WANITA NOMOR DUA?

wanita nomor dua?Para feminis tidak henti2nya menggembar-gemborkan ide2 persamaan derajat antara pria dan wanita disegala aspek kehidupan. Hingga kadang tak segan2 mengutak atik al qur’an untuk melegalkan keinginan mereka. Kata siapa Islam menomor duakan wanita?? Kata siapa islam mendiskriminasi wanita ? (ya, kata para feminis kale hehe..)

Sejenak, coba kita perhatikan kaki dan kepala kita. Menurut anda, mana yang lebih mulia, kaki atau kepala? Apakah ketika AlLoh memberikan tugas yang berbeda antara kaki dan kepala berarti AlLoh mendiskriminatif dan menomor duakan kaki? Pasti tidak jawabannya.

Ketika ada penetapan hukum atau pembagian tugas dari AlLoh yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan, harusnya dilihat sebagai bentuk pengaturan demi kebaikkan masyarakat manusia sebagai satu tubuh, bukan karena AlLoh menomor duakan atau diskriminatif terhadap wanita.

Laki-laki ditugaskan oleh AlLoh untuk menjadi pemimpin dalam keluarga, melindungi, menafkahi, dan mendiidk istri dan anak2nya. Wanita ditugaskan untuk taat kepada kepemimpinan suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya melanggar hukum2 AlLoh SWT. Agar suami biasa menjalankan tugasnya melindungi istrinya, maka istrinya wajib untuk taat kepada suaminya. Bagaimana suami bisa melindungi istri, kalo tidak tahu istrinya ada dimana? Demikian juga dengan pembagian hak waris, laki-laki 2x pembagian wanita bukan berarti di hadapan AlLoh laki2 lebih mulia, tetapi karena laki-laki ada kewajiban untuk menafkahi. ”Sesungguhnya yang paling mulia dari kalian di hadapan AlLoh adalah yang paling bertakwa” (TQS. Al hujurat 49).

Dalam Islam juga tidak ada larangan wanita berkiprah dalam sektor publik. Wanita diwajibkan untuk menuntut ilmu dan berdakwah. Wanita, sebagimana laki-laki memiliki kewajiban kifayah untuk menjadi guru, dokter, ahli pertanian, perawat, dll yang diperlukan untuk kesejahteraan kehidupan masyarakat. Wanita, sebagimana laki-laki juga disunahkan untuk aktif dalam kegiatan2 menyantuni anak yatim, mendidik masyarakat, dll. Wanita juga di bolehkan untuk aktiv dalam kegiatan perdagangan dan perindustrian. Tetapi wanita dilarang (haram) menduduki posisi kekuasaan seperti menjadi kepala negara atau kepala daerah, atau menduduki posisi legislasi dalam perwakilan rakyat. Adapun peran memberikan memberi nasehat dan kritik terhadap pemerintah dalam perwakilan rakyat diperbolehkan.

Jadi jelaslah kebohongan tentang Islam menomorduakan wanita. Yang ada di dalam Islam adalah pengaturan dan pembagian yang tepat sesuai dengan keunggulan masing-masing.

So, jadi apapun kalian baik sebagai wanita atau laki-laki jalani peran kalian dengan sebaik-baiknya. Dan bertaqwalah kepada AlLoh sesungguhnya baik dan buruknya kita dihadapan AlLoh dilihat dari ketaqwaan kita kepadaNya.

By : Mei Allif

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in artikel islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s