AIR MATA AYAH….

my-dad 1 tahun yang lalu aku selalu ketakutan kalo mendengar hp flexiku berdering. Selalu ku perhatikan siapa yang menelepon. Kalo di sana tertulis “abi-ku sayang” atau “umi-ku sayang” langsung dada ini berdetak kecang dan panik bagaimana caranya menolak telepon itu atau mendiamkan deringnya. Kadang temen2 sampai heran, dan menanyakan kepadaku “kenapa gak diangkat telponnya?”… dengan wajah sedih dan sangat bersalah aku akan menjawab ”aku, gak tahu harus ngomong apa sama bapak/ibu, dari pada aku mengangkat telpon dan mereka akan kecewa dengan berita yang akan aku sampaikan tidak sesuai dengan keingin mereka maka aku akan lebih sedih lagi” jawabku dengan nada yang sangat merasa bersalah. Pak, bu… maafkan yach….

Jadi inget waktu pertama kali kuliah di kota pelajar ini dan waktu belum punya HP. Aku rajin sekali menelpon bapak dan ibu lewat wartel bahkan aku sering ngumpulin uang untuk nelpon mereka agar bisa ngobrol berjam-jam. Belum lagi harus bangun pagi-pagi biar bisa nelpon dengan potongan harga. Tapi kenapa sekarang ketika AlLoh kasih kemudahan mempunyai telpon seluler aku jadi khawatir sekali mengangkat telpon dari ortuku. Bukan dari dulu sich tapi hanya akhir-akhir ini ketika aku tidak kunjung selesai mengerjakan penelitian thesisku. Karena pertanyaan ayah/ibu selalulah hampir sama :”sudah sampai mana thesisnya”, ”sudah ketemu dosennya belum?”, atau ”kira-kira kapan selesainya”… ah kenapa ya pertanyaan-pertanyaan itu sangat susah sekali menjawabnya. Karean memang penelitianku berjalan sangat lambat, seperti jalannya keong…. La hala wala quwata ilabillah…. Ya AlLoh berilah kekuatan dan kemudahan padaku….

Benarlah besarnya cinta orang tua pada kita melebihi rasa letih mereka. Sungguh mereka tak mengharapkan apa-apa dari kita kecuali cinta kita juga tak pernah berkurang pada mereka, perhatian kita tidak berpaling dari mereka. Teringat perkataan ayah yg disampaikan ulang melalui saudari kecilku ..”bu, jangan menghubungi si mbak dulu, keliatannya dia lagi sibuk nanti kita malah menggangu” atau ”bu, kalo nanti telpon si mbak jangan singgung2 tentang penelitiannya ya”…. ya AlLoh lemas rasanya hati ini mendengar cerita dari adikku. Ayah, Ibu sedikitpun kalian tidak pernah menggangu aku…. hanya aku yang tidak pernah ingin mengecewakan kalian. Kalo sudah begini aku selalu mengingat2 masa kecil ku, dan masa2 mereka ada di dekatku… dan kalo udah begini aku paling gak tahan… bendungan di mataku rasanya mudah sekali jebol, dan airnya pun mengalir…..
”ku buka album biru…
”penuh debu dan usang…
”kupandangi foto diri…
”kecil bersih belum bernoda…

”kata mereka, diriku slalu dimanja,…
”kata mereka diriku selalu di timang…
(potret, judul : bunda)

Dan biasanya besok paginya aku akan konser tunggal di kos… (hehe… Giant banget dah….😀 )

”andai aku tlah dewasa…
”apa yg akan kukatakan….
”untukmu idolaku tersayang… ayah … ohh..

”andai usiaku berubaha,,,..
”kan kubalas cintamu bunda…
”pelitaku… penerang jiwaku dalam setiap waktu…

”oh kutahu kau berharap..
” dalam langkahku, kutahu kaupun ada..
”dalam senyumku, ku tahu kau kucinta..
”dalam doaku… Oh Tuhan Kau kupinta…
”Bahagiakan mereka sepertiku”

( Sherina, judul : Andai aku besar nanti)

Dan kemarin aku menyelesaikan masa studyku. Salah satu dari beberapa perjalanan yang dinanti orang tuaku. Ku tahu mereka lega dan bahagia, dan kebahagiaanku melebihi kebahagian mereka. Karena kebahagianku adalah melihat senyum di bibir orang2 yang aku cintai…

Dan ketika namaku di panggil menerima ijazah…. aku tahu orang tuaku menangis…. karena aku merasakannya…. aku tahu walaupun orang tuaku duduk berdesak2an dengan orang tua yang lain atau dengan suami atau istri wisudawan/wati yg lain hehehe…..  dan walaupun aku tak tahu di sudut mana orang tuaku duduk tapi aku tahu mereka merekam setiap langkahku menuju panggung dekan, dan mereka mendoakan setiap langkahku….

Ya AlLoh… aku adalah seorang anak dari kedua orang tuaku…
Persaksikanlah… aku sangat mencintai mereka…

Mereka telah mendidiku dengan sangat baik…
Mereka menyayangiku dengan sangat tulus…
Mereka mengenalkanku padaMu…
Mereka mengajariku mengenal RosulMu..
Mereka menjadikan aku Islam…
Mereka mengajariku tentang bagaimana bersedekah..
Mereka mengajariku tentang menjalin ukhuwah…
Mereka mengajariku bagaimana menahan lapar…
Dan Mereka mewarisiku bekal ilmu…
Ampunilah dosa mereka dan bahagiakanlah mereka. Amin

Hari itu di tutup dengan kucium kedua tangan orang tuaku. Dan kulihat wajah ayah memerah menahan sesuatu, dan kutahu ayah menahan bendungannya yg akan mengalir… dan tanpa malu-malu… ayah menangis bahagia di gedung itu…

DSC00149

By : Ananda…

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

9 Responses to AIR MATA AYAH….

  1. yuli says:

    mbak,… aku juga lagi di posisismu,… ibuk dan bapak slalu nanya “wis digarap skripsine?????” aku jawab “dereng hehehehehhe”

    aku saaaaaayyyyyaaaannnggg bapakku, lelaki pertama dalam hidupku,… bapak juga pernah nangis, waktu itu aku keceplosan cerita tentang bapak temenku,.. eh beliau nangis,.. dodol banget aku ini,.. gak tau kalau itu cerita sedih :((…….

    hehehe bapak emang lelaki paling top,.. my dad, my pious dad. muah muah,…

  2. mei allif says:

    hehehe… sabar yuli, semua orang sepertinya juga merasakan hal yang sama, kecuali yg cuek ama studynya atau cuek ma ortunya…. berdoa, berusaha, dan tawakal, pegang kunci itu.. insyaAlLoh semua pasti bisa di lakukan. amin…🙂

  3. nurrahman18 says:

    I love my Mom and Dad too ………..:D

  4. elfaruq says:

    besok kalo aku jadi bapak, anak2 ku kayak Mba Mei sama Mba Yuli gak ya?

  5. mei allif says:

    hehehe… yang pasti kresna harus mentargetkan anak kresna lebih baik dari mb mei dan mb Yuli :)… anak adalah coretan tinta orang tua, dengan apa orang tua melukiskan warna2 dalam kertas putih anak mereka… so kalo mau punya anak sholeh/sholehah…. rubahlah diri kita menjadi orang tua yang sholeh dan sholehah juga… siiip..🙂

  6. ukhti_korry says:

    alhamdulillah… senangnya mendengar celotehan anak2 yg berbakti pada kedua orang tuanya…. Jadi tambah rindu ayah ibu Qu… ^_^

  7. anjun says:

    sedih ih bacanya pgn nangis juga…

  8. beeshare69 says:

    bakti kepada orang tua adalah kebaikkan yang Agung…
    Islam telah mengajarkan bagaimana seharusnya kita berbakti kepada orang tua…
    Klo boleh mau promosi buku nih…
    Bulan Juli dah terbit… judulnya “Bunda Ijinkan Kucium Keningmu, Kado Cinta Untuk Bunda”
    wah buku asyik lho… mengharu biru… dan yang jelas mengajarakan bagaimana mencintai mereka dengan benar sesuai dengan keinginan yang Mahaagung dan Mahapenyayang…
    kunjungi kami tuk lihat profil bukunya ya… http://www.arraudhoh.wordpress.com
    syukron mba mei tuk comment dan iklan di sini… ^_^

  9. nurul says:

    bagus bgt..selamat yah mbak atas kelu2sn n kesuksesan mbak…moga ayah n ibu mbak sehat d sna…
    doa sya untuk mreka,sebagai ungkapan doa sya juga pda ortu saya…mreka sma2 ortu yg paling membanggakan….
    salam kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s