Suatu Sore

 

Setiap hari waktu berjalan, tidak pernah berhenti apalagi mundur kebelakang. Hmmm… membicarakan waktu seolah membicarakan Sesuatu yang misterius, hingga syaidina Ali juga berpesan bahwa waktu itu ibarat pedang bermata dua, bila pandai memanfaatkannya maka engkau akan selamat bila tidak maka engkau akan terlindas oleh waktu…

Cepat sekali waktu berlalu, hingga termasuk hari ini seiringi waktu semuanya juga sudah berubah. Aktivitasku sekarang ada beberpa yang berubah, ada juga yang bertambah hmmm… semua seiring berubahnya waktu (dan tentunya bertambahnya peran ^_^).

Langkah-langkah baru mulai di susun kembali, mungkin langkah yang tak akan sama ketika dulu masih sendiri. Karena saat ini ada langkah lain yang akan mengiringi langkah ini, ada langkah lain yang senantiasa menjaga dan bertanggung jawab terhadap langkah ini.

Tidak salah bila Allah memberikah naluri pada manusia, Allah berikan salah satunya adalah naluri mempertahankan diri (ghorizatul baqa’), tapi yang akan jadi pertanggung jawaban adalah bagaimana kita memenuhi naluri tersebut, sesuaikah dengan aturannya ataukah tidak.

Dulu aku punya mimpi… sekarangpun aku masih mempunyai mimpi.. terkadang masih rindu dengan mimpi yang di bangun dulu, tapi kembali menyadarkan diri bahwa mimpiku sekarang jauh lebih luar biasa…. ku yakini mimpiku tidak sedang di ambil/di hilangkan, tapi di tukar dengan mimpi yang lebih indah 🙂

Suatu sore di sebuah taman di tempat yang suasananya akan selalu aku rindukan di sebuah universitas tempat gudangnya ilmu… bismillah semoga langkah ini semakin kuat dan lurus. Amin

Merpati rela menukar sayapnya dengan sayap bidadari………. Semoga bisa untuk melesat sampai ke jannahNYA. Amin….

By : mei

Posted in artikel islam | 1 Comment

3 BIG QUESTIONS

Berapa jumlah satelit planet Jupiter ?
Bagaimana dengan tumbukkan besar itu bisa membentuk alam semesta ini ?
Dalam satu kali bertelur seekor semut bisa menelurkan berapa telur?
Jika gas amoniak di uraikan menjadi senyawa2 kecil dan di campur dengan belerang kira2 zat apa yg akan terbentuk ?
Siapakah penemu bakteri pertama kali?

Hmmm…. gimana bisa gak njawab pertanyaan2 di atas?
Apakah itu pertanyaan2 yang sulit?
Atau masih terlalu mudah untuk sahabat semua 🙂

Pertanyaan-pertanyaan di atas emang sulit-sulit sich apalagi untuk yang jarang baca buku hehehe (just kidding, untuk motivasi sahabat biar rajin baca buku), tapi semua pertanyaan tidak cukup sulit karena kita bisa ajah mencari “buku pintar” atau buka-buka buku ensklopedia atau cukup search di mesin pencari di internet, tinggal enter, keluar dech jawabannya.

Tapi ada pertanyaan yang besar yang bisa kita sebut dengan simpul semua pertanyaan-pertanyaan yang lainnya, yang pertanyaan ini kudu kita jawab dengan jawaban yang bener dan proses berfikir yg benar pula. Karena bener atau salahnya jawaban kita akan mempengaruhi pandangan kita terhadap hidup ini (waduw kok bisa ya?) Penasaran??? Oke kita masuki ke 3 Big Questions itu yukkk….

Sahabat semua orang kudu memikirkan 3 pertanyaan besar ini, karena ini menyangkut dirinya, yaitu :

  1. dari mana kita berasal ?
  2. untuk apa kita di dunia ?
  3. mau kemana kita setelah di dunia ini ?

dan yang lebih penting lagi adakah kaitannya antara ke 3 pertanyaan tadi? (nah loh…. )

hmmm….. banyak jawaban tuk pertanyaan di atas.

Mungkin ada yg menjawab kita berasal dari bapak dan ibu kita, ada juga yang menjawab kita berasal dari Tuhan, atau ada yg menjawab kita berasal dari materi yg bernama ovum dan sprema hingga jadilah manusia. Semua jawaban terlihat benar semua tapi mana jawaban yg benar sejati (mau nulis benar2 benar khawatir malah bingung he he … ). Bila kita berasal dari materi maka apakah mampu materi tersebut akan berjalan sendiri dengan keinginanya, hingga akhirnya membentuk segumpal darah, segumpal daging, terbentuk sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem pendengaran, sistem pengelihatan, semuanya dengan sendirinya, ya dengan sendirinya. Mungkinkah??? Akal yg sehat akan mengatakan tidak mungkin, bila sesempurna ini. Pasti ada permulaan, pasti ada penciptaan, pasti ada pengaturan dan sel-sel yang tunduk di bawah pengaturan. Maka pasti ada yang sangat Agung yang mengatur ini semua, maka pasti ada yang sangat Sempurna yang menyeru ini semua, sesuatu ini tak mungkin sama dengan yang dibuatnya, sesuatu ini pasti berbeda, yang tidak memerlukan bantuan, yang kekal dan tidak terbatas. Ya itulah Tuhan, dan tiada Tuhan selain AlLoh yang berhak disembah. Jadi kita semua berasal dari AlLoh, kita adalah makhluk ciptaanNya. Oooohhh…… ternyata asal kita merupakan Penciptaan dan Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, yaitu tiada Tuhan selain AlLoh SWT.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa (QS al Baqoroh : 21)

Oke satu pertanyaan besar terjawab sudah. Next Big Question, untuk apa kita ada di dunia?… Untuk senang2, untuk cari uang sebanyak-banyaknya, untuk memuaskan keinginan2 kita atau untuk apa?… mungkin sebagian dari sahabat menjawab seperti jawaban di atas. Baiklah, hidup ini memang indah, maka harus kita nikmati dengan sebaik-baiknya. Ada yg pernah makan kue tart tidak? Atau black forest..??? hhmmm yummy… enak ya kue-kue itu. Bentuknya juga sangat menarik, tapi apa yg terjadi kalo kita makan sebanyak2nya tanpa kontrol, padahal “kebutuhan” perut kita dah kenyang tapi “keinginan” kita masih ingin saja melahap habis satu loyang black forest. Yup, yup… bisa jadi kita muntah (sorry… agak jorok)… intinya kita ini tidak tahu apa yg terbaik tuk kita, kalo tidak ada yang memberi tahu. Kalo Cuma lihat bentuknya/penampilannya saja kita lebih sering salah. Di Al Qur’an AlLoh sudah mengingatkan kita.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS al Hujurat : 12).

ya kita manusia, tidak tahu apa yang terbaik buat kita. Oleh karena itu kita serahkan saja pada yang paling mengerti tentang kita, yaitu pencipta kita (AlLah SWT), sehingga untuk menjawab pertanyaan ”untuk apa kita ada di dunia” maka Islam sudah mempunyai jawaban (keren yak islam 🙂 )… manusia hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya, yaitu untuk mentaati AlLah SWT dan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dalam segala aspek kehidupan.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku. (QS ad Dzariyat : 56)

Arti ibadah secara khusus adalah ketaatan kepada hukum syara’ yang mengatur hubungan manusia dengan Rabbnya, seperti sholat, zakat, haji, puasa dan doa dan lain sebagainya.

Mengaktualisasikan ibadah arti umum inilah yang secara konkret merupakan misi hidup manusia di dunia menurut Islam. Aktualisasi ibadah terwujud ketika seorang muslim mengikatkan dirinya dengan aturan-aturan Islam dalam segala aktivitasnya, baik ketika berhubungan dengan AlLah SWT, berhubungan dengan orang lain, maupun dengan dirinya sendiri. Begitu….. dalam segala aktivitas dah semua harus senantiasa terikat dengan aturan Islam, kalo ada aktivitas kita yg tidak terikat dengan hukum, weee kudu segera putar arah 180 derajat tuch alias kembali pada aktivitas yg terikat aturan Islam.

Nah the last BIG QUESTION adalah mau kemana kita setelah hidup di dunia… ibarat sebuah perjalanan kita harus mempunyai tujuan. Alangkah sedihnya kalo kita misalnya mau jalan-jalan tapi gak tau tujuan kita mau kemana? Hanya berputar-putar saja, hmmm sepertinya jalan-jalan kita menjadi kurang menarik dan kurang mengesankan. Beda dengan ketika kita sudah tahu apa yg kita tuju. Misalnya, kita mau pergi menikmati segarnya udara pegunungan, pastinya meskipun sepanjang perjalanan kita mendapati udara yg panas atau perjalanan yg melelahkan tapi bayangan akan segarnya udara pegunungan atau indahnya pemandangan hutan pinus dan gemericik air sungai bening membuat kita tetap bersemangat menjalani perjalanan ini. Begitu juga dengan kehidupan, mau kemana tujuan kita setelah hiduppun harus mendapatkan jawaban… benar, setelah kehidupan kita akan kembali pada Pencipta kita yaitu Allah SWT. Memilih 1 dari 2 tempat akhir kehidupan manusia akankah terbakar di NERAKA-NYA karena segala kemaksiatan dan keangkuhan kita selama di dunia, atau menikmati sejuknya SURGA-NYA karean ketundukkan dan kesabaran kita menjalani kehidupan dunia dengan selalui patuh dan tunduk akan perintah dan laranganNya. Hmmm…. ya, qt yg memilihnya… pilihan kita di mulai dari bagaimana qt menjalani kehidupan qt.

3 BIG QUESTIONS udah terjawab dengan sempurna, masih ada waktu, belum terlambat ^_^..

By : mei

Posted in artikel islam | 2 Comments

Ayah..Tidak Hanya Bunda kan???

Setiap anak yang lahir ibarat gelas kosong dan bening yang harus di isi dengan air oleh orangtuanya. Air inilah yang akan membentuk karakter, kepribadian, pola fikir. Dan pola sikap anak dalam mengarungi kehidupannya. ..

“Bun.., kok nilai Zaffa pas-pas san begini sih?, makanya lain waktu Bunda harus lebih intens lagi dunk dampingin belajarnya…!!”

“ Bunda…kok tadi Zaffa begitu sih?, kan ga’ sopan, ayah kan malu dengan tamu kita tadi…, emang di sekolahnya ga’ diajarin yah? Bunda juga ga’ pernah ngajarinnya?”

“ Bunda…!!, nih si ade minta bacain buku cerita, tugas kantor ayah numpuk nih, Bunda aja deh yang bacain, lagian kan biasanya memang dengan bunda.”

Demikianlah ayah Zaffa sehari-hari. Selalu saja menyerahkan semua urusan Zaffa kepada istrinya : bunda Zaffa. Ia merasa bahwa tugas utamanya sebagai seorang ayah adalah menafkahi istri dan anak-anaknya, sementara segala urusan rumah tangga dan urusan anak adalah tugas istrinya.

Ayah Zaffa tentu tak sendiri, ada banyak ayah di masyarakat kita yang juga berfikiran sama sepertinya. Mereka melakukan pembagian wilayah tugas, tugas ayah adalah mencari nafkah dan karena itu sebagian besar waktunya ia habiskan di luar rumah, sementara ibu bertugas mengurusi dan mendidik anak karena punya banyak waktu di dalam rumah.

Pada dasarnya dalam Islam tidak ada pembedaan di antara ayah dan ibu dalam tugasnya mendidik anak-anak mereka. Mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.

Ayah dan ibu harus saling bekerjasama dalam pendidikan anak. Peran keduanya tidak bisa dilepaskan begitu saja. Sekalipun sang ayah sudah memenuhi kewajibannya mencari nafkah, hal itu tidak serta merta menggugurkan kewajibannya dalam mendidik anak, sehingga harus menyerahkan semua pendidikan anak hanya kepada seorang ibu. Orangtua juga tidak boleh sepenuhnya menyerahkan urusan pendidikan anak-anaknya ke sekolah. Kewajiban utama mendidik anak tetap ada di orangtuanya. Keberadaan sekolah hanya bersifat sekedar membantu.

Bagaimana dengan orang tua yang mengabaikan hak pendidikan anaknya??Ahzami merinci beberapa ancaman yang akan diterima orangtua tersebut.

Pertama, bisa berupa ancaman dunia. Jika orangtua tidak bisa mendidik anak dengan benar, maka anak yang tadinya nikmat dan anugrah Allah swt, bisa berubah menjadi fitnah atau ujian.

Kedua, Orangtua akan ditanya oleh Allah terkait anak. Karena anak adalah titipanNya. Jadi bila anak berbuat maksiat, orangtua terancam tidak masuk syurga. Ketika anak disia-siakan atau tidak dididik dengan baik maka orang yang paling bertanggung jawab adalah orang yang paling menyia-nyiakan anaknya itu, yang tidak peduli pada anaknya.

Nah jadi, ayah bunda yang budiman, baik ayah maupun bunda sama-sama memikul tanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita, agar mereka menjadi hamba yang Rabbani yang mampu memenuhi segala tuntutan hidup yang datang pada dirinya. Semoga setiap kita akan sukses mendidik anak-anak kita…Amiin. .^_^

Kaliurang, 2 Juli 09.

(www.asyifa85. blogspot. com)

(www.sit-alkarima. com)

Posted in islamic parenting | 5 Comments

BUNDAKU

Bahagiakanku dengan tulusmu…
Bahagiakanku dengan senyummu..
Tentramkan daku dengan dzikirmu
Teduhkanlahku dengan restumu…
Doakanlahku ibundaku…

Terimakasihku pada ibunda….
Atas segala restu ikhlasmu….
Terimakasihku pada ibunda…
Atas limpahan kasih sayangmu….

Hormat takzimku selalu…

Ku bersyukur padaMu Robbi…
Bundaku sehat selalu….
Dan berharap akan ridhoMu….
Dengan ridho Ibundaku…
Dengan restu Ibundaku….
Dengan doa Ibundaku…

By : Seismic

Posted in curhat | 2 Comments

materi kuliah pengendalian kualitas statistik

Ujian Akhir Pengendalian Kualitas Statistik semester ini open book. Silahkan persiapkan semua referensi pendukung yang terkait dengan Pengendalian kualitas. Ingat, keberhasilan dalam proses belajar mengajar bahwa kita memahami apa yang kita pelajari dan bisa mengetahui apa kegunaan positif dari keilmuan kita untuk kemajuan umat. terimakasih ^_^

SQC_05_Konsep Fundamental dlm penarikan sampel

SQC_06_Lot by lot Acceptance sampling by Atributes

SQC-09_SPC_new

SQC-10-pengendalian rata dan sd

Posted in khasanah ilmu | Leave a comment

MATERI ETIKA PROFESI setelah UAS

Di bawah ini materi-materi Etika Profesi setelah UAS

untuk ujian UAS, sifat ujian close book, jadi mohon persiapkan dengan baik.

materi Etika sesudah UTS

EP-UAS-Tanggung jawab profesional dan otoritas atasan

Keselamatan dan Resiko

Legal dan Etis

INDUSTRI dalam pandangan ISLAM_UAS_01

Posted in khasanah ilmu | Leave a comment

nilai Ujian Tengah Semester Etika Profesi

di bawah ini adalah nilai ujian tengah semester mata kuliah etika profesi..

No Nomor mahasiswa Nilai
1 02522021 0
2 05522084 0
3 05522127 75
4 06522008 57
5 06522014 65
6 06522016 65
7 06522035 70
8 06522053 76
9 06522068 76
10 06522085 50
11 06522132 77
12 06522187 43
13 06522202 48
14 06522203 52
15 06522204 85
16 06522205 0
17 06522239 68
18 06522264 86
19 06522265 83
20 06522267 83
21 07522006 73
22 07522011 88
23 07522012 78
24 07522020 78
25 07522027 56
26 07522029 80
27 07522033 80
28 07522034 50
29 07522035 60
30 07522040 69
31 07522043 74
32 07522059 77
33 07522080 70
34 07522087 70
35 07522088 66
36 07522090 67
37 07522092 80
38 07522095 60
39 07522096 55
40 07522102 73
41 07522104 69
42 07522105 55
43 07522108 85
44 07522112 86
45 07522119 73
46 07522120 82
47 07522124 88
48 07522147 86
49 07522165 67
50 07522181 82
51 07522185 80
52 07522199 75
53 07522200 70
54 07522217 75
55 07522228 80
56 07522232 72
57 07522235 75
58 07522236 80
59 08522146 85
60 08522206 62

 

 

 

 

 

 

Posted in khasanah ilmu | 6 Comments