Surgaku tak memerlukan ijazah S2………

Mendengar aku berhenti dari pekerjaan, tidak sedikit orang-orang yang menanyakan “mengapa?”… tidak sedikit juga yang menyesali “khan sayang, kamu dah sekolah tinggi2”… ada juga yang berkomentar “kalo gak dipakai ilmunya bisa hilang lho…”. semuanya pertanyaan tadi wajar sich, di awal-awal bingung juga menjawabnya, tapi sekarang di jawab dengan senyuman, insyaAllah ilmunya gak hilang kok mbak, khan masih di pakai untuk menganalisa kondisi umat hehehe…. Kalo ada yang menyayangkan sekolah tinggi akan sia-sia maka tidak betul, karena di beri kesempatan bersekolah sampai tinggi adalah nikmat tersendiri dari Allah, dan ilmu qita akan tetap bermanfaat kok, terutama dalam kehidpan kita sehari-hari dan tentunya untuk generasi penerus kita kelak, insyaAllah.

Setelah berganti status sebagai istri sekarang hehehe..🙂 pastilah berganti tanggung jawab dan kewajiban pula. Ku renungi ada tugas mulia yang Allah siapkan untuk para istri yaitu sebagai Ummu wa robatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga). Bukankah banyak hal yang bahan bakarnya adalah dari rumah, sumber energinya dari rumah, di awali di dalam rumah. Hmmm…. Pasti tugas ini bukanlah tugas yang ringan dan tidak mungkin bisa di jalani dengan baik kalo tanpa ilmu.🙂

Awalnya memang agak ada pertarungan bathin ceileee… (kaya’ film silat ajah hehe… ), bukan karena ingin eksis tapi lebih pada kekhawatiran yang belum tentu terjadi… salah satunya emang khawatir jadi gak up date hehehe,…. Terus khawatir tidak bisa berkontribusi untuk kemajuan masyarakat (hehehe… gaya tenan…)” .. tapi setelah berdiskusi panjang dengan suami maka di perolehlah jalan keluar untuk semua kekhwatiran itu semua. Alhamdulillah….

Sebenarnya jangan khawatir kita jadi gak up date, kalo kita tidak menjadi orang yang menutup diri, insyaAllah kita akan tetap selalu bisa mendapatkan informasi terdepan (bukan gosip lho… gosip mah namanya memakan bangkai saudara sendiri hiiiiii… emoh ), di rumah kita tetap bisa untuk terus mengasah ilmu yang pelah kita pelajari di kampus. Jujur lho, ketika di rumah seperti ini (tidak bekerja di kantor/kampus) waktu kita banyak sekali yang bisa di gunakan untuk membaca baik buku-buku ilmu pengetahuan, tsaqofah islam, buku-buku fiqh, Koran, akses berita online, dan banyak lagi… benar-benar semua ini harus kita syukuri karena merupakan nikmat yang tiada terkira. Alhamdulillah… Untuk kontribusi ke masyarakat kita juga bisa melihat potensi yang ada di sekitar rumah kita. Misalnya nech kita lihat ibu-ibu yang nganggur di sekitar rumah, maka kita bisa gunakan ilmu kita di kuliah dulu untuk memberikan sedikit ilmu yang kita miliki bersama mereka, kalo kita bisa membaca al qur’an kita juga bisa bantu ibu2 di sekitar rumah untuk membaca al qur’an, kalo kita dulunya lulusan B.Inggris, Jepang dan lainnya kita juga bisa ajari ibu2 atau remaja sekitar kampung, kalo kita lulusan informatika kita bisa juga ngajari ibu2 atau remaja putri mengenal computer bahkan bahasa2 sederhana atau software2 sederhana seperti MsWord atau MsExcess siapa tahu mereka kreatif bikin keuangan warung mereka pake MsExcess hehehehe…..

Akhirnya,… dengan memohon ridho Allah, melalui ridho suamiku maka ku pilih jalan yang membuat suamiku ridho, aku yakin pasti ada kebaikkan disana. Karena ku tahu surgaku tidak memerlukan ijazah s2 ku, tapi surgaku memerlukan ridho suamiku🙂.. amin….

Alhamdulillahnya, aku masih boleh S3 bareng lagi ………….asyiiiiiiikkkkk (InsyaAllah) ^_^

By : Mei (annisa mutaqarabahalLah)

One Response to Surgaku tak memerlukan ijazah S2………

  1. Betul sekali… suka deh dengan tulisannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s