Kampung yang di Rindu……

Sudah hampir 4 tahun saya tidak pulang ke kampung halaman orang tua saya di Padang menengok nenek yang sudah semakin tua. Mengunjungi sanak saudara yang ada di sana. Rindu …. Sangat rindu di hati ini.

Pekalongan dan Padang bukanlah jarak yang pendek. Kalo kami naik mobil menghabiskan waktu 3 malam 2 hari. Dan bisanya kami memang pakai mobil untuk pulang kampong karena disana jadi bisa bersilaturahim ke semua saudara. Di bandingkan kalo pulang naik pesawat.

Sudah 4x Lebaran, saya hanya berlebaran di Pekalongan tidak menengok nenek di Kampung. Alasannya selain beberapa kali ibu dan bapak memang sudah pulang ke Kampung, selain itu naiknya harga BBM juga berdampak pada jadwal pulang kampong kami. Andai pak SBY tahu bahwa kebijakkannya menaikkan BBM juga berimbas pada agenda silaturahim kami. Hmm… mungkin beliau tidak berfikir sejauh itu ketika menaikkan harga BBM.

AlLoh memang selalu punya rencana untuk hambaNya. Dalam 1 tahun ini aku kehilangan 2 orang di kampung halamanku sekaligus. Kakak Ibuku yang ku panggil juga Ibu, tahun ini di minta kembali oleh PemilikNya. Sediiiih sekali ketika mendengar berita itu. Belum sempat berjumpa dengan Ibu, beberapa lebaran kami tidak pulang ke Padang, hanya saling meminta maaf lewat telepon. Ibu yang baik, ibu yang selalu menyambut dengan hangat setiap aku datang ke Padang sudah tidak ada lagi. Ibu yang selalu memanjakanku dengan masakan2nya yang enak setiap aku pulang sudah tiada. Ibu yang selalu ku godain ketika berlebaran mengenakan baju baru, kini sudah tiada. Aku tidak tahu siapa yang akan menyambutku dengan senyum hangat lagi ketika aku pulang kampung nanti. Ibu yang selalu melarang aku menimba air karena khawatir aku malah nyemplung ke sumur, beliau mungkin lupa bahwa keponakkannya ini sudah besar, tidak kecil lagi. Ibu yang selalu ku jahilin dengan mengatakan “Ibu, mirip bu Megawati dech hehehe…. “karean tahi lalat beliau yang juga besar di dagu dan beliaupun akan tertawa.

Ya AlLoh, Engkau Maha Tahu yang terbaik untuk kami semua. Dan kini Engkau minta kembali Apak, suami ibu tercinta. Tidak lama menyusul kepergian Ibu. Apak demikian aku memanggilnya kependekan dari Bapak. Apak kini juga pergi. Siang ini ketika aku mendengar beritanya dari Ibuku, serasa hampir2 tidak percaya. Lebaran tahun ini aku memang sudah di rayu2 oleh saudara2 untuk pulang ke kampong di Padang. Tapi karena terlalu mendadak kupikir akan banyak kendala di jalan karena kita semua kurang persiapan, baik material maupun persiapan yang lainnya. Akhirnya aku tolak ajakkan saudara2ku untuk pulang kampong dengan alas an kuliahku tinggal dikit lagi selesai.

Dan ternyata, siang ini (1 Oktober 2008) Apak telah tiada. Kenangan yang paling melekat di benakku bersama apak adalah ketika apak selalu mengambilkan kelapa muda di kebun setiap aku pulang kampong, atau mengajak ke pantai untuk beli ikan naik truck, karena Apak memanglah seorang supir truck. Pengalaman yang sangat menarik, pergi ke pantai naik truck di belakang kena angin yang sangat banyak sekali, kalo terlalu sering kadang aku juga suka masuk angin. Tapi kalo rame2 dengan saudara-saudara yang lain rasanya senaaaannngg aja gak ada istilah capek. Atau Apak yang selalu membuat2 cerita seolah2 bukit di belakang rumah ini ada harimaunya, jadi aku harus hati-hati kalo mau ke belakang. Atau cerita Apak yang selalu lucu yang menceritakan orang2 tua tetangga kami yang cerewet2 dengan gaya yang dibuat2 hihi… istilahnya sich “ngerasani” tapi apak tidak menceritakan keburukkannya hanya bercerita tentang tingkah nenek2 tua itu. Namanya juga nenek2 kadang tingkah mereka memang lucu2…. Apak, maafkan mbak imay lebaran tahun ini kemarin tidak pulang ke kampong padahal apak ingin sekali bertemu.

kenangan akan tetap menjadi kenangan…

Maha Suci AlLoh yang menciptakan manusia dengan segala keterbatasan..

Hingga mungkin agar aku tidak berlarut2 dalam kesedihan, tidak berlarut2 dalam kenagan-kenangan…

Biar saja kenangan2 itu menjadi seperti bagian puzzle dalam hidupku, tanpa kenangan serasa puzzle hidupku tidak lengkap.

Ya, AlLoh.. semua milikMu..

Diri ini milikMu, harta ini milikMu, nyawa ini milikMu, orang-orang yang kusayangi juga milikMu..

Engkau mempertemukan kami, Engkau mengaturnya dalam ikatan darah dan persaudaraan, Engkau mempertemukan kami untuk saling mengingatkan dan menimba ilmu, berbagi cerita dan berbagi nasehat. Semua dalam rencanaMu ya AlLoh…

Sedikitpun aku tak berhak protes akan rencanaMu, aku pasrah dan aku tunduk…

Ya AlLoh ampuni dosa Ibu dan Apak, mereka juga seperti orang tuaku. Tempatkan mereka di surgaMu yang terindah….

Thesisku harus segera selesai, agar aku bisa segera pulang kampong

HARUS!!!!! InsyaAlLoh..

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

One Response to Kampung yang di Rindu……

  1. reekoheek says:

    semoga dosa2 mereka terampuni, semoga amal2 ibadah mereka diterima, dan semoga mereka dikumpulkan dalam surgaNya yang indah.. amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s