hu hu….

  6. mei allif says:

    hahaha…. jihaaaaaaannn awas ya!!!!
    gak hanya paragapah terakhir ajah kok, di setiap paragraph punya makna dan cerita😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s