Manusia oh Manusia

Siang itu aku memacu “kakak syahid” melewati motor-motor lain dan mobil. Walau kadang mbalap dan lebih sering di balap hehe…. Ada 3 acara yang semuanya overlap di waktu yang hampir sama dan tempat yang beda. Hari itu saya harus ke UGM nyerahin paper ke pembimbing thesis, kemudian ikut training Be Excelent Student sebagai pemandu, dan memimpin rapat di Lab. alhamdulilLah untuk rapat di lab ada yang bersedia menggantikan untuk memimpin. JazakalLahu khairan katsira…..

 

Sambil terus memacu “kakak syahid” di perjalanan pulang sampailah saya di traffic light yang paling deket dengan kampus yang digunung ini. Lampunya merah yang artinya saya harus berhenti. Sesuai rencana AlLoh, motor titipan saya yang pertama berhenti jadi posisinya paling depan. Kadang jadi kebiasan di jalan pertigaan traffic light ini yaitu motor yang bertujuan lurus tidak berhenti jika lampunya merah. Tapi karena saya taat peraturan ehm… (bukan apa2 lho… di jalan raya itu memang kudu perhatikan rambu2 J ikhtiar tuk keselamatan kita syukur2 juga tidak mencelakai orang lain) maka saya berhenti. Dan kemudian motor setelah saya juga berhenti di ikuti motor-motor yang lainnya. Sambil menunggu lampu hijau sejenak saya merenung, biasanya orang2 tuch pada serobatan ajah kalo mau jalan lurus tidak pedulikan lampunya merah atau hijau apalagi kuning. Tapi kok ini satu per satu pada ikut berhenti juga. Asyik dengan terus merenung akhirnya saya punya kesimpulan simpel yaitu orang punya kecenderungan untuk mengikuti sesuatu, baik yang diikuti itu kebaikan atau keburukan. Tengok saja, seandainya saya sebagai pengendara motor yang pertama tidak berhenti kemungkinan motor belakang saya juga akan ikut dan diikuti motor di belakangnya yang lain. Tapi ketika kita berhenti maka motor lainnya ikut berhenti, karena biasanya kejahatan/pelanggaran itu emang gak ngerasa ngelanggar kalo ngelakuinnya rame-rame. Begitu juga dengan kebaikan, kadang kita mau ikut ngelakuin kebaikan ketika ada temannya untuk melakukan kebaikan itu. Misalnya saja mau berangkat ke kajian tapi kok malu ya kalo berangkat sendirian, kalo ada temennya baru dech berani. Jadi kalo manusia punya kecenderungan untuk meniru atau mengikuti kenapa gak kita ”azzamkan” camkan dalam hati kita bahwa kita ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan contoh/tauladan yang baik untuk orang lain. Jangan malah kebalikan kita menjadi contoh aktivitas yang salah. Kaya’ pengendara motor yang nekat nerobos lampu merah dan diikuti motor yang lain. Kalo itu di tilang bisa di tilang berjama’ah tuch. Ingat ”barang siapa mengajak pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala kebaikan orang yang diajaknya tanpa mengurangi pahala orang yang diajak, begitu juga dengan kejahatan, maka ia akan ikut menanggung dosa kejahatan dari orang yang mengikuti kejahatannya. NaudzubilLahi mindzalik….

Terus berubah ya menuju yang lebih baik. Amin

 

 

By : Mei Allif

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s