ANDAIKAN SEIRING WAKTU AKAN BERUBAH…..

hujan1

Persahabatan bagai kepompong…

Merubah ulat menjadi kupu-kupu…

(Kepompong – Sindentosca)

Waktu telpon genggamku berbunyi siang itu betapa senangnya, karena ternyata sahabat yang sudah lama tidak bertemu mengkabarkan akan datang ke kotaku (jogja)  sore ini, walaupun tujuannya bukan spesial untuk menjengukku, tapi tak apalah…. Sudah menyenangkan….

Layaknya orang yang sudah lama tidak bertemu, pasti rasa rindu sudah sangat menggunung. Sambil menunggu kedatangannya, di-isi dengan menyelesaiakan beberapa pekerjaan (amanah) yang belum selesai.

alhamdulilLah akhirnya yang di tunggu datang juga…

Salam doa selamat dan rahmat langsung mengalir dari kami. Kebiasaan yang menyenangkan sesama muslim bila bertemu, yaitu saling mendoakan.

Senyumanku masih mengembang, sambil terus memandangi wajah temanku yang sudah lama tidak bertemu ini (padahal baru 1 tahun tdk bertemu he he….), lamat-lamat ku perhatikan wajahnya sepertinya ada sesuatu di benaknya. Agar tidak begitu tegang, ku ajak duduk2 dulu dan ngobrol ringan. Tapi masih kudapati wajah yang sedih dan tidak konsentrasi ketika di ajak berbicara.

Hmm… mungkin dia masih capek baru saja melakukan perjalan yang cukup jauh, akhirnya kutanya tentang pengalamannya hidup di Jakarta beberapa bulan ini. Tapi jawabanya datar dan biasa saja tak ada semangat. dalam hati berfikir mungkin menceritakan kehidupannya di Jakarta kurang menyenangkan. Kemudian ku ganti topik dengan menanyakan apakah masih sering ikut pengajian? Pertanyaan kali ini malah di jawab dengan wajah makin sedih. Ku tangkap lagi mungkin dia tidak sempat lagi berburu ilmu agama yang wajib untuk di cari ini, atau dia memang sedang bingung… bingung yang sangat…. Jurus terakhir, ku tawarkan air minum saja, semoga dia sedang tidak berpuasa hari ini. Tapi juga di tolak dengan halus… baiklah tidak mengapa :)…

Setelah duduk2 lesehan sebentar di ruangan, walaupun terjadi obrolan tapi wajah sahabatku masih saja kosong. Ayo donk…. Cerita…. Gumamku dalam hati.

Akhirnya kuputuskan untuk mengajak jalan2 saja mengelilingi kampus, siapa tahu oksigen bisa mengisi otak kita berdua dan menekan sistem syaraf menjadi lebih relax, sambil menyelesaikan beberapa urusannya di kampus ini. syukurlah, suasana juga mendukung, suasana setelah hujan, dengan udara yg masih segar karena partikel debu baru saja di redam oleh air hujan, dan awan yang berwarna abu-abu sisa awan hujan yang lebih gelap. Sambil terus berjalan sambil aku bercerita, sahabatku masih mendengarkan tapi tidak konsentrasi, setiap ku lirik tetap saja pandangannya kosong.

Ya AlLoh, masihkah seperti ini, belum berubah. Padahal waktu tak pernah sedetikpun berhenti. sahabatku, aku ingin sekali membantumu, semampuku…..

“Hey… kamu sibuk gak hari ini”? tanyanya kepadaku tiba-tiba. “enggak” jawabku. “kita duduk-duduk dulu yuk” ajaknya ketika melewati kursi yang di persiapkan kampus untuk duduk mahasiswa yang sedang menunggu antrian giliran pelayanan. “baiklah” jawabku, sambil berdoa, semoga dia mau membagi bebannya kepadaku, sehingga minimalnya ada secarik senyum di wajahnya setelah pertemuan ini…

Dia memulai menceritakan kisahnya, segala keluh kesahnya. Dan tugasku hanyalah mendengarkan, dan sedikit berkomentar bila diperlukan atau ditanya. Dia mulai menceritakan pengalamannya di jakarta, tidak begitu banyak mengenal orang, dan juga menceritakan permasalahan pokok yang membebaninya.

Sambil terus mendengarkan, pelan-pelan kutarik nafas agar ada juga oksigen yang mengisi sel2 otakku agar aku juga bisa relax menghadapinya. Otak yang sehat sangat penting ketika kita akan memberikan solusi kepada orang lain. Semua informasi yang pernah aku dapatkan dalam forum2 majelis tafkir islam mulai saling mengait untuk memberikan solusi yang islami untuk sahabatku ini. Aku [insyaAlLoh] sudah lama meninggalkan solusi yang berdasarkan pada manfaat, keuntungan semu, keuntungan materiil, standar ganda berperilaku, atau salusi saling menjatuhkan dan mementingakn diri sendiri. Setelah kusadari semuanya bukan solusi yang menyelematkanku di dunia dan di akherat. Saat ini aku hanya pakai 1 solusi untuk menyelesaiakan segala permasalahanku, semua masalahku, dia sangat luar biasa, dia adalah ISLAM. Aku hanya menjadikan ISLAM sebagai pemecah setiap permasalahan. Aku yakin Islam mampu lebih dari itu, islam tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan individuku, ISLAM mampu menyelesaiakan permasalahan berskala sistem, berskala negara. subahanalLoh…

Dua Tahun yang lalu, aku juga pernah mendengar masalah yang sama, yang di ceritakan juga oleh sahabatku…. ya AlLoh, mengapa masih saja sama……

Orang bilang, waktu bisa merubah segalanya, orang bilang seiring waktu pasti berubah. Benarkah? Ada juga yg lebih puitis mengatakan ”biar waktu yang akan menjawab segalanya” (ah ada2 saja). Kenapa semua di serahkan pada sang waktu? Bukankah waktu hanyalah sebuah garis lurus yg ada akhirnya, dia bukan garis tanpa batas. Waktu hanya dimensi yang tidak memberikan perubahan apa-apa2, karena berjalannya waktu bukan kita yg mengendalikan, kita hanya titik yang berada di atas garis waktu.

Salah bila menyerahkan perubahan pada sang waktu. Perubahan di awali di pemahaman kita, di cara pandang kita tentang kehidupan, di pemikiran yang mengisi diri kita. Yach, cara pandang sahabatku tentang masalahnya masih sama, sehingga masalah tersebut terus menjadi beban dirinya… walaupun waktu terus berubah, tapi waktu tidak memberikan perubahan… perubahan ada di sini, ada pada pemahaman kita.

Semoga, AlLoh memberikan waktu untuk kami lebih banyak bertemu, hingga aku bisa memberikan sedikit pemahaman agar sahabatku tidak bingung lagi menghadapi segala sesuatunya, dan agar sahabatku lebih mandiri dalam pemikiran…

Semoga AlLoh memberikan kekuatan kepada sahabatku dalam menghadapi ujiannya, semoga ia meraih gelar hamba yg bertaqwa di hadapan AlLoh SWT. Amin

Syukurlah, ada sedikit senyuman di akhir pertemuan sore itu.

Sahabatku, aku hanya bisa menemanimu di dunia, aku hanya bisa cerewet di dunia ini, karena di akherat nanti kita akan berjalan sendiri-sendiri.

Untuk semua orang yang memiliki sahabat,…. sayangi sahabat kita dengan keimanan, dan kecintaan kita kepada AlLoh SWT, . . .

By : mei

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s