Ayah..Tidak Hanya Bunda kan???

Setiap anak yang lahir ibarat gelas kosong dan bening yang harus di isi dengan air oleh orangtuanya. Air inilah yang akan membentuk karakter, kepribadian, pola fikir. Dan pola sikap anak dalam mengarungi kehidupannya. ..

“Bun.., kok nilai Zaffa pas-pas san begini sih?, makanya lain waktu Bunda harus lebih intens lagi dunk dampingin belajarnya…!!”

“ Bunda…kok tadi Zaffa begitu sih?, kan ga’ sopan, ayah kan malu dengan tamu kita tadi…, emang di sekolahnya ga’ diajarin yah? Bunda juga ga’ pernah ngajarinnya?”

“ Bunda…!!, nih si ade minta bacain buku cerita, tugas kantor ayah numpuk nih, Bunda aja deh yang bacain, lagian kan biasanya memang dengan bunda.”

Demikianlah ayah Zaffa sehari-hari. Selalu saja menyerahkan semua urusan Zaffa kepada istrinya : bunda Zaffa. Ia merasa bahwa tugas utamanya sebagai seorang ayah adalah menafkahi istri dan anak-anaknya, sementara segala urusan rumah tangga dan urusan anak adalah tugas istrinya.

Ayah Zaffa tentu tak sendiri, ada banyak ayah di masyarakat kita yang juga berfikiran sama sepertinya. Mereka melakukan pembagian wilayah tugas, tugas ayah adalah mencari nafkah dan karena itu sebagian besar waktunya ia habiskan di luar rumah, sementara ibu bertugas mengurusi dan mendidik anak karena punya banyak waktu di dalam rumah.

Pada dasarnya dalam Islam tidak ada pembedaan di antara ayah dan ibu dalam tugasnya mendidik anak-anak mereka. Mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.

Ayah dan ibu harus saling bekerjasama dalam pendidikan anak. Peran keduanya tidak bisa dilepaskan begitu saja. Sekalipun sang ayah sudah memenuhi kewajibannya mencari nafkah, hal itu tidak serta merta menggugurkan kewajibannya dalam mendidik anak, sehingga harus menyerahkan semua pendidikan anak hanya kepada seorang ibu. Orangtua juga tidak boleh sepenuhnya menyerahkan urusan pendidikan anak-anaknya ke sekolah. Kewajiban utama mendidik anak tetap ada di orangtuanya. Keberadaan sekolah hanya bersifat sekedar membantu.

Bagaimana dengan orang tua yang mengabaikan hak pendidikan anaknya??Ahzami merinci beberapa ancaman yang akan diterima orangtua tersebut.

Pertama, bisa berupa ancaman dunia. Jika orangtua tidak bisa mendidik anak dengan benar, maka anak yang tadinya nikmat dan anugrah Allah swt, bisa berubah menjadi fitnah atau ujian.

Kedua, Orangtua akan ditanya oleh Allah terkait anak. Karena anak adalah titipanNya. Jadi bila anak berbuat maksiat, orangtua terancam tidak masuk syurga. Ketika anak disia-siakan atau tidak dididik dengan baik maka orang yang paling bertanggung jawab adalah orang yang paling menyia-nyiakan anaknya itu, yang tidak peduli pada anaknya.

Nah jadi, ayah bunda yang budiman, baik ayah maupun bunda sama-sama memikul tanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita, agar mereka menjadi hamba yang Rabbani yang mampu memenuhi segala tuntutan hidup yang datang pada dirinya. Semoga setiap kita akan sukses mendidik anak-anak kita…Amiin. .^_^

Kaliurang, 2 Juli 09.

(www.asyifa85. blogspot. com)

(www.sit-alkarima. com)

About mei allif

Assalamu'alaikum... perkenalkan... saya adalah saudarimu. saya bersyukur sebagai hamba Allah SWT, dan menjadikan ridhoNya adalah kebahagian saya. Syahid adalah cita-cita saya tertinggi. dan melihat Kemulian/kemenangan Islam kembali menjadi penyejuk pandangan mata ini. semoga dlm blog ini qt dapat semakin mengikat ukhuwah islamiyah, dan menambah keilmuan qt juga saling mengingatkan "wa tawasaubil haq, wa tawasaubil sobr"
This entry was posted in islamic parenting. Bookmark the permalink.

5 Responses to Ayah..Tidak Hanya Bunda kan???

  1. nurrahman18 says:

    saya dapt pengomentar yg pertama ya mbak mei..:D
    btw, selamat,semoga semakn bahagia dgn akan segera menempuh hidup baru😀, segera menjadi ayah dan ibu juga🙂

    • mei allif says:

      hehehe… iya nich arif pengomentar pertama.. selamat :D… syukran ya doanya.. doa dari arif insyaAlLah makbul🙂

  2. wilma says:

    Mba Mei… Ass wr wb, Waaahh mau nikah kok ga kabar2 ke aku??
    wah baca tulisan yg ini jadi inget mamah ku yg dulu komplain karna kalo anaknya dpt peringkat 5 besar yang dipanggil nama Bapaknya aja, hahaha… kalo nilainya jelek yg disalahin mamah. hehe.. Semoga aja ntar kita ga ngalamin saling salah menyalahkan kayak gitu ya..Amien. Btw gimana persiapannya??

    • mei allif says:

      ‘alaykumussalam… iya insyaAlLah mbak.. mei kira mb wilma dah dapet kabar dari bapak.. gak taunya belum tho? kalo mb wil ke pekalongan dateng ya 3 April ini insyaAllah…
      iya semoga besok kita bisa menjadi ibu yg bisa menjalankan amanah sebagai madrasah pertama bagi anak2 kita dengan baik. amin.. dan suami bisa menjadi partner yg baik dalam pendidikan anak. amin…

  3. Ulfa says:

    jadi ingat bukunya Saat Berharga untuk anak kita,itu buku lebih kepada ayah.
    dan ternyata pengasuhan itu bukan hanya diserahkan kepada ibu, tapi sang ayah punya tanggungjawab yang sama, kalau dalam artikel yang pernah saya baca Ayah memberi warna pada sang anak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s